
bak seorang Dewi yang turun dari kayangan, wajahnya yang cantik mampu menghipnotis seketika ruangan megah itu, langkah demi langkah ia menuruni anak tangga dengan baju kebaya modern yang mengekor mengikuti setiap langkahnya yang anggun,
sebuah senyuman selalu menghiasi wajah cantiknya, seolah menyapa semua tamu yang ada,
membuat semua tamu pria panas dingin dengan perasaan yang ada di benak mereka masing-masing,
mereka memandang dengan mata yang tidak berkedip,bahkan sangat tidak rela untuk meninggalkan pemandangan itu walau hanya mengedipkan mata dalam sekejap.
"ini mah bidadari,,,!"celetuk pemuda yang tidak habis pikir melihat kecantikan dewi.
"itu siapa ya,,?"ucap tamu undangan perempuan yang hadir.
"iya,,lebih cantik dari pengantin wanitanya,,!"balas temanya.
di satu sisi, Arya mengulum senyumnya melihat bos gilanya yang sudah naik darah akibat dari sekian banyaknya laki-laki yang memuji dan memandang wanita yang sudah resmi menjadi miliknya,
ingin rasanya Leon mengorek mata mereka yang menatap Dewi dengan tatapan nafsu,atau mungkin saja,Leon akan menelan mereka hidup-hidup karena telah lancang menikmati pemandangan tubuh istrinya, walau dengan berbalut kebaya modern.
sedangkan defy, wajahnya sudah berkeringat akibat menahan gejolak emosi,andai saja di tidak dalam posisi sekarang, sudah di pastikan ia akan menjambak dan menampar Dewi yang sudah sok kecantikan di hari pesta pernikahannya, namun untuk sekarang ia harus menahan diri dimana mengingat hari ini adalah hari pentingnya, ia tak ingin acaranya hancur berantakan.
setelah merasa suasana sudah menghangat tidak menegangkan lagi, MC memulai memandu acara demi acara,
saat ini di sebuah layar lebar memperlihatkan beberapa foto prewedding mereka,
kenangan yang terindah yang pernah mereka lalui,
__ADS_1
Arya memberikan kode saat ia mendapati bahwa Vito juga hadir sebagai tamu undangan,
dengan mengunakan jasa mahal yang di rancang khusus untuknya.
Leon yang mengerti kode itu langsung mengarahkan pandangannya mencari sosok yang mereka tunggu-tunggu,
sekarang Leon sudah duduk di meja yang sudah di persiapkan, menghadap dengan pak penghulu dan dua saksi di sampingnya.
karena acara sakral yaitu ijab qobul yang mereka tunggu-tunggu akan segera di mulai,
kini terlihat Leon sudah menyambut tangan pak penghulu yang akan menikahkan defy dengan surat wali yang sah,
lantunan demi lantun do'a pun terucap,
namun seketika ruangan ini menjadi riuh,,
foto-foto terus berlalu lalang berganti,bahkan di sebuah foto terlihat mereka melakukan hubungan intim berdua,
Leon tersenyum kecut, melepaskan jabatan tangannya dengan pak penghulu,dan mengarahkan pandangannya dengan Dedy seolah bertanya dengan semua apa yang ia lihat,
defy sudah tidak tau lagi bagaimana caranya keluar dari lembah yang akan membuatnya hancur ini,
semua mata sudah mengarah padanya,
hujatan demi hujatan sebentar lagi akan datang, otaknya sudah tidak mampu berpikir dengan jernih,
__ADS_1
karena ia melihat sekelilingnya sudah menatapnya dengan tatapan yang penuh penghinaan,
satu-satunya jalan saat ini,ia harus pergi meninggalkan tempat yang semula adalah surganya kini menjadi neraka baginya,
defy melepaskan semua hiasannya,, mengobrak-abrik meja yang di hadapannya seperti orang gila,habis itu ia pergi dengan air mata dan rasa malu yang ia tanggung,
di luar hotel Vito menarik paksa defy dam memasukannya ke dalam mobil,pergi dengan cepat dari tempat itu sebelum mengatur rencana selanjutnya,
"mengapa semua jadi begini,,?"pekik Dedy di dalam mobil.
"kamu yang bodoh,, bisa-bisanya kamu tidak tau semua rencana Leon, padahal kamu tinggal satu atap dengannya,,"Vito sepenuhnya menyalakan defy.
"ya mana gue tau,, sekarang gue harus bagaimana karir ku pasti hancur saat foto itu beredar,,,"keluh defy.
"saat-saat kaya gini kamu masih memikirkan karir,,? sadar defy bukan karir kamu saja yang akan hancur tapi bagaimana dengan perusahaan saya,pasti juga akan ikut hancur gara-gara kamu,?"kesal Vito.
"kok saya,, bukankah semua ini adalah rencana kamu vit,,gue hamil gara-gara kamu,,ini semu adalah rencana kamu,,kamu bilang akan mempermudah rencana kita jika gue hamil,, sekarang apa,,?"tanya defy kesal.
"ya untuk sekarang kita cari solusi dulu, jangan bertindak gegabah dalam mengambil keputusan,, kita bisa susun rencana untuk kedepannya,,,"nasehat Vito.
mobil yang Vito bawa melintas di jalan kota dengan kecepatan penuh,
sekarang tujuan mereka adalah tempat aman terdahulu,di sebuah villa Vito memarkirkan mobilnya dan turun di iringi defy,,
ia nampak mengusap wajahnya gusar,tak habis pikir dengan rencanannya yang hancur berantakan,
__ADS_1
padahal semuanya, sudah ia persiapkan di jauh hari.
bersambung...