
ketika di kantor Arya memaparkan semua agenda kegiatan tuanya ini yang sudah menumpuk,dari sepeninggalnya,
"bos,,ini agenda penting yang harus di selesaikan secepatnya mungkin,, Oya, Angga terus mencari kesempatan untuk menyelesaikan proyek yang kita serahkan padanya,yang aku dengar ada sebuah perusahaan yang bersedia membantunya, hingga boleh di bilang proyek itu sudah seratus persen berhasil,"jelas Arya.
"hem baiklah,,jika memang harus bekerja sama dengan perusaan yang bersangkutan, maka kamu urus semuanya,malah permainannya akan semakin seru,kita lihat saja, sebagai pemilik saham terbesar jadi mereka semua dibawah kendali ku,apa kamu tau perusahaan yang bersedia membantunya,,?,"tanya enteng Leon.
Arya mengerutkan keningnya,
ia melihat Leon sangat bersemangat dalam bekerja tidak seperti kemaren sering terpaku dan melamun karena di tinggal Dewi.
"Arya,,"panggil Leon, melihat Arya yang melamun,
seketika lamunan Arya buyar mendengar panggilan dari sang bos,
"E-he, I-yaa boss,,"ucap Arya terbata.
"kamu ada masalah,,?"tanya Leon karena tidak biasa si sekertaris hebat ini melamun dalam pekerjaan,
"tidak,,saya akan melakukan sesuai keinginan bos, yang aku tahu perusaan tersebut adalah perusahaan atas nama Vito sebagai kepemilikannya,"timpalnya.
Leon mengangguk paham,tidak mungkin jika selama ini Vito tidak bergerak untuk membalasnya,mungkin ini adalah sala satu rencana Vito untuk masuk di kehidupannya,
setelah itu Arya berpamitan untuk keluar,mengurus semua surat menyurat perihal kerja sama yang mereka rencanakan,
di tempat lain...
"yes,,,aku berhasil, setelah sekian lama akhirnya aku mendapatkan kerjasama itu walaupun harus menunggu lama,,"Angga selalu menerbitkan senyum lebarnya.
"selamat tuan,,"ucap Ronald sekertaris Angga.
"kita berhasil Ronald, tak lama lagi kita akan menjadi bagian perusahaan terbesar dengan menggandeng perusahaan nomor satu tersebut,,"Angga menyampaikan semua yang menjadi pikirannya selam ini,,
tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar,
Angga melihat putrinya yang masuk ke ruang kerjanya,
"kopi yang papi pinta,,"Kalis membawa dua cangkir kopi panas.
__ADS_1
"sini sayang,papi punya kabar gembira untuk kamu,kita punya kesempatan untuk mendekati Leon,pria idaman setiap wanita itu,,"ucap Angga bahagia.
"benarkah pi,,"tanya Kalis memastikan.
"I-ya,,papi mendapatkan kerjasama dengan perusahaan besar tersebut,tentu papi banyak waktu luang untuk menjodohkan kalian,,"jawab Angga.
Kalis tersenyum mendengar kabar yang sangat baik tersebut,
"aku sudah tidak sabar menantikan untuk menjadi nyonya fexers pi,,"timpal senang Kalis.
"semuanya akan terwujud sayang,,"mereka tertawa terbahak-bahak bahagia,,
"uwohh,,"dewi mengantuk duduk sendiri di taman belakang yang menghadap ke kolam berenang,
tiba-tiba otaknya berinisiatif bertemu dengan teman-teman,
Dewi mengambil ponselnya yang sudah sekian lama ia simpan,
"ini dia,,apa ponselnya masih bisa di gunakan,,"celoteh Dewi mencoba menghidupkan ponselnya,
"tidak bisa,,"Dewi pergi ke lantai bawah untuk menghubungi Leon lewat telepon rumah,,
"telepon rumah"gumamnya,ia langsung mengangkatnya takut terjadi apa-apa pada Dewi jadi arsiy menghubunginya.
📱,i-ya bik,,apa terjadi sesuatu pada Dewi,,"ucap Leon tanpa basa-basi,
Dewi yang mendengar itupun langsung tersenyum dengan wajah merah padam,
📞, tidak,,tapi aku merindukanmu,,"goda Dewi.
📱, sayang,,itu kamu,,"tanya Leon memastikan.
📞,i-ya,,"
📱,hem,, benarkah kamu merindukan Deddy,kalau begitu Deddy pulang,,"
📞, Dy,bukan begitu Dewi minta di belikan ponsel,habis Dewi bosen di rumah,,"celetuk Dewi yang mendengar kelakuan konyol suaminya yang ingin pulang.
__ADS_1
📱,ohh,, baiklah,kamu tunggu sebentar,,jadi benar tidak merindukan Deddy, padahal Deddy sudah sangat merindukan istri Deddy, rasanya sudah berhari-hari tidak bertemu,"kini berbalik Leon yang menggoda istri mungilnya,
📞, Dy ini baru beberapa jam,bukan hari,,"celetuk Dewi.
📱,oke,,kamu tunggu sebentar ponselnya,, Deddy masih banyak kerjaan jadi tidak bisa membelinya langsung untuk istri Deddy,,"
📞,tidak apa Dy, love you,,"Dewi memutuskan panggilan teleponnya.
Leon yang mendengar ucapan Dewi yang terakhir, hatinya berbunga-bunga, rasanya ingin segera menerkam istrinya,,
ting tong,,,
bel pintu berbunyi...
Dewi yang mendengar itu langsung membuka pintunya,ia yakin kalau itu adalah kiriman dari pria tampannya.
"dengan nona Dewi,,,"tanya orang tersebut,bukan kurir, karena dapat di lihat dari pakaiannya.
"iya saya sendiri,,"timpal Dewi aneh dengan orang di depannya ini,
"ada kiriman dari pak Leon,,"ujarnya.
orang tersebut memberikan paper bag yang ia pegangan,
tak tanggung-tanggung,Leon ingin orang pemilik tokoh itu sendiri yang mengantarkan pesanannya,ia tidak ingin membuat istrinya berkontak langsung dengan sembarang orang.
"terimakasih,,"ucap Dewi senang.
"sama-sama nona,kalau begitu saya pamit,,"ucap orang tersebut.
Dewi hanya mengangguk,
begitu cantik dan lembut, benarkah dia wanita yang ada di topik berita beberapa hari yang lalu, seorang wanita yang mampu mengandeng Presdir dingin itu,
benak pria tersebut,
ia tersenyum senang,sebab telah diberikan kesempatan melihat wanita cantik yang mampu mencairkan gunung es tersebut, meskipun dengan perdebatan panjang karena Leon meminta dirinya langsung yang mengantarkan pesanan tersebut, dengan perdebatan panjang mereka Leon mengancam akan menutup tokonya jika tidak memenuhi keinginannya hingga menjadikan Leon lah menjadi pemenangnya,,
__ADS_1
bersambung...