
"minta apa barusan,,"Leon penasaran dengan wajah yang di buat-buat,
"kepo,,pengen tau ajah urusan orang lain"ucap Dewi enteng,
Leon mengerutkan keningnya,
"bukan kepo cuma ingin tau,,"sontak Leon
"ess,sama ajah kale,Oya luh ngapain di sini,,?"
"cari angin,,,"ucap Leon santai menyandarkan bokongnya di bangku,
"oh,"Dewi mengangguk-angguk tanpa mengalihkan pandangan,
lama mereka saling diam, bergulat dalam benak masing masing,rasa enggan untuk bertanya ataupun sekedar basa-basi bersemuh,
sesekali Dewi mencuri pandang melihat laki-laki yang sedari tadi hanya diam semenjak datang,ia memandang jauh ke depan dengan pandangan kosong, entah apa yang tengah ia pikirkan,
tak ada percakapan yang terjadi antara mereka melainkan hati yang penuh tanda tanya yang berlantun dengan sendirinya,
suara jangkrik sayup-sayup terdengar,dingin malam yang kian mencekam,seakan menjadi saksi di keraguan antara mereka,
"besok aku akan pergi keluar negri, untuk urusan perusahaan,"tutur Leon tanpa melihat ke arah Dewi,
"emm, berapa hari,!"tanya Dewi
"dua Minggu,atau mungkin lebih,,"
tak ada sahutan dari Dewi,pikirannya menerawang jauh kedepan,
"kok diam,,,?"tanya Leon menatapnya bingung tiba-tiba perempuan yang berstatus istrinya itu mendadak pendiam yang biasanya nyerocos tak jelas,
"tidak apa-apa,tapi,,,"ucapannya terhenti begitu saja.
"tapi apa,,?"Leon mengerutkan keningnya penasaran,
"tidak ada,maksud saya hati-hatilah,,!"ucapnya kaku
"aku duluan ke kamar"ada perasaan aneh di hatinya,rasa tak nyaman ketika Leon mengucapkan akan pergi darinya meskipun dalam waktu singkat,
Leon yang melihat itu merasa heran dan aneh,namun ia tak begitu peduli, seorang wanita mungkin mood nya kurang baik atau lagi dapet,,
__ADS_1
sebuah koper sudah siap dengan perlengkapan,
Leon turun ke bawah menghampiri Dewi yang sedari tadi duduk melamun sendiri,
"aku pergi,"ucapnya yang membuat Dewi kaget karena ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri,
Dewi melihat koper Leon yang sudah siap, menatap lekat laki-laki tampan yang akan meninggalkannya ini,
hatinya berat, namun ia engan untuk berucap,
ia melepaskan nafasnya sesaat setelah rasa sesak yang ia rasakan,
Dewi mengangguk, yang di iringi dengan senyum sedikit ia paksa,ada keraguannya untuk melepaskan kepergian suaminya kali ini,
Leon melangkah dengan gagah,memakai kacamata yang ia pegang sedari tadi,
menuju mobil yang akan mengantarnya ke bandara,
Arya dengan sigap dan siap melayani orang yang sudah lama memberinya makan ini,
ia membukakan pintu mobil untuk Leon,
saat Leon hendak masuk suara Dewi menghentikannya,
ketika sudah tepat di depan Leon Dewi menghentikan langkahnya, entah apa yang mendorong ia untuk berhamburan dalam pelukan Leon,
Leon yang tercengang sontak ia bingung, namun yang membuat ia semakin bingung ketika merasakan pundak kecil milik istrinya bergetar pertanda bahwa perempuan konyol ini sedang menangis,
"maafkan aku,,"ucapnya dalam isak tangisnya,
"untuk apa"ucap Leon sedikit membalas pelukan istrinya,
"maafkan aku tak sengaja memiliki perasaan padamu, mengisi hatiku dengan ukiran namamu,aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk membuangnya, namun semakin aku buang ke sana semakin ia menghampiriku,"ucapnya dalam pelukan seorang Leon,
ada sebuah ukiran sanyuman di sana bagaimana tidak, ternyata Dewi sudah memiliki perasaan padanya,
hatinya dipenuhi oleh bunga yang sedang bermekaran,
"aku tidak melarang siapapun untuk memiliki perasaan padaku, termasuk dirimu,"ucap Leon
Leon melepaskan pelukannya, tangannya membawa wajah Dewi untuk menatapnya,
__ADS_1
"tunggu aku pulang,aku tunjukan sesuatu yang lebih dari mu"ucap Leon lembut,
Dewi kembali bersandar di dada bidang suaminya,
"entah mengapa aku tak yakin,entah mengapa aku berat melepaskan mu,aku mohon apapun yang terjadi percayalah padaku"tutur Dewi,
"tuan waktunya berangkat,jika telat ke bandara kita akan ketinggalan pesawat"tutur Arya mengingatkan,
Leon mengangguk dan matanya mengisyaratkan untuk meninggalkannya sejenak,
setelah Arya sudah masuk kedalam mobilnya,
Leon kembali menatap perempuan yang tengah menghawatirkan dirinya,
"aku janji akan mempercayai mu,jangan kuatir tidak akan terjadi apapun okey,"tutur Leon meyakinkan,
Dewi menganggu menurut, tak mungkin juga jika ia mengangu perjalanan suaminya,
tiba-tiba Leon mencium kening sang istri,menggenggam hangat tangan Dewi,
"aku pergi,kamu baik-baik di sini, tunggu aku kembali"ucapnya
Dewi mengangguk ada kehangatan di sana,
Leon melepaskan genggamannya dengan berat,ia masuk ke mobil karena waktunya memang sudah sempit,
terlihat tangan mungil itu melambai,air matanya yang sudah mengenang di pelupuk matanya,
mobil itu melaju kencang menjauh pergi bak kumbang beterbangan,
di iringi dengan buliran air mata yang terjauh,segumpal awan yang menemaninya siapa untuk jatuh membasahi bumi,
baru kali ini perasaan Dewi sesak di tinggal seseorang,
ada perasaan mengganjal di hatinya dengan kepergian Leon kali ini,
ia hanya mampu berharap semoga semuanya baik-baik saja seperti yang ia harapkan,,
***bersambung,,
maaf ya beberapa hari gak up,
__ADS_1
karena author ada sedikit hajatan keluarga,,,
next kita lanjut lagi***,,,