
Dewi melakukan kembali rutinitasnya yang tertunda barusan, saat dia tengah sibuk merapikan barang yang baru ia beli di mana tempatnya semestinya.
namun tiba-tiba saja tangan kekar suaminya sudah melingkar deng sempurna,deru nafasnya tidak seperti biasanya, laki-laki itu tengah menahan gejolak di dalam sana untuk segera melakukan penyatuan segera.
"sayang bersiaplah untuk membayar kerugian suamimu ini"ucap Leon dengan sedikit mendesah menggoda Dewi.
"oke baiklah tuan rentenir,,"cabik Dewi.
kini Leon mengangkat tubuh Dewi ala bridal style, yang membuat tubuh mungil sang istri melayang ke udara,
seketika Leon meletakkan Dewi di pusar tempat tidur king brezer di kamar luas mereka,Leon mencumbui tubuh Dewi,
memainkan apa yang mestinya ia mainkan,
ada sebuah senyuman menyaringnya ketika mendengar desah yang keluar dari mulut istrinya.
"sangat merdu sayang,,"
mereka tenggelam dalam surga dunia yang mereka nikmati.
semuanya di sibukkan dengan isu yang beredar, bawah Leon fexers seorang pengusaha sukses,akan mempersunting seorang gadi cantik yang berprofesi sebagai aktris, begitulah kabar yang tengah menjadi trending topik saat ini, membuat kamu hawa putus asa dan kecewa karena pangeran impian mereka tidak bisa mereka miliki.
"beb,,apa kamu sudah selesai mengurus semuanya,,?"tanya defy.
"hem,,,Arya yang bertanggung jawab mengurusnya,,"timpal Leon dengan wajah datar.
"Oya,kapan kita penting baju pengantinnya,,kamu gak lupa kan pesannya di butik yang aku maksud,,"tutur Defy
Leon mengangguk-angguk tak jelas mendengar penuturan defy,
"hey,,kamu gak jeles kan,, harus menyaksikan pernikahan kami yang mewah meriah,,, tidak seperti dirimu,,"ucap defy,yang menatap.dewi tak suka.
Dewi hanya tersenyum kecut,,
"siapa juga yang jeles sama mbak,, kurang kerjaan lah aku,,,"timpal Dewi santai, padahal hatinya panas dan gelisah jika mendengar pernikahan mereka.
Leon menatap Dewi, sesungguhnya ia tak tega melakukan ini semua.namu apa boleh buat, semuanya demi kebaikan mereka,
"Dy,"Dewi memangil Leon membuyarkan lamunan laki-laki tampan itu,
__ADS_1
"hem,,apa sayang,,,"tanyanya.
"besok aku boleh jenguk bunda gak, sekalian nginap di rumah mereka,,!"
Leon yang mendengar itu langsung meninggalkan Dewi dengan muka masam, entah apa yang ia rasakan.
Dewi merasa aneh, kenapa tiba-tiba moodnya Leon berubah.
"pergi sana,,siapa juga yang larangan kamu untuk pergi kemanapun, sekalian.gak usah kembali,,"celetuk defy.
"hey,mbak ondel-ondel,gak usah ikut campur, ini itu urusan suami istri,urusan rumah tangga gue,,jadi gak usah sok ngerti,,"balas Dewi sembari melangkah,menyusul Leon.
Dewi membuka pintu kamarnya pelan-pelan,
namu ia melihat Leon tidak ada di sana ,ia melihat sekelilingnya naasnya matanya tidak kunjung menemukan sosok yang ia cari,
saat hendak keluar,Dewi melihat pintu arah ke balkon terbuka terlihat dari gorden yang melambai tertipu angin,
Dewi melihat laki-laki tampan itu menyadap sebatang rokok dengan kasar,
mukanya yang dingin semakin terlihat tidak senang.
"pergilah,,itu berarti kamu mundur sebelum perang dewi,,"ucapnya kasar.
Dewi tidak mengerti, niatnya baik untuk menjenguk orang tuanya,
"tapi Dy,,"belum sempat Dewi meneruskan kalimatnya Leon sudah pergi meninggalkannya,
terlihat sekali laki-laki itu sedang marah, karena sikapnya yang selalu mengabaikan Dewi,
hari semakin larut,Dewi tidak bisa memejamkan matanya sebab sejak pergi Leon masih belum kembali,ada perasaan khawatir di hati Dewi karena laki-laki itu pergi dengan keadaan marah yang tidak jelas,
Dewi bergumam dengan pikiran dan perasaannya sendiri,
"Dy,kamu dimana,,jangan bikin aku khawatir,,"cicitnya.
tidak terasa air matanya menetes,
Dewi menghubunginya namun sayangnya,yang bicara adalah emak-emak operator yang mengatakan kalau nomor yang ia hubungi sedang berada di luar jangkauan,
__ADS_1
perasaan terus menganggu, rasa kantuk pun tak kunjung menghampiri,
semua rasa campur aduk menjadi satu,
"bikin repot saja,,,"Arya mengacak rambutnya gusar,sebab dari tadi mendengar suara racuan bos gilanya ini yang tengah mabok,
"ini anak ngapain juga datang ke apartemen gue sih ahh,"Arya makin pusing.
tiba-tiba Arya mendengar bos gilanya itu sudah mendengkur,itu artinya ia aman untuk beberapa waktu sebab matanya yang sudah sangat kaku ingin segera terpejam menuju alam mimpi,
"tidur dulu ya bos,,gue ngantuk banget,,"keluh Arya sembari membaringkan tubuhnya di samping Leon yang sudah mendengkur lembut,
kini dua pria itu tidur pules dalam satu ranjang,
tiba-tiba Arya mendengar upatan demi upatan mengutuk dirinya,
ia mencoba membuka matanya pelan,
"perasaaan ia baru saja memejamkan matanya tapi mengapa cepat sekali paginya,ini orang juga bikin report saja"keluhan Arya,ia mengubah posisi membelakangi Leon.
"woy bangun,,loh ngapain tidur satu ranjang sama gue hah,,gak sudi gue,,,"cecer Leon.
Leon mengguncang- guncang tubuh Arya yang masih tertidur.
Arya melayangkan tatapan sinisnya ketika ia membuka matanya,
"Luh Uda mulai berani luh,,"tunjuk Leon.
"Luh yang harus sadar,ngapain juga datang ke apartemen gue,,buat gue begadang pulak,,"marah Arya.
"ya gak harus satu ranjang kan,, jangan-jangan Luh ngapa-ngapain gue lagi"
"aiss,gak sudi gue,"Arya meninggalkan Leon ke kamar mandi.
laki-laki itu terus saja mengumpat Arya,
Arya yang tidak ambil pusing hanya mengabaikannya tidak ingin meladeni bos gilanya ini yang akan berujung pemotongan gaji bulanannya beberapa persen,.
bersambung..
__ADS_1