Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
ganti rugi


__ADS_3

Dewi sudah berada di depan pusat perbelanjaan,


ia masuk di sebuah tokoh barang branded seperti tas dan sepatu,


"selamat datang nona ada yang bisa kami bantu,,,"ucap pelayanan di toko tersebut.


saat ia ingin bertanya ia mendengar suara seseorang yang begitu familiar di telinganya.


"saya ingin lihat-lihat dulu,,"ucap Dewi.


Dewi menghampiri asal suara.yang begitu ia kenal,


ia melihat defy menjinjing sebuah tas branded original,


"bagus banget,,apa harganya memang pas segitu,,?"tanya defy,


"iya nona,ini adalah tas pengeluaran terbaru,edisinya terbatas, tidak sembarang orang bisa membelinya,,"ucap pelayan yang menemani defy.


Dewi mendekat menghampiri defy yang menimbang-nimbang keputusannya,namun dehman Dewi membuatnya semakin gigih ingin memilikinya,


"oke saya bayar sekarang yah mbak,,"ucap defy di meja kasir.


defy mengeluarkan kartu kreditnya, dengan sangat sopan wanita yang bertugas di meja kasir itupun mengambil dan segera mengesahkan kartu kredit mobil Lik defy,


"maaf mbak,,ini tidak bisa,ada kartu yang lainnya,,"tanya wanita itu.


"kok gak bisa sih,,"keluh defy dengan suara sepelan mungkin.


"ini mbak,,"defy memberikan kartu debit yang lainnya.


"sama mbak yang ini juga gak bisa,,"ucap lagi,Dedy mendengus kesal,heran dengan semua kartu debit yang ia miliki mendadak tidak bisa di gunakan.


"tunggu sebentar ya Mbak saya menghubungi kekasih saya,,"seru defy.


"mbak saya ingin beli tas yang seperti itu apa barangnya masih ada,,?"tanya Dewi dengan menunjuk tas yang tadinya defy pegangan.


"maaf mbak defy,,kalau memang mbak belum bisa membayarnya kami harus menjualnya pada orang lain,,"ucap pelayan toko itu.

__ADS_1


"kalian kira dia mampu, dengan menjadi istri simpanan ia mampu membeli tas seperti ini,"celoteh defy dengan mengarahkan telunjuknya ke arah Dewi.


pelayan itu melihat Dewi dari atas sampai bawah,


"tidak ada yang tidak mungkin bagi nyonya fexers defy"timpal Dewi, yang membuat para pelayan di toko itu membulatkan matanya.


mendadak semua pelayan menjadi ramah,ia gak ingin toko ini mendadak di tutup akibat tidak melayani istri dari tuan penguasa itu dengan baik.


"mbak kalau tidak mampu bayar yah sudah gak usah ngotot, berikan barangnya dengan nona ini,,"ujar pelayan toko itu.


defy yang merasa di kucilkan langsung memberikan tasnya,ia ingin melihat Dewi benar mampu atau tidak membeli barang semahal itu,


Dewi melihat tasnya dengan senyum yang terbit di wajah cantiknya,


"aku suka,,,"Dewi langsung mengeluarkan Black Card, yang baru tadi pagi suaminya beri, sebetulnya ia tidak terlalu membutuhkan itu,ia hanya ingin melihat defy makin sebel dan tidak suka terhadapnya.


pelayan toko yang melihat kartu yang melengenda itu hanya menelan salivanya,


begitu dengan defy selama ia menjadi kekasihnya Leon hanya mendapatkan teransferan dari kekasihnya itu walaupun dengan jumlah yang fantastis,


setelah selesai Dewi meninggalkan defy yang mematung melihatnya,


di sebuah gedung mencakar langit itu, seorang pria yang memiliki jabatan tertinggi sekaligus pemilik perusahaan itu, mengangkat sudut bibirnya mendapati notifikasi di ponsel canggih miliknya kalau istrinya sudah mengunakan kartu pemberiannya tadi pagi itu,


namun hal tersebut tidak berselang lama defy menghubunginya.


📱,"hem,,ada apa,,?"tanya Leon setelah menggeser layar hijau di ponselnya.


📱,"apa maksudmu memberikan Black Card dengan Dewi, sedang kan aku wanita yang mengandung darah daging mu selalu saja kami transfer hah,,"defy marah-marah di dalam ponselnya.


📱,"kamu gak ingat di istriku defy,,"ujar Leon.


📱,"pokoknya aku tidak mau tahu,aku ingin kamu bertanggung jawab atas anak yang ku kandung ini,kamu secepatnya harus nikahi aku,atau aku akan klarifikasi semuanya Leon,,"ancam defy.


📱,"oke,, seperti yang kamu inginkan,, secepatnya aku akan nikahin kamu,,"ucap Leon.


📱,"oke terimakasih sayang,,"defy memutuskan panggilan telpon mereka.

__ADS_1


"aiss,bikin repot saja,,"Leon mendengus kesal, tangannya memijat pelipisnya yang sedikit berdenyut akibat mendengar suara cempreng defy yang marah-marah.


"dy,kok manyun,,,"Dewi melihat suaminya yang berpenampilan lusuh dan sedikit memajukan bibirnya.


"iya Deddy mengalami kerugian besar,,"ucap Leon dengan menghempaskan tubuhnya di sofa kamar.


"kok bisa,,emang perusahaan Deddy menurun,,"tanya Dewi memastikan.


"gak juga, Oya sayang seandainya kamu menghilangkan apapun itu milik Deddy kamu mau mengganti tidak,,,?"tanya Leon, Dewi mengerutkan keningnya, tidak paham arah pembicaraan suaminya yang mengada-ada.


"kok Dewi Dy,,"keluh Dewi.


"kan seandainya...!"seru Leon.


Dewi berpikir sejenak,,


"Dewi akan menggantinya, apapun caranya akan Dewi lakukan setimpal dengan yang Dewi hilangkan,,"jawab Dewi.


Leon menerbitkan senyum menggodanya,


ia sangat senang mendengar ucapan Dewi barusan yang menjadikan dirinya mengalami keuntungan besar.


"kok Deddy senyum-senyum sendiri kayak gitu,,!Dewi takut tau, jangan-jangan Deddy kerasukan,,?"tanya Dewi heran melihat suaminya.


"Deddy masih waras,,,benar kamu akan menggantinya,,?"tanya Leon lagi.


"iyalah,,"


"oke,deal kan,,"


Dewi mengangguk tanda ia setuju.


"tadi pagi,,Deddy kehilangan uang,, Deddy melihat kamu yang membuat Deddy mengalami kerugian besar,,jadi Deddy minta ganti rugi dong,,"tutur Leon.


"kok gitu Dy,Deddy bilang apapun milik Deddy juga milik Dewi, sekarang malah minta ganti rugi,,"sebel Dewi, bibirnya mulai kumat Kamit tak jelas membuat Leon terkekeh geli melihat istrinya itu makin hari makin rewel.


"Oya dong,,hidup itu harus adil,, sekarang kamu siap-siap untuk ganti ruginya,Deddy sudah kebelet,,"ucap Leon.

__ADS_1


Dewi makin tidak mengerti arah pembicaraan suaminya itu,ingin kembali bertanya tapi Dewi melihat punggung suaminya sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi.


bersambung....


__ADS_2