
pagi hari yang cerah dan Inda, dimana semua orang berada pada zona ternyaman nya,
begitu pun dengan Dewi, dengan sebuah senyuman yang tak terlepas dari wajahnya,
ia berjalan menyusuri kampus tempatnya menggali ilmu,
namun langkahnya terhenti ketika teman-temannya dengan suara cempreng memangilnya,
"Dewi,ku tersayang yang cantiknya tidak ketulungan, siapapun yang melihatnya pasti mabuk kepayang,"panggil geby yang selalu di buat-buat,
"aesss,kalian bisa tidak,tidak menggangu mood orang yang sedang baik menjadi buruk rupa hah"kesel Dewi
"kita punya kabar terbaru,.. jeng.. jeng.."ucap Rizka
"kamu mau tau tidak wik"celetuk geby yang tidak memperdulikan kemarahan Dewi sama sekali,
Dewi geleng kepala,
"kok, saya bisa yahh, temanan sama orang goblok kayak kalian,kalau begini terus bisa-bisanya aku bisa ikut-ikutan dong"Dewi memijat keningnya frustasi,
"hehe, jangan gitu dong wik,kita gak bodoh-bodoh amat,ya kan geb"celoteh Rizka,
sontak geby langsung mengangguk,
"gak bodoh dari mana, orang yang baru dengan suara kalian berdua aja uda puyeng, kalau begini terus bisa-bisa saya mati muda, gagal kawin lah gue"celoteh Dewi,
"emang Luh mau kawin ama siapa wik,"sambungan geby,yang nyerobot aja kayak kabel listrik,
__ADS_1
"luh denger kata kawin Uda nyambung aja,"timpal Dewi
"kebelet kawin mungkin wik"timpal Rizka menyudutkan geby,
"kawin apaan Riz,gue pacar aja gak punya,kecuali babang tampan kemarin datang bak pangeran dongeng melamar gue, dengan senang hati gue terima"geby mulai berhalusinasi,
Dewi dan Rizka menggeleng, melihat kelakuannya geby,
"bisa-bisa belum malam pertama Uda duluan mati tuh orang kalau kawin ama luh"celetuk Rizka
"uda-uda,emang coba apa kabar terbaru yang ingin kalian sampaikan"tanya Dewi mengalihkan perhatian karena omongan yang sudah menyimpang kemana-mana,
"kemarin gue lihat Vito,iya Vito"ucap Rizka,
"mana mungkin kalian salah lihat kali"timpal Dewi tak percaya,
"tapi kan Vito belum pulang dari luar negeri Riz,mana mungkin ia gentayangan di sini"timpal Dewi,
"yah,Uda itu terserah Luh mau percaya atau tidak,tapi benar kita gak bohong,kita lihat dia di sebuah kafe hotel ternama itu"ucap Rizka
"oke,oke, saya akan buktikan jika kalian itu tidak benar"Dewi tidak percaya sama sekali,
"bagaimana kalau kamu lihat GPS handphone Vito aja,kamu kan anak berprestasi pasti kamu tau kan"celetuk geby meremehkan,
Dewi langsung mengeluarkan laptopnya,
tangannya dengan lincah memainkan benda tersebut,
__ADS_1
tiba-tiba matanya melotot, melihat titik lokasi Vito saat ini, ternyata benar yang mereka bilang, pernah melihat Vito, seharusnya sebagai teman ia harus mempercayai teman-temannya,
"tuh,benar kan wik yang kita bilang"celetuk geby
ada raut kecewa di wajah Dewi,namu ia harus memastikan kembali alasan Vito berbohong selama ini,
"maaf ya,aku tidak mempercayai kalian"ucap Dewi tulus,
"apa gue bilang sih wik Vito tuh selama ini sering bohong ke luh"Rizka menyenggol lengan geby yang berucap nyelonong Kemana-mana,
"tak apa wik, namanya juga manusia, kadang saat ia sangat mempercayai orang tersebut,sampai ia tak bisa melihat kebohongannya sama sekali,"balas Rizka dengan senyuman terbit di wajahnya,
aku harus cari tau,apa maksud Viko berbohong dengan mengatakan ia sedang di luar negeri,
apa mungkin selama ini Vito sering berbohong,
aku harus memastikan sendiri,
batinnya,
***bersambung,,,,
next..tidak yah,,,
think you so much,yang sudah mampir,
jangan lupa tinggalkan vote dan komentar kalian di sini,oke👌👍👍👍***
__ADS_1