
Dengan langkah lesunya Dewi kembali ke rumah,lagi ia harus melihat muka menjijikkan defy setelah masalah di kampus belum terselesaikan,
"tumben anak ingusan yang masih menempuh studinya, sudah pulang sepagi ini"sindir defy yang duduk di sebuah sofa dengan beberapa cemilan di atas meja di depannya.
"tomben aktris terkenal seperti mbak defy ada di rumah, mementingkan urusan orang lain lagi,,"timpal Dewi tak kalah sengitnya.
"ya terser saya dong,toh saya dan anak saya tinggal nikmatin harta melimpah Leon saya saja,,,"balas defy.
"atau jangan-jangan memang sekarang mbak defy sudah tidak memiliki tender kerja lagi,,atau,,"Dewi sengaja menekan kata-katanya.
"anak ingusan kayak kamu jangan sok tahu,,"omel defy.
"siapa juga yang sok tahu, kamunya aja ya terlalu pengen tahu urusan orang lain alias kepo,, Oya sebelum luh nikah sama tuh laki gue jangan berharap Luh bisa buang-buang duit laki gue,,,"ancam Dewi,ia pergi dengan cepat meningkatkan defy yang ngomel-ngomel tak jelas,
"dasar mbak ondel-ondel"upat Dewi dengan terus melangkah ke dalam kamarnya.
defy menelpon seseorang setelah kepergian Dewi,
📱,"beb,, bisa kita bertemu di tempat biasa,,ya aku tunggu siyuu,"
Dedy bergegas pergi ke garasi mobil,ia pergi keluar entah kemana,Dewi yang merasa curiga mengikuti defy diam-diam tanpa ketahuan,
defy memarkirkan mobilnya di halaman sebuah perhotelan,Dewi yang baru saja tiba segera turun dari mobilnya,ia melihat defy bertemu dengan seorang pria,Dewi yang baru saja melihat siap laki-laki hampir saja menjatuhkan dompetnya,untung ia segera menyadarinya,
Vito yang menyadari kalau defy di ikuti segera mengambil langkah dengan memberikan kode pada defy,
defy pergi meninggalkan Vito,ia segera menghindar agar hubungan mereka tidak terkuak kebenarannya,
Dewi yang sudah kehilangan kesempatan untuk bisa mengetahui dengan siapa sesungguhnya defy melakukan rencananya,karena tidak mungkin jika ia turun tangan sendirian.
"nona defy hari ini bertemu kembali dengan Vito tuan, saya sudah mendapatkan bukti seperti yang tuan inginkan"ucap sala satu anak buah Leon.
__ADS_1
"bagus,, saya akan kasih bonus untuk kamu bulan ini"balas Leon.
"tapi saat nona defy datang ke hotel, saya melihat nyonya Dewi di sana, sepertinya ia sedang membuntuti Defy,bisa di lihat dari gerak-geriknya"tuturnya.
"hem"Leon berpikir sejenak kenapa Dewi mengikuti defy padahal tadi pagi mereka berangkat sesama meskipun tidak dengan satu mobil, karena istrinya itu selalu menolak kalau harus dia antara.
"baiklah, sekarang kamu boleh pergi,,"ucap Leon.
setelah kepergian anak buahnya,Leon menghubungi Dewi namun tak kunjung di angkat yang membuat laki-laki tampan itu naik pitam.
ia kembali menghadap setumpuk dokumen , bersama dengan layar monitor yang selalu menatapnya dengan tidak bosannya, untuk saja laki-laki yang selalu di tatap layar monitornya tampan hingga kalaupun ia jatuh cinta dengannya itupun tak masalah,
laki-laki yang tampan dan segar saat pergi ke kantornya kini sedikit acak-acakan saat kembali, karena pekerjaannya yang sangat menumpuk,
namun untungnya ketika ia pulang selalu di suguhkan pemandangan indah, istri kecilnya selalu menanti kepulangannya dengan senyuman yang manis,
"malam sayang,,"ucap Leon,
"malam dy,"balas Dewi dengan mencium punggung tangan Leon yang baru pulang,Leon mengerutkan keningnya, mendengar panggilan Dewi yang sedikit aneh menurutnya,
Dewi yang memahami mimik wajah Leon yang seperti tanda tanya besar,ia pun berjinjit.
membisikan sesuatu hingga Leon menerbitkan sebuah senyuman yang menggoda.
"bisakah kita mulai membuatnya malam ini,,!"tanya Leon jahilnya, membuat Dewi memukul kecil Lengan Leo yang menurutnya terlalu berlebihan.
"aww,"ringisnya ketika menerima pukul dari tangan mungil Dewi, padahal itu bukanlah apa-apa untuk seorang Leon.
"maaf,,"Dewi segera memeluknya, menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami,
saat Leon ingin menghujani istri lucunya dengan ciuman tiba-tiba Dewi berucap.
__ADS_1
"bau acem,"seketika Leon menghentikan aktivitasnya pura-pura merajuk, melangkah pergi meninggalkan Dewi yang tengah terkekeh geli melihat sisi lain dari suaminya.
"sayang tunggu,,"Dewi mengejar Leon yang melangkah cepat dengan kaki jenjangnya.
Leon pura-pura tidak mendengar,ia melangkah ke kamarnya di buntuti Dewi di belakangnya,
lalu ia langsung ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan segera,
saat ia keluar,Leon sudah fresh, dengan lilitan anduk kecil sebatas pinggangnya menutupi area pentingnya,
"dy,maaf,,"bujuk Dewi,
Leon tidak menangapi Dewi,tetap dengan mode merajuknya dengan muka dingin dan datar.
"dy kok gitu,,oke, sebagai hukum karena Dewi nakal Dewi akan tidur di luar malam ini,,"tuturnya dengan segera mengambil selimut untuk ia bawa,tentu saja Leon tak rela,ia buru-buru membawa tubuh mungil Dewi kedalam pelukannya,
"bukan hukum seperti itu yang berlaku untuk istri Deddy,,sebagai hukumannya karena kamu udah nakal sama Deddy,kamu Deddy makan malam ini sampai tidak bisa jalan besok pagi,,"Leon menampakkan cengir kudanya.
"Deddy kejam,,"balas Dewi dengan suara yang sedikit mendesah, akibat Leon yang sudah beraksi dengan permainannya.
(malam panas)..
***bersambung..
reders bisa bayangin sendiri kan malam panasnya hehe,
author takut tak mampu mengetik,
terimakasih sudah setia mendukung karya author,,
sudah meninggalkan like dan komen kalian***,,
__ADS_1