
pagi hari yang di sambut segumpal awan yang hampir turun membasahi bumi,hawa dingin yang mulai terasa di kaku di kulit,
Dewi duduk berdiam diri di kamar, menatap ponselnya yang sudah beberapa kali berdering,
namun ia tau Rizka ingin bertanya menyangkut dirinya yang sudah beberapa hari tidak mengikuti mata kuliah,
wanita cantik itu pergi ke dapur, dimana bundanya melakukan aktivitas paginya, iya itu memasak,
"Dewi bantu ya bun"ucap Dewi setelah menghampiri bundanya,
"eh,uda bangun kamu,tumben banget bangun pagi-pagi sekali"tanya desi,
"masak apa bun"Dewi sengaja mengalihkan pembicaraan,
"kamu kenapa sayang,ada masalah cerita sama bunda,bunda tau itu,,!"Desi menatap putrinya dengan lekat, karena tak biasanya Dewi menghindari pertanyaan bundanya
"tidak apa-apa bun,Dewi berencana ingin cari pekerjaan hari ini,bunda do'akan biar Dewi cepat keterima ya,,!"balasnya dengan senyum
"jadi sekarang kamu memutuskan untuk berhenti kuliah"tanya Desi dengan raut sedih, melihat putrinya harus menghentikan pendidiknya.
"sementara bunda,nanti Dewi atur waktunya jika Dewi sudah dapat pekerjaannya"jawabnya Dewi sembari terus memotong sayuran,
Dewi sudah bersiap diri, berpakaian rapi dan bersih,rambut hitamnya ia kuncir kuda ia terlihat lebih dewasa dan sangat cantik mengunakan pakaian kerja,
namun dengan pendidikan dan belum mempunyai pengalaman untuk bekerja, membuat ia susah untuk mendapatkan pekerjaan,
"gue kemanan lagi,,,! capek juga keliling muter-muter"keluhnya
Dewi bersandar di sebuah bangku taman di pinggir jalan, rasa pegal dan kaku begitu terasa di kaki mulusnya, wanita itu menyandarkan punggungnya,memejamkan matanya berharap rasa lelahnya hanyalah sebuah mimpi belaka
tiba-tiba ia di kagetkan dengan sebuah tangan yang menariknya,
"hey kamu apaan,,,"kalimatnya terhenti ketika tau orang yang menariknya adalah Leon,
__ADS_1
"ikut aku sekarang,,,!"ucap Leon dengan penekanan,
"tapi gue harus cari kerja Leon,,"balasnya menolak,
"saya akan bayar kamu,,"bantah Leon
Dewi terdiam tak mengerti arah pembicaraan Leon barusan,ia mengikuti Leon membisu tanpa suara, laki-laki ini begitu angkuh tak mungkin juga ia menolak,ada perasaan lega ketika Dewi melihat mobil Leon memasuki halaman rumah sakit,
Leon turun dengan terburu-buru, menarik paksa Dewi Hingga Dewi merasakan sakit di pergelangan tangannya yang di pegang Leon,
"bi,"panggil dewi setelah sampai di kamar Aisyah,
"kamu dari mana saja hem,bibi sudah lama menunggu,"Aisyah terlihat lebih lemah dari kemarin,
"Dewi hari ini cari pekerjaan bi,bibi baik-baik saja kan,"tanya Dewi menghampiri Aisyah lebih dekat,
"bibi tak akan pernah baik kalau belum ada seseorang yang akan bersedia menjaga anak bibi ini"Aisyah mengalihkan tatapannya pada Leon yang berdiri di sisi lain Aisyah,
"bibi apaan,leon sudah besar,gagah dan kuat,ia tak perlu lagi ada orang untuk menjaga"tutur Dewi,
Dewi menatap Leon seakan meminta penjelasan,tapi Dewi hanya mendapatkan balasan tatapan yang dingin dan tajam,
"tapi bi,,,!"Dewi tak yakin dengan keputusan bibinya,bukan apa-apa,hanya saja ia belum siap untuk menjadi seorang istri,
"sayang,bibi mau bicara pada Dewi bisa Leon keluar sebentar"pintanya pada Leon yang sedari tadi berdiam diri saja,
setelah kepergian Leon, Aisyah menggenggam erat tangan Dewi,
"bibi yakin kamulah yang mampu menjaga Leon,kamu anak baik dan tulus,dia terlihat kuat namun sesungguhnya ia begitu rapuh,ia butuh sosok seperti kamu ada di sampingnya sosok yang tak mudah menyerah,bibi titip Leon ke Dewi, belajarlah untuk melihat sisi pandang dari arah lain terhadap Leon,sebenarnya ia orang yang lembut dan penyayang,suatu saat nanti kamu akan tau siapa Leon, bagaimana Leon yang sebenarnya,bibi mohon kamu mau menikah dengannya, agar bibi bisa pergi dengan tenang,,"pintanya dengan cairan bening yang sudah mengenang di pelupuk matanya,
yang membuat Dewi tidak biasa menolak,
setelah Dewi memutuskan menyetujui permintaan Aisyah,Leon masuk dan membawa Dewi keluar,
__ADS_1
menyusuri lorong rumah sakit yang sepi, setelah merasa aman,Leon tiba-tiba berhenti,
ia bicara dengan Dewi tanpa menatap Dewi,lelaki tampan itu hanya memunggungi Dewi,
"aku mohon kabulkan permintaan bibi Aisyah, menikahlah denganku,aku janji akan memenuhi semua kebutuhan mu dan permintaan mu sebagai imbalannya"celetuk Leon tanpa basa-basi
Dewi merasa harga dirinya begitu tak berarti sekarang,
namun ia terlanjur berjanji dengan bibi Aisyah,
akan memenuhi permintaan terakhirnya,
"tapi satu hal setelah kita menikah, jangan pernah mencampuri urusan pribadi ku, begitu pun dengan urusan pribadi mu aku tidak akan mencampurinya,"
jelas Leon lagi,
setelah usai mengucapkan ijab qobul,
Aisyah menghembuskan nafas terakhirnya dengan sebuah senyuman yang menghiasi wajah cantiknya,
ia pergi dengan tenang tanpa beban,
karena ia yakin suatu hari nanti Leon dan Dewi bisa mengerti satu sama lain,
beberapa hari sudah berlalu,Leon masih enggan bertutur sapa pada orang lain,perasaan sedihnya masih menggerayangi pikirannya,
bagaimana tidak sekarang orang yang sudah membesarkannya juga mendidiknya setelah kepergian orang tuanya,juga pergi meninggalkannya,
sedangkan di sisi lain Dewi yang berada di rumah orang tuanya,merasa kuatir dengan keadaan orang yang sudah mengucapkan ijab qobul untuknya,
namun ia tak bisa berbuat apa-apa lantaran Leon sendirilah yang memintanya untuk kembali ke rumah orang tuanya,,,
mereka berdua larut dalam pikirannya masing-masing,
__ADS_1
berada berjauhan,walau saling membutuhkan,
bersambung,,,