Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
penguasaan sesungguhnya.


__ADS_3

"tuan Angga, Arya asisten perusahaan besar Alazca,


mengundang anda untuk makan siang,,"ucap asisten Angga.


ia berpikir sejenak,ada apa gerangan mereka ingin bertemu dengannya, padahal beberapa kali ia mengundang mereka selalu menolak,


baik di jamuan biasa baikpun jamuan besar-besaran,


"kita berangkat, jangan menunda-nunda kesempatan yang sudah ada di depan mata Ronaldo,,"ucapannya pada Ronaldo asisten pribadi Angga.


"baik tuan,,"balas Ronaldo.


di sebuah hotel VIP room,jamuan makan siang yang istimewa yang di siapkan langsung dari perusahaan Alazca, entah untuk membuat kesepakatan,atau hanya untuk mengingatkan, atau sekedar embel-embel,


karena sebagai pemilik perusahaan Leon paling membenci hal itu, biasanya mereka mengundang hanya untuk mengambil simpati untuk keuntungan mereka saja, begitupun yang tengah ia lakukan sekarang,Leon menjamu Angga hanya sekedar basa-basi untuk memperingati,atau mengintimidasi saja.


"selamat datang tuan Angga,"ucap Arya dengan sedikit menunduk,


"tak usah sungkan pak Arya, terimakasih sudah mengundang saya untuk makan siang yang istimewa ini, sebagai pemilik perusahaan yang kecil di mata kalian tentu hal ini sangat membuat saya terhormat "balas Angga.


"pak Angga bisa saja,,tak perlu memperkecil diri seperti itu,,pak Angga orang besar, saya sangat terharu dengan hati pak Angga yang sangat dermawan,,"tutur Arya.


"justru saya yang sangat tersanjung,, bagaimana bisa orang besar seperti pak Arya bisa bertutur kata dengan lembut dan sopan terhadap orang biasa,, Oya apa pak Arya sendiri,,?"tanya pak Angga yang melihat Arya hanya sendirian.

__ADS_1


"betul sekali pak,,pak direktur, beliau sedang sibuk,jadi beliau mengutus saya untuk menemui anda,,"jawab Arya.


"oh begitu,,sayang sekali,,! padahal saya akan merasa terhormat lagi jika bertemu dengan orang seperti dia,,"timpal Angga.


"atas nama beliau saya mohon maaf sekali pada pak Angga, saya berharap pak Angga tidak tersinggung pada beliau,, Oya pak sebenarnya tujuan saya mengundang bapak, untuk merekomendasikan sebuah proyek pembangunan pusat perbelanjaan di pusat kota, sebenarnya sudah banyak yang menginginkan tender proyek ini, sangat menyayangkan jika bapak menolaknya."tutur Arya.


nampak Arya berpikir kerasa, terlihat dari raut wajahnya yang sedikit di tekuk,ada perasan mengganjal di hati untuk menerima proyek itu sebab rekomendasi yang sangat secara tiba-tiba,


takut ini hanya akal-akalan busuk dari perusahaan besar itu.


"pak Angga,,jika pembangunannya sepenuhnya berhasil,kami akan menanamkan saham di perusahaan pak Angga,dua puluh persen dari keseluruhan saham yang kami miliki,, tentunya hal tersebut bisa mengangkat perusaan bapak, dalam kategori termasuk ke dalam hitungan sepuluh besar perusahaan terbesar di beberapa negara,"Arya kembali meyakinkan Angga yang sedikit meragukan tawarannya.


Angga kembali berkutat dengan pikirannya,jika ia sudah termasuk dalam kategori sepuluh besar perusahaan terbesar di beberapa negara,itu artinya ia bisa pelan-pelan mengangkat perusahaannya hingga menjadi nomor satu.


"oke baiklah pak Arya,, saya setuju,,"ucapnya sembari mengulurkan tangannya pertanda deal menerima proyek itu,


"ini pak Angga,,"


tanpa ragu lagi Angga langsung menanda tangani semua berkasnya,


dengan senyum liciknya ia akan melakukan rencana selanjutnya untuk membuat perusahaan ini jatuh hingga ia sangat mudah untuk membuatnya hancur.


setelah itu Arya menjamunya dengan hidangan istimewa, terlihat mereka berbincang-bincang dengan pikiran yang ada di benak masing-masing,

__ADS_1


andai mereka bisa membaca pikiran orang lain, maka bisa dipastikan perang sengit pun akan segera terjadi,namun sayangnya hanya mereka yang tau apa yang tengah mereka pikirkan,


mempunyai rencana masing-masing untuk saling menjatuhkan dan menghancurkan,


ada yang haus untuk menjadi orang besar hingga menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya,


kadang kala kekuasaan bisa membuat kita terjatuh hingga ke dasar,


benar kata pepatah, saat kita sudah berada di tingkat tertinggi, kita menginginkan yang lebih tinggi lagi,tiada habisnya untuk orang yang tidak pandai bersyukur,


hawa nafsunya membuatnya buta selalu ingin berada di atas dari mereka yang di atas, hingga ia lupa di atas langit masih ada langit,


"bagaimana,,?"tanya Leon yang melihat Arya yang baru saja masuk ke ruangannya.


"apa bos bisa menerima kegagalan,,?"tanya balik Arya.


"kegagalan tidak termasuk dalam kamus ku Arya,,"jawabnya dengan wajah datar.


"seperti yang anda inginkan bos,siap yang bisa menolak untuk menjadi orang besar,,"tutur Arya dengan memicingkan matanya.


"dasar serakah,,ingin menjadi penguasa dengan jalan pintas,,"timpal Leon dengan sedikit mengangkat sudut bibirnya.


"begitulah bos saat kita sudah di buta kan oleh kekuasaan, menghalalkan segala cara untuk mencapainya,"desah Arya.

__ADS_1


"jalankan misi kita sesuai rencana Arya, jangan sampai Angga sedikit pun curiga pada kita,, yang saya lihat Angga orang yang cerdik dan licik,,jadi berilah perlawanan yang seimbang hingga ia tau bagaimana penguasa sesungguhnya,,"tutur Leon.


bersambung...


__ADS_2