
Leon kembali menginjakkan kakinya ke kediamannya, laki-laki itu terlihat masam, sebab ia masih kecewa dengan sikap Dewi yang terlalu pasrah tanpa ingin berusaha lebih keras untuknya,
Leon melewati Dewi begitu saja yang memang sudah sejak lama menunggu kepulangannya,
Dewi hanya melongo melihat suaminya yang mengabaikan dirinya,
apa ia masih mara,,? batinnya.
Dewi menyusul Leon yang sudah menghilang dari pandangannya, laki-laki itu diam tanpa sepatah kata pun yang terucap,
setelah sampai di kamar Dewi mendapati tidak ada siapapun di sana, namun ia mendengar gemercik air dari kamar mandi,
"apa sebegitu marahnya dia padaku,,?"gumamnya,
sebab biasanya Leon akan menghujani ia dengan ciuman saat ia baru pulang kerja,
Dewi mondar-mandir seperti setrika,ia memikirkan bagaimana caranya agar Leon tidak marah lagi padanya,,,
"sitt,, kenapa otak gue eror begini,,,"ia tidak mendapatkan cara yang paling mudah.
Dewi kembali berpikir, hingga tidak menyadari kalau pintu kamar mandi terbuka,
Leon menautkan alisnya melihat istrinya seperti setrika baju yang tengah bertugas,
ia sengaja memasang mode merajuknya agar Dewi sadar,segala sesuatunya itu harus di perjuangkan bukanya menyerah di tengah jalan begini.
Leon melewati Dewi untuk menganti pakaiannya,
yang membuat Dewi memicingkan matanya, sejak kapan suaminya selesai ia terlalu sibuk berpikir hingga tidak menyadarinya.
Dewi menyusul Leon,
"Dy,,maaf,,"ucapnya memasang wajah bersalah.
Leon tidak menjawab meskipun ia mendengar permintaan maaf dari istrinya,ia ingin Dewi benar-benar menyadari akan kesalahannya,
__ADS_1
"Dy,,"tangan mungilnya melingkar memeluk suaminya dari belakang,
"maafin Dewi,,,Dewi hanya takut,takut Deddy berpaling dari dewi,Dewi rasa Dewi gak sanggup jika itu sampai terjadi,,,"ucapnya dengan nada lirih.
Leon tersenyum mendengarnya,ia mengerti kalau itu hanya perasaan takut istrinya,tapi bukan berarti istrinya harus pasrah saja seperti itu.
ia membuang nafas kasar lalu membalikkan badannya menghadap ke arah istrinya.
"Deddy mengerti ketakutan kamu,,tapi bukan seperti itu caranya,Deddy ingin kamu maupun Deddy, berjuang keras untuk ikatan pernikahan kita apapun yang terjadi nanti,"timpal Leon menatap istrinya.
ia mendekap erat tubuh mungil istrinya, memberikan kehangatan dan kenyamanan di sana,
"aku akan menjaga mu apapun yang terjadi,,"ucapnya sembari mengelus puncak kepala istrinya.
Dewi hanya menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya, mencium aroma tubuh Leon yang bisa membuat ia tenang, merasakan kehangatan yang diberikan oleh laki-laki yang menjadi pemilik hatinya kini,andai ia bisa menghentikan waktu sejenak,ingin rasanya ia beberapa saat seperti ini,rasa kenyamanan yang membuat hatinya damai dan tenteram, serasa terlindungi oleh tameng yang kokoh meskipun deruan badai menghantam.
"terimakasih Dy,,"lirihnya.
Leon tersenyum menanggapi ucapan Dewi,
"apa kamu habis bersenang-senang seharian hem,,,"tanya Leon sembari mencubit gemas pipi mulus istrinya.
"hanya terimakasih,,,gak ada bayaran buat Deddy,Deddy seorang CEO luh, waktu Deddy begitu berharga kamu ngerti kan,?"sindir Leon dengan ide cemerlang mengerjai istrinya.
Dewi melongo mendengar penuturan suaminya, yang meminta bayaran apapun yang telah ia lakukan untuknya,yang ujung-ujungnya berakhir dengan bayaran di atas ranjang,
Dewi tahu itu adalah akal-akalan Leon untuk meminta jatah padanya.
"oh bayaran ya,,,!"seru Dewi.
Leon yang melihat istrinya tidak ada komentar langsung menyambar bibir mungil istrinya,tak ada penolakan dari Dewi, menolak pun akan percuma jika suaminya sudah menginginkannya,
Leon menatap istrinya dengan berkabut nafsu,ia juga tak tahu mengapa akhir-akhir tubuh istrinya sudah menjadi candu yang tak terbantahkan,
Leon mengangkat tubuh Dewi keluar dari ruang ganti menuju tempat tidur mereka, meletakkan istrinya dengan senyum di wajahnya yang selalu mengembang,
__ADS_1
tangannya merayap menjelajahi perbukitan dan hutan belantara, menyentuh dan mencicipi kenikmatan dunia tanpa melewati satupun.
Dewi merasa dirinya di permainan oleh suaminya,
Leon menundanya dikala ia sudah sangat menginginkannya,
Dengan ide jahilnya ia menggantikan Leon memimpin permainannya,
jangan sebut Dewi jika ia tidak bisa membalas perbuatan suaminya,
tangan mungil itu dengan lincah menyingkirkan yang menjadi penghalang untuk menyentuh pusaka suaminya, saat semua sudah terlepas pusaka itu sudah terekspose sempurna tanpa penghargaan dengan keadaan yang sudah on,
senyum licik Dewi menyaringai tangannya dengan gesit bermain di sana,
belum apa-apa suara erangan suaminya sudah terdengar yang membuatnya tersenyum puas,
Dewi berbisik merdu di telinga suaminya.
"aku akan membayar yang setimpal tuan,,"Dewi mencumbui suaminya dengan sentuhan yang membuat laki-laki tampan itu memejamkan matanya menahan semua gejolak hasrat yang menggebu,
Dewi mensejajarkan wajahnya tepat di pusaran suaminya, bibirnya menjelajahi seluruhnya dengan lidah yang bermain dengan lincah,
"ahhhh,no baby,,"Leon tidak bisa lagi menahannya dengan lama, laki-laki itu langsung memimpin permainannya dan melakukan penyatuan segera..
***bersambung...
yuppp, ramaikan komentarnya,biar author semangat up episode selanjutnya.
sebelumnya terimakasih yang sudah mampir di karya author,
terimakasih yang sudah setia selalu dengan karya author,
dan jangan lupa dukung terus karya author dengan meninggalkan like,vote,dan komentar kalian,
juga jangan lupa untuk menambah karya author ke kolam favorite kalian agar selalu mendapat notifikasi up episode selanjutnya.
__ADS_1
juga author minta maaf🙏 jika belum bisa memuaskan para pembaca sekalian,sebab masih banyak kekeliruan dan kata-kata yang berantakan,
maklum author masih pemula,masih membutuhkan bimbingan dari kalian dan para senior***.