Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
di lecehkan


__ADS_3

hati demi hari berganti,bulan demi bulan bulan berlalu, Dewi menjalankan aktivitasnya sehari-harinya yaitu berkebun demi upah yang hanya mencukupi kebutuhannya sendiri,


"wik kamu di panggil juragan di gudang"tutur Lena sahabat Dewi di sana,


"ada apa ya Len,,?"balasnya bingung.


"aku juga kagak tau tuh wik,,,kamu temui dulu gih,,!"


"oh,ini pegang dulu,,"Dewi memberikan sayuran yang baru ia petik,


sesampainya di gudang ia melihat juragan Arman sendiri,


"juragan panggil saya"ucap Dewi


"iya kamu tolong bantu bapak untuk menyiapkan pesanan pelanggan kita,kamu ambil buah dan sayuran di dalam gudang sebelah"tutur arman


"baik gan"Dewi masuk kedalam tanpa curiga sedikitpun,saat ia sudah masuk tiba-tiba pintunya tertutup yang membuat Dewi menoleh,


terlihat pak Arman mengunci pintunya,


"bapak mau apa,,"ucap Dewi yang melihat pak Arman menatapnya dari atas sampai bawah dengan nafsu,


"Dewi, saya akan memenuhi semua keinginan kamu asal kamu mau melayani ku, kamu tidak perlu berusaha payah untuk kehidupanmu sehari hari"ucap Arman dengan nafsu yang memuncak,


"juragan jangan main-main sama saya bisa saja teriak di sini biar semua warga melihat kelakuan juragan yang bejat,"ancam Dewi


"hahaha, silakan semua warga tidak akan percaya dengan ucapan yang keluar dari mulut manis mu itu"jawab Arman yang makin mendekati Dewi,


Dewi yang panik langsung mundur karena takut,


semua buah-buahan ia lemparkan ke Arman, namun hal tersebut tidak bisa menghentikan keinginan Arman untuk melecehkan Dewi,


Dewi sudah tersudut,tak ada tempat lagi untuk menghindari Arman,


"aku mohon jangan lakukan ini"ucap Dewi yang sudah menangis ketakutan,


Arman sudah kalangan kabut dengan nafsunya,melihat wajah cantik dan tubuhnya yang indah,


Arman menangkap Dewi memegang teguh pergelangan tangan dewi,Dewi terus memberontak keras dan teriak minta tolong,


istri Arman yang mendengar suara teriakan itu langsung membuka pintunya,


ia langsung kaget melihat suaminya dan Dewi di dalam,Herman Dengan capat melepaskan tangan Dewi,

__ADS_1


"papa apaan,,,"ucapnya memarahi suaminya,


"ma, perempuan ini mencoba merayu papa,dia sengaja merobek bajunya agar papa tergoda olehnya"jawab Arman membalikkan paktah.


"apa,,dasar perempuan tidak tau diri,sini kamu,"


Liana menjambak rambut Dewi dan menyeretnya keluar,


"tidak buk, juragan sendiri yang ingin melecehkan Dewi,Dewi tidak bersalah,,"Isak Dewi


"kamu kira aku percaya sini kamu,,,bapak bapak,ibu ibu,kemarilah, lihat perempuan ****** ini,dia mau menggoda suami saya,"


beberapa warga yang melihat dan mendengar itu langsung berkumpul segera,


memang sebagian warga tidak menyukai Dewi lantaran Dewi yang memiliki paras cantik alami,


ada yang takut suaminya tergoda juga ada yang takut kekasihnya berpindah hati,ada juga karena cintanya di tolak,


"usir saja buk perempuan itu dari kampung kita,memang kelihatan kalau dia perempuan yang tidak benar"ucap salah satu warga,.


"iya buk usir saja,,,usir,,,?ucap beberapa warga, merek melempar Dewi dengan sayuran dan tomat,


"stop, stop,tidak baik kalau kalian main hakim sendiri,kita harus mendengarkan penjelasan dari Dewi,"tukas pak lurah, yang baru saja datang mendengar ada keributan di desanya,


"dia memang perempuan tak baik pak,masa ia merobek pakaiannya sendiri di depan saya, karena ingin menggoda saya, untung saja ada istri saya yang menyelamatkan saya,,"tutur Arman.


"huu,,,kalau mau jual diri jangan di sini neng,,masa cantik cantik tapi kotoran,,"ucap warga,


"tenang dulu ibu-ibu,kita juga harus mendengarkan penjelasan dewi,nak Dewi apa benar yang dikatakan oleh juragan Arman,"tanya pak lurah,


"tidak pak semua itu fitnah,Dewi tidak pernah seperti itu,,"Isak nya dengan penampilan yang sudah berantakan,


"huu,maling mana ngaku pak lurah, semua warga kan tau juragan Arman tidak pernah melakukan tindakan yang keji,ya,kan ibu-ibu,,,"jawab salah satu warga,


"uda pak usir saja,,"


"tapikan kita tidak punya bukti bahwa yang mana yang benar, bapak sendiri


yang akan mengusir Dewi jika tindakan Dewi memang di luar batas"bela pak lurah,


"dasar sok polos,,"ucap warga yang mulai bubaran,


saat mereka sudah pergi,Dewi menangis,

__ADS_1


"makasih ya pak,Uda bela Dewi"ucapnya


"tidak apa-apa nak Dewi,bapak tau kamu di fitnah oleh kebejatan Arman,tapi kita tidak punya bukti untuk menyalahkan juragan Arman,lain kali,nak Dewi hati-hati terhadap juragan Arman,"tutur lurah


"iya pak,sekali lagi terimakasih"Dewi melangkah kembali kerumahnya,


ia meratap sedih karena masalahnya tidak kunjung selesai,


saat ia lari dari masalah satunya,yang lainnya menghampiri Dewi, sungguh ia merasa manusia yang kurang beruntung lahir di dunia yang kejam ini.


semua warga mulai memandang Dewi dengan sinis,


tak ada yang percaya lagi dengannya,


ketika ia pergi ke sebuah warung ia melihat segerombolan ibu-ibu yang bergosip,


"eh Dewi,,mau kemana,,"ucap ibu-ibu satunya


"Dewi mau kewarung buk,mau beli bahan untuk masak"timpalnya sopan,


"uangnya hasil dari jual diri ya neng, cantik-cantik kok gitu"sindir ibu-ibu itu,


"apa maksudnya ibu,Dewi tidak pernah melakukan itu,"balas Dewi,


"iyalah neng mana ada maling ngaku, bisa-bisa gak muat itu penjara"


"ingat nya buk,,!kalau Dewi mau Dewi bisa rebut satu persatu suami ibu-ibu di sini,tapi Dewi bukan wanita yang demi kian,Dewi sudah menikah "ucapnya keceplosan,


"apa,,kamu sudah menikah,,"


"terus suaminya kemana,pasti suamimu malu punya istri cantik tapi nakal, hahaha"gelak tawa ibu-ibu yang memandang rendah Dewi,,


Dewi pergi karena malas meladeni ibu-ibu tukang gosip di desa itu,


"ini mulut tak bisa di kontrol,main keceplosan lagi,,"cicitnya,


Dewi mengabaikan pandangan mereka terhadapnya,ia tak peduli dan masa bodoh dengan apapun yang mereka katakan tentangnya,


***bersambung,,,


terimakasih yang sudah mampir di karya ku ya☺️☺️


biar author tambahan semangat up-nya tinggalkan like dan komentar kalian di sini,

__ADS_1


thanks you,,,☺️☺️***


__ADS_2