Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
tertunda sementara.


__ADS_3

"kamu gak kembali ke villa,,?"tanya Dewi yang melihat Leon yang masih setia meringkuk di tempat tidurnya,


tak ada sahutan sama sekali dari laki-laki itu, Dewi hanya bisa menatap dalam laki-laki yang masih ia rindukan saat ini, wajahnya yang tampan tapi sedikit tirus semenjak ia tinggal,


Dewi menarik selimut menutupi seluruh tubuh suaminya yang terbuka karena cuaca pegunungan masih sedikit dingin alami dibandingkan di kota,


ketika tangan tentang sibuk merapikan selimutnya,Leon menariknya hingga jatuh tepat di atasnya, yang membuat jantungnya berdetak kencang serasa ingin melompat dari tempat persemayamannya, sesungguhnya Leon sedari tadi belum tidur sama sekali,ia memperhatikan gerak-gerik istrinya yang ujung-ujungnya membangunkan peliharaannya di sana, membuatnya meronta ingin di lepaskan segera.


Leon mencium bibir ranum istrinya selembut mungkin, yang perlahan-lahan mendapat balasan yang menjadikan sebuah tautan yang menuntut semakin lama semakin mendalam,


ciuman itu berangsur-angsur turun ke bawah ke leher jenjang sangat istri,Leon meras dirinya sudah kalang kabut dengan nafsu yang memuncak tanpa ia sadari sudah banyak meninggalkan jejak kepemilikannya di leher putih sang istri,


saat ingin melakukan kegiatan lebih gilanya, ketukan pintu membuat aktivitasnya terhenti, yang membuat laki-laki itu menahan sesak di bawah sana, karena keinginannya sudah di pastikan tertunda sementara,


Dewi menatap mata Leon yang di susul dengan anggukan dari Leon, membiarkan sang istri melihat siap yang datang.


Dewi membuka pintu rumahnya, melihat siapa yang ingin bertemu malam malam begini,


"eh pak Arya,,masuk pak,,,"tutur Dewi melihat Arya yang berdiri di depan pintu.


"apa Leon ada,,,?"tanyanya memastikan.


Dewi mengangguk,


Arya yang sudah memastikan keberadaan bos gilanya langsung masuk mbuntuti Dewi,


"Dewi membawakan minum untuk Arya, secangkir kopi yang hangat sangat cocok untuk suhu dingin alam perbukitan, mata Arya tak sengaja melihat leher Dewi yang penuh dengan simpel kiss,


yang membuat Arya merinding seketika,ia sudah bisa memastikan,akan terjadi hal buruk yang akan segera menimpanya.

__ADS_1


Leon keluar dengan wajah frustasinya,


tatapannya yang tajam seolah-olah ingin menelan Arya hidup-hidup,


"kamu tau kesalahan kamu Arya,,,?"tanyanya mendominasi, ketika sudah beradapan dengan Arya.


"saya takut bos dimangsa dan dicicipi oleh gadis setempat,jadi saya memutuskan untuk mencarimu karena takut hal itu terjadi,,"jawab Arya gelagapan.


"kamu kira aku makanan,,"ketus Leon.


"sekarang kamu kembalilah ke villa,,"usir Leon.


"tapi kopinya, sayang di buang bos,,"balas Arya.


"kamu lebih sayang kopi..!atau pekerjaan kamu yak,,!"ancam Leon.


"tentu pekerjaan bos,kan kopi bisa di beli lagi,,"tutur Arya.


"saya akan kembali,,"ucap Arya dengan wajah malasnya.


Leon mengusap wajahnya gusar, karena hasratnya yang belum tersalurkan akibat gangguan dari sang sekertaris, namun saat itu ia menerima email dari Arya yang menyangkut tentang pekerjaannya yang tidak bisa Arya wakilkan,jadi ia menunggu Leon di depan.


"aiss, mengapa harus sekarang,,"keluhnya mengacak rambutnya akibat frustasi.


saat itu ia menatap Dewi lekat,


"sekarang kamu ikut aku ke villa,,!"permintaan Leon yang terdengar seperti sebuah perintah.


"belum saatnya aku ikut,aku hanya tak ingin jadi gunjingan tetangga nantinya"tolak Dewi.

__ADS_1


"aku ingin kamu kembali ke kota bersamaku,aku tak akan biarkan kamu sendiri di sini,,"ucap Leon.


Dewi mengangguk tak mungkin juga ia akan membiarkan mereka berpisah dalam waktu yang berkepanjangan,


Leon meraih jaket mahalnya, mendekati Dewi memberi sebuah kecupan hangat di keningnya,


"kamu hati-hati"ucapnya menggenggam tangan Dewi,Dewi tersenyum manis di sertai sebuah anggukan kecil yang menyusun,jika ia mampu menggambarkan kebahagiaannya sekarang,maka ia akan menggambar bahwa ia adalah orang yang sangat bahagia sekarang,


ketika Leon sudah menjauh ia menutup pintunya dengan rapat,


tak bisa di pungkiri saat ini hatinya sedang berbunga-bunga, sebuah senyuman selalu menghiasi wajah cantiknya,


Dewi berniat untuk istirahat,ia mencuci mukanya yang merah bersemu karena bahagia,namun hal tersebut membuat ia tercengang ketika matanya melihat di bagian leher yang begitu banyak jejak sang suami di sana,


"aiss,ini bagaimana gue besok kan harus kerja,,"cicitnya,


Dewi terdiam saat mengingat bahwa sang suami begitu ganas bermain di ranjang,


karena sudah terlihat meskipun mereka belum melakukan apa-apa,


bagaimana kalau lebih dari ini, bisa-bisa badanku remuk seketika,,batin Dewi.


Dewi membuang jauh-jauh pikiran kotornya,


semuanya memang sudah menjadi kewajibannya melayani sang suami sebagai seorang istri.


ia membaringkan tubuhnya di sebuah peraduan malam,membiarkan tubuhnya membentuk kembali apa yang terkuras di siang harinya,


kelopak mata indah milik Dewi berangsur tertutup,dan mulai menjelajahi dunia mimpinya,,,

__ADS_1


bersambung,,,


__ADS_2