Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
kecurigaan Leon.


__ADS_3

kini laki-laki tampan itu uring-uringan ingin kembali ke kota asalnya, meskipun tempat ini adalah tempat asalnya menimba ilmu untuk menjadi sukses seperti sekarang ini,tapi tetap saja dengan permasalahannya yang belum terselesaikan membuatnya menjadi tak tenang,


"yak apa masih ada hal penting lagi setelah ini,,"tanya Leon.


"masih ada beberapa acara lagi bos, hanya satu pertemuan lagi yang sangat penting, yang lainnya kita bisa untuk tidak hadir,,"timpal Arya.


"oh, baiklah,,"jawab lesu Leon, sembari menyandarkan punggungnya ke sofa.


di sebuah perhotelan yang menjulang langit itu,kini Leon menyibukkan pikirannya dengan masalah perusahaan, kehilangan Dewi yang masih menjadi misteri dan teka-teki baginya masih bergaung di benak dan di telinganya,


laki-laki tampan itu seperti kehilangan dunianya,namun sangat terasah sesak untuk di ingat,


sekarang ia hanya mampu menjalankan apa yang semestinya yang harus ia jalankan,


setelah merasa bosan Leon beranjak pergi untuk mencari udara segar di kota asing ini,


di sebuah kafe ia memesan secangkir caffe latte,


Leon menyasap pelan kopi yang mempunyai ciri khas menenangkan tersebut,


tiba-tiba mati tajam Leon menangkap sosok yang selama ini ia cari,sosok itu tengah melamun sama seperti dirinya memegang secangkir kopi karena memang mereka mempunyai hobi yang sama,


Leon tidak ingin gegabah,ia mengamati dengan mata yang jelih gerak-gerik orang tersebut,


Sony tengah duduk sendiri menyasap secangkir kopi yang hangat dan menenangkan, selama ini pikirannya yang sedikit kacau karena memikirkan keadaan Dewi, kini merasa sudah sedikit membaik dengan sebuah harapan,


laki-laki tampan itu tidak menyadari sedari tadi ada sepasang aman mata selalu memperhatikannya,

__ADS_1


satu jam berlalu, Sony merasa sudah terlalu lama meninggalkan Dewi di rumah sakit, walaupun Dewi tidak begitu mempermasalahkan jika Sony tidak selalu berada di sampingnya untuk menemani dan menjaganya,


karena menurutnya ia sudah terlalu banyak merepotkan Sony dengan semua keadaannya,


mobil mewah itu melaju meninggalkan kafe,Leon yang memang sudah siap ia membuntuti Sony di belakang,


namun Sony tidak menyangka kalau mobil mewah yang dikendarai Sony memasuki area rumah sakit terbaik di Singapore,


"siapa yang sakit,?,"cicit Leon menyisakan tanda tanya besar di garis wajahnya.


tanpa basa-basi Leon pun turun dari mobilnya,ia ingin membuntuti Sony kembali,namun naas Sony sudah menghilang entah kemana,


"kemana perginya,mangap cepat sekali,?," celoteh Leon yang sudah kehilangan jejak Sony,gak mungkin jika ia menyusuri rumah sakit besar itu,


"ahh sial,,"Leon mengusap wajahnya dengan kasar,


tubuh tegap itupun berbalik arah,ia kembali dengan sebuah tekad akan kembali lagi untuk mengetahui apa yang menjadi pertanyaannya selama ini,


aku harap kamu masih bersamanya Sony,tapi mengapa Sony ke rumah sakit,?apa ada yang sakit, saudara atau kerabatnya,,ah sudahlah besok akan aku cari kebenarannya sendiri,,batin Leon berputar membentuk sebuah pertanyaan yang ada dibenaknya selama ini,


saat ia sampai di lobby ia melihat Arya yang mondar-mandir seperti setrika,


"Arya,,ada apa,,?"tanya Leon bingung.


"ahah,bos syukurlah kamu sudah kembali,aku takut bos hilang,,"jawab asal Arya.


Leon menangkap kecurigaan di wajah Arya,sebagai seorang yang sudah sangat menguasai dunia bisnis ini ia cukup tau kalau Arya menyembunyikan sesuatu terlihat di garis wajahnya,

__ADS_1


"aku keluar sebentar, memang kamu takut kalau aku hilang,,? kenapa,,?kan itu sebuah keuntungan besar bagi mu,bisa menguasai sepenuhnya apa yang menjadi miliki sekarang,"celetuk Leon sembari melangkah menuju kamarnya.


"iya juga ya,,!kok aku tidak berpikir sejauh itu,,"Arya mengangguk kecil, mendengar celotehan bos-nya itu,


Leon menghentikan langkahnya dan menatap tajam Arya,


"apa kamu bilang,,"serang Leon.


"bukanya tadi bos yang beri usulan,,aku kan cuma ngikutin apa yang bos inginkan,,"jawab Arya.


"ehh tunggu tunggu,,! gimana kalau media bertanya mengenai hilangnya bos,apa aku harus akting,mengatakan kalau bos dimakan buaya,atau apa gitu,,"Arya merentangkan kedua tangannya berharap pendapat dari Leon,


Leon yang mendengar celotehan Arya semakin geram, bisa-bisa Arya berucap demikian,,


matanya kini semakin tajam,


"luh bisa diam gak,gue pusing dengerin suara cempreng luh yang tiada habisnya itu,,"Leon memasang mude persahabatannya.


"ais luh yang mulai,gue tanya sebab gue khawatir sama luh,la luh jawab seenaknya saja,,"timpal Arya yang sudah menghempaskan tubuhnya di atas sofa,


"hey,luh keluar,gue mau istirahat"perotes Leon yang melihat Arya memejamkan matanya di atas sofa.


"gue numpang tidur di kamar luh aja,malas buat balik makan waktu,,"timpalnya asal.


Leon menggeleng dan berlalu pergi ke kamar mandi,


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2