
"tunggu,,"
Sony berbalik dan melotot, matanya serasa ingin keluar dari tempatnya, melihat siapa yang sudah memangilnya,
rasa takut kini menjalar ke setiap nadinya,seketika saja semua bulu kuduk berdiri merinding ngeri melihat siapa yang ada di depannya,
ingin rasanya Sony berlari namun apa daya,sekuat apapun ia berlari tetap Leon akan mendapatkannya,
langkah demi langkah Leon menghampirinya,apa kemarahan sudah terlihat jelas di wajah tampannya,
langkahnya yang jenjang menambah kesan pria tampan itu,
satu,,dua,,tiga,,
buyrrr,,,
tinjauan kuat itu melayang sempurna di wajah tampan Sony,
Sony tak berdaya,melawan pun akan percuma,jadi ia hanya membiarkan Leon melampiaskan segala emosinya, dengan memukul dirinya,
"pengecut,,"kerak buyurrr,,Leon memukul Leon bertubi-tubi,
"bangun Sony,,lawan akun dengan semua kekuatan mu,,ayo,,!'"ucap Leon dengan memegangi kera baju Sony dan mengangkatnya untuk bangun,
ketika Leon ingin memukulnya lagi, suara Arya menghentikan semuanya,
"hentikan Leon sebelum kamu menyesali semua,,!"ucap Arya, mendengar penuturan Arya Leon berbalik menatap tajam Arya,mata elangnya sudah memancarkan kemarahannya kembali,
"oh,,jadi kamu tau semua ini Arya,kalian kerja sama membuat alur cerita yang sangat menarik ini,kalian patut di puji untuk ini,,"Leon melepaskan Sony,kini mata elang itu berubah menjadi redup beralih kecewa,dari sudut matanya laki-laki itu mengutarakan kekecewaannya terhadap kedua temannya,dimana sebuah dinding kepercayaan yang kokoh telah ia bangun kini hancur luluh lantak tak tersisa,
__ADS_1
"Sony,,kamu tidak apa-apa,,?"tanya Arya, mengalihkan perhatian Leon.
Sony hanya menggeleng seolah mengutarakan bahwa dia baik-baik saja,
Leon pergi begitu saja dengan langkah gontainya, pandangannya kosong sebuah senyuman yang hampa menghiasi wajah kecewanya, dengan tatapan menerawang jauh ke depan, hatinya sakit bak di cabik-cabik oleh sembilu yang tajam,
luka tak berdara ini sungu sakit rasanya tak bisa ia gambarkan dan atau sebagai perumpamaan,
"Leon tunggu,,"ucap Arya,mengerjai langkah gontai Leon,
mendengar itu leon mempercepat langkahnya,
ia tidak ingin berurusan kembali dengan orang yang sudah melulu lantakkan kehidupannya,
ketika Arya baru saja keluar, ia sudah melihat motor sport itu sudah melaju dan pergi,
Leon sampai di kamar hotelnya,ia bergegas berkamas, karena pikirannya teramat kecewa tiba-tiba bayangan kelam masa lalunya datang tanpa di undang,
"arghh,,"Leon memegang kepalanya yang terasa sangat sakti, hingga membuat ia berujung terkapar di lantai,
mata hari yang semulanya menyongsong di atas kepala,kini telah bersembunyi membiarkan bumi dalam kegelapan tanpa cahaya bintang dan bulan,tiupan angin malam yang lembut,menerpa wajah laki-laki tampan itu hingga membuat dirinya tersadar dari pingsannya,
"awu,"keluhnya setelah mengerjakan beberapa bagian anggota tubuhnya,
"mengapa begitu sakit,,"rintihannya,kini Leon menekuk lututnya, membuat ia meringkuk memeluk tubuhnya sendiri, laki-laki yang semulanya gagah dan perkasa kini menjadi lemah tak berdaya,tidak ia sadar cairan bening itu jatuh mengingat semua penghianatan temannya,apa bumi pun akan berkianat dengannya,
lama ia terdiam terpaku sendiri hingga ia memutuskan pergi ke balkon menopang kedua tangannya pada pagar balkon menikmati angin malam yang bertiup lembut,
"Arya, sekarang kita harus bagaimana,,ia sudah menemukan ku,aku rasa dia tidak akan mau lagi bertemu kita,,"ujar Sony, yang sedang mengoles salep pada wajahnya yang memar hingga membiru.
__ADS_1
"entahlah,kali ini ia benar-benar kecewa terhadap kita,,bahkan aku tidak bisa menduga sampai kapan Leon bisa memaafkan temannya seperti kita ini,"timpal Arya dengan wajah yang di topang oleh kedua tangannya dengan sikutnya yang menancap pada lutut,
"apa kita jelaskan saja,,"pendapat Sony,
"dia tidak akan percaya,,oh ya, bagaimana keadaan Dewi,,?"tanya Arya di salah pembicaraannya.
"sudah lumayan membaik, tinggal melakukan pemulihan agar semuanya normal kembali,,"timpal Sony.
"besok aku akan menjenguknya,,"ujar Arya,
"pastikan dahulu Leon belum pulang yak,,"tutur Sony,
"saya tidak bisa pastikan,,tapi ia bisa bolak-balik jika menyangkut hal penting,,"jawab Arya.
"hehe,kamu benar,gue sampai lupa siap teman kita itu,,"Sony cengengesan.
"iya,, seseorang yang sangat keras kepala,,tapi sungguh memiliki hati selembut sutra,,"timpal Arya menerawang semua kenangan mereka di masa muda,
"itu karena ia di didik begitu keras oleh keadaan,,sebab itulah ia memiliki mental yang kuat seperti baja,, namun memiliki hati yang begitu lembut selembut sutra,"ujar Sony,
mereka melakukan timpal jawab mengenang semua kenangan mereka, kisah masa remaja mereka yang pernah mereka lalui bersama,
hingga rasa kantuknya datang mengunjungi, membuat dua sekawan itu memejamkan matanya dengan dengkuran kecil yang sudah terdengar, melupakan dan meninggalkan permasalahan sementara,membiarkan tubuh mereka beristirahat di peraduan untuk memulai hal-hal baru di keesokan hari,,
***bersambung...
terimakasih sudah mampir di karya ku,
mohon maaf kalau belum bisa memuaskan para pembaca,
__ADS_1
author hanya menjalankan hobi,tidak lain dan tidak bukan author sedang belajar,
jangan lupa terus dukung karya author dengan meninggalkan like, vote,dan komentar kalian di sini☺️☺️ terimakasih 🙏🙏***