
geby dan Rizka menyusul Dewi ke toilet,
ada perasaan khawatir melihat temannya yang sedang tidak enak badan.
mereka menunggu Dewi di depan pintu,
"kamu kenapa,,?"tanya Rizka yang melihat geby melamun.
"apa benar Dewi seperti yang mereka ucapkan,,?"Kepuh geby dengan menarik nafas dalam-dalam.
"apa kamu mempercayai mereka,,?"tanya balik Rizka yang melihat keraguan geby.
geby menggeleng.
"tapi Dewi tidak menyangkalnya saat aku tanya,,"jawab geby.
tampak Rizka hanya diam,ia memikirkan hal yang baru saja geby ucapkan,
"sudahlah nanti Dewi sendiri yang akan menceritakan kebenarannya,"keluh Rizka.
"tapi ia sadar setatusnya saat ini punya suami,"geby kembali mengungkapkan kekhwatiran dirinya.
"seharusnya ia tidak melakukan itu,,"sambung geby.
saat mereka dalam lamunan mereka masing-masing,Dewi membukakan pintunya,ia heran melihat kedua temannya yang ada di sana.
"kalian lagi ngapain,,?"tanya Dewi.
"kami menunggumu,apa kamu sakit,,?"tanya balik Rizka.
"tidak, kemungkinan hanya masuk angin biasa,entar sembuh sendiri,,"timpal Dewi.
"ya,, udah yuk,,"mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
namun tiba-tiba dalam perjalanan menuju meja kerjanya, Dewi ambruk dan pingsan.
"wik kamu kenapa,,"Rizka membangunkan sahabatnya tersebut.
" tolong,,tolong,,"teriak geby.
"ada apa,,"sekejap semua karyawan berherumun mengelilingi mereka.
__ADS_1
"tolong mas angkat teman saya,,"teriak Rizka pada salah satu karyawan laki-laki di sana.
"hey mbak,, mungkin sahabat mbak itu sedang hamil,,tapi apa ia tahu ya siap bapaknya,,"cibir mereka.
"kalian kalau gak bisa bantu,gak usah banyak bicara,"hardik geby.
"mas tolong angkat ke mobil saya,saya akan membawanya ke rumah sakit,,"ucap Rizka.
salah satu laki-laki di sana mengangkat Dewi,
dengan perasaan khawatir Rizka mengemudi dengan cepat meninggalkan kalangan perkantoran.
"ini gimana Riz,, kita tidak tahu nomor suaminya untuk memberikan kabar,,"keluh geby.
"yang penting kita bawa duluan Dewi ke rumah sakit,baru kita cari cara untuk menghubungi suaminya,"timpal Rizka.
sesaat setelah kepergian Dewi ke rumah sakit, mereka melihat CEO mereka berjalan terburu-buru di iringi dengan Arya di belakangnya,tampak jelas di wajahnya tersemat kekhwatiran yang begitu besar.
"ada apa dengan bos kita,,?apa dia mau pergi ke rumah sakit,,?"mereka terheran-heran melihatnya,baru kali ini ia melihat garis wajah CEO mereka dengan rasa khawatir.
sedangkan Rizka dan geby mondar-mandir di depan pintu tempat Dewi dirawat,
dengan arah yang berlawanan membuat dua sekawan itu tampak sangat khawatir.
"dok bagaimana keadaan teman saya,,"tanya Rizka.
"nona baik-baik saja,ia sudah sadar silakan masuk, saya tinggal sebentar untuk memastikan kebenarannya"timpal dokter tersebut.
"Alhamdulillah,,"ucap mereka serentak.
Rizka dan geby langsung masuk,
"wik kamu baik-baik saja,,"Rizka mendekat kearah ranjang yang sedang Dewi tempati.
tiba-tiba terdengar suara pintu dilabrak keras.
"sayang kamu tidak apa-apa,,?"tanya Leon yang baru saja datang.
seketika mata Rizka dan geby membulat sempurna, melihat CEO mereka datang.
dengan rasa khawatir yang tengah bergejolak di dalam dirinya, Leon membelai lembut rambut sang istri,Tampa memperdulikan sahabat Dewi yang tengah merasakan keheranan.
__ADS_1
seorang dokter masuk dengan sebuah senyuman yang manis.
ia membungkuk di depan Leon memberi hormat,
"siang tuan,,"ucap sang dokter.
Leon hanya mengangguk sebentar dan langsung kembali memperhatikan Dewi.
"selamat,, tuan sebentar lagi menjadi seorang Daddy,,"ucap sang dokter.
mendengar itu mata Leon membulat sempurna,ia menghujani Dewi dengan ciuman dimana-mana, mengucapkan rasa syukurnya yang tak terhingga.
sedangkan Dewi yang mendengarnya, air matanya menetes tak percaya,
ia memeluk Leon menangis dalam pelukannya terisak-isak,rasa bahagia dan bercampur haru yang tengah ia rasakan.
sekian lama menunggu, akhirnya Tuhan mengabulkan keinginan mereka.
setelah merasa tenang Dewi melihat kedua temannya menatap heran di sudut ruangan,
Dewi memangilnya,
"apa kalian tidak bahagia,,"tanyanya yang melihat kedua temannya yang menampakkan muka heran bukan bahagia,
mata mereka beralih pada sosok laki-laki yang ada di samping dewi.
ia tak habis pikir dengan Dewi yang mengkhianati suaminya hanya karena melihat Leon yang sempurna dan serba ada,
"terimakasih tuan, sudah bersedia datang menjenguk sahabat saya,tapi jujur saja kalian tetap salah,
Dan kamu wik, hanya karena melihat laki-laki yang lebih,kamu rela menghianati suami kamu,aku gak suka itu, mana Dewi yang dulu ku kenal,kamu berubah,ia tidak akan melakukan hal yang buruk seperti ini,aku kecewa sama kamu wik,,"Rizka meninggalkan ruangan itu,
geby yang semula hanya diam, iapun menyusul Rizka berpaling pergi.
"geby tunggu, kalian salah paham,"cegah Dewi,namun geby tak menghiraukan,jangankan berhenti menoleh pun enggan.
kristal bening pun terjatuh begitu saja di pelupuk mata Dewi,ia merasa bersalah belum memberitahu sahabatnya tentang semuanya.
"apa Dewi sala Dy,,"lirihnya.
Leon menggeleng, memangku istrinya yang begitu rapuhnya,
__ADS_1
"kamu tidak salah sayang, hanya saja belum waktunya kamu untuk memberitahu, kita cari waktu yang tepat untuk memberitahu mereka,,"timpal Leon menjelaskan.
bersambung...