
setelah sekian lama tidak menginjakan kakinya ke rumah besarnya,
kini Leon sudah berada di depan pintunya,ia bernafas sejenak, melepasnya dengan berat,kaki terasa kaku,hati terasah membeku,banyak sekali hal-hal yang berkecamuk di dada, yang ia u tidak tau itu apa,
setelah pintunya ia dorong seorang wanita paruh baya tersenyum,ia duduk di sofa, seakan-akan sudah menjamur menantinya,
"bi,"Leon Menghampirinya, dengan degup jantung bergemuruh di dada,
saat hampir hendak sampai di depan bibinya,sontak bayangan itu menghampiri Leon,
kakinya gemetar, dengan keringat dingin yang mulai bercucuran di wajah tampannya, kondisinya sudah tak terkendali lagi, sebuah bayangan itu kembali mengisi benak Leon dengan sepenuhnya, otaknya mulai berpikir tak karuan,
ia menjerit-jerit dengan menutup telinganya,
dan benar saja laki-laki yang gagah perkasa itu terkapar begitu saja di lantai,
Aisyah menghampiri Leon menyuruh pelayan pribadi mengangkat Leon ke kamarnya,
setiap kali datang kerumahnya,Leon selalu saja seperti ini,ia belum bisa menerima semua,
"yon, sayang,,kapan kamu melupakan semuanya,bibi tak selamanya bisa berada di samping mu,
kamu harus belajar kuat menerima kenyataan sayang,
semuanya sudah lama berlalu, mengapa bayangan itu tak memudar sama sekali, bahkan sampai sekarang bayangan itu masih terus menyiksa batin mu"Aisyah mengelus kening Leon dengan lembut,
wanita paruh baya itu,
selalu berharap Leon datang dengan normal tanpa embel-embel semua bayangan masa lalunya,
"bi, siapa mereka, mengapa Leon tidak mengetahuinya sampai sekarang, hidup Leon tak bisa tenang sama sekali hingga sekarang,Leon tak akan melepaskan mereka begitu saja,sebelum Leon membalasnya dengan adil"ucapnya dengan setengah kesadaran,air matanya sudah mengenang di pelupuk mata,
__ADS_1
"tidak sayang,bibi gak ingin kamu hidup dengan dendam, semuanya telah berlalu,bibi yakin setelah kamu menemukan seseorang yang mengisi hatimu,kamu bisa melupakan semuanya"tutur Aisyah,
"tapi nyatanya Leon tak bisa bi, Leon sudah mengenal begitu banyak wanita, buktinya sampai sekarang Leon belum bisa melupakan itu semua,!"balas Leon yang masih terbaring lemah di tempat tidur.
"tidak sayang,kamu mencari seseorang untuk menghibur diri,bukan untuk mengisi hati, cobalah mencari yang benar-benar tulus padamu,bukan yang membutuhkan mu, seseorang yang tulus,tidak meminta apapun padamu,ia akan menangis jika kamu bersedih, tersiksa jika kamu menderita,kecewa jika kamu berbohong, bahagia melihat mu bahagia walaupun tidak memilikimu sekalipun ia tetap akan bahagia, carilah nak,,,bibi sudah tua ada saatnya bibi meninggalkan mu, sebelum itu terjadi bibi ingin kamu menjadi sosok yang kuat menghadapi masa depan,"jelas Aisyah panjang lebar, agar Leon mengerti,
Leon terdiam, otaknya mencoba mencerna kata-kata Aisyah, semua ada benarnya, selama ini semua wanita yang ia kenal mau melakukan apapun untuknya bahkan menyerahkan harga diri sekalipun,tapi setelah itu mereka akan meminta imbalan besar-besaran padanya.
setelah panjang lebar berbicara dengan Aisyah,
Leon bangkit,ia mengingat ponsel milik Dewi yang ia letakkan di tas kerjanya,
"bi, sebenarnya beberapa hari ini ada seseorang yang selalu melintas di pikiranku,aku tak tahu rasa apa itu,
padahal kami baru beberapa kali bertemu, itupun tidak dengan di sengaja"celetuk Leon sambil meraih ponsel Dewi di tasnya,
Aisyah tersenyum,
Leon menggeleng pelan,
ia menyerahkan ponsel milik Dewi yang tak sengaja jatuh,
Aisyah tersenyum melihatnya,
"gadis yang manis, begitu cantik dan anggun,apa ia sudah bekerja?"tanya Aisyah,
Leon menggeleng
"dia seorang mahasiswa bi,"balas Leon,
"oh, cantik dan muda, pasti dia mahasiswa yang berprestasi"ujar Aisyah,
__ADS_1
"mengapa bibi begitu yakin?"tanya Leon
"emm, kamu tidak akan sembarangan mengizinkan bayangan seseorang melintas begitu saja di pikiran mu, tanpa melihat kelebihan seseorang itu dulu!"celetuk Aisyah,
Leon cengengesan tak karuan, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
"ya udah,bibi mau turun ke bawah dulu,mau siapin makan buat Leon"Aisyah beranjak dari tempat duduknya,
sebelum memberikan diri,
Leon mengutak-atik ponsel milik Dewi,
karena tak tau kata sandinya,ia terpaksa mengeluarkan kemampuannya untuk melihat isi dari ponsel Dewi,
Leon sedikit menyunggingkan bibirnya,
melihat beberapa panggilan keluar yang bernamakan llove ,
"jadi seseorang yang Dewi cari adalah pacarnya"celotehnya sendiri,
setelah puas Leon meletakkan ponselnya ke sembarang tempat,
ia membersihkan dirinya terlebih dahulu,
pria itu begitu tampan dengan rambut yang masih basah mengeluarkan aura ketampanannya,
tiba-tiba ponsel milik Dewi bergetar entah siap yang melakukan panggilan video dengan Dewi, Leon awalnya tidak begitu memperdulikan namun panggilan tersebut berlangsung beberapa kali, yang membuat ia terpaksa mengangkatnya,
***bersambung,,,
next ya***,
__ADS_1