Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
sosok Sony.


__ADS_3

jari jemari lentik itu begitu lihainya menari di atas keyboard laptop miliknya, sekarang Leon sudah bisa mengontrol emosi yang meluap-luap beberapa bulan ini,


di sebuah ruangan gedung pencakar langit itu kini Leon kembali bekerja setelah beberapa lama mengabaikan pekerjaannya,


mencari?ia dia akan tetap berusaha mencari Dewi dan Sony selama ia bisa bernafas,ingin meminta kejelasan dari semua yang terjadi didalam hidupnya,


suara ketukan pintu terdengar dari luar, tiba-tiba Arya masuk dengan wajah tampannya,


"bos,, sore nanti saya sudah persiapkan untuk penerbangan kita ke Singapore,"ucap Arya sembari menghempaskan bokongnya ke sofa.


Leon tidak menggubris perkataan Arya ia hanya fokus saling tatap bersama layar canggihnya,


Arya yang merasa di abaikan,dia menatap Leon yang sangat fokus,


"Yon,,"panggil Arya dengan suara yang sedikit meninggi.


"aku tidak tuli Arya,,"timpal Leon yang tidak mengalihkan pandangannya samasekali.


Arya tertegun.


jadi dia mendengar,batin Arya cekekekan.


"kita melakukan penerbangan jam tiga sore bos,"Arya menyandarkan punggungnya karena akhir-akhir ini cukup kelelahan dengan beberapa pekerjaan,


"emm,,"Leon masih dalam mode fokusnya.


dia lagi apa?apa sudah mempunyai pengganti nyonya Dewi,ini gawat!,benak Arya bertanya..


"kamu kenapa yak,,?"tanya Leon sembari menautkan kedua alisnya, bingung melihat Arya geleng-geleng tak jelas.

__ADS_1


"hehe, tidak ada apa-apa bos,hanya berhalusinasi,!"celetuknya.


Leon menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal,ia heran melihat sikap Arya yang akhir-akhir ini aneh dan banyak melamun,


welcome to Singapore,


pria berkacamata hitam itu, begitu gagah turun dari pesawat terbang yang membawanya menginjakan kaki di Singapore,


Leon melangkah gagah dengan diiringi Arya yang mengekor di belakangnya,


"Dewi, kamu dimana? mengapa kamu begitu sulit untuk di temukan,apa kamu sudah bahagia bersama Sony,?"cicit Leon dengan menopang kan kedua tangannya ke pagar balkon,Leon menatap jauh ke depan, pemandangan malam yang indah di Singapore namun tak mampu mengalihkan pikiran laki-laki ini,


ada rasa sesak mengingatnya, dadanya naik turun mencoba untuk tidak mengingat yang terjadi,ia sudah mencoba berdamai dengan keadaan,namun begitu susah untuk melupakan, terlihat butiran bening itu jatuh tanpa seizinnya,


angin malam yang menerpa wajah sayu laki-laki tampan itu, bibirnya yang pucat tersungging membentuk sebuah senyuman yang sulit di artikan,


bukan senyuman kebahagiaan, melainkan sebuah senyuman mengejek dirinya sendiri,merutuki akan kehidupannya yang seperti ini,


andai masih diberi kesempatan maka ia akan menyusunnya dari awal,


pagi harinya,Leon dan Arya sudah bersiap untuk memeriksa kondisi hotel cabang miliknya,


"bos,,apa anda sudah sarapan,,?"tanya Arya.


Leon menggeleng,


"kalau begitu kita sarapan dulu,masih ada waktu dua puluh menit lagi,,"ucap Arya.


kini Arya dan Leon tengah duduk menunggu menu yang mereka pesan,Leon yang sedang fokus menatap ponselnya, tiba-tiba menangkap sosok Sony dari ekor matanya,dia buru-buru memastikan,tapi sayang laki-laki itu sudah berbalik pergi entah kemana,

__ADS_1


"Sony,,"Leon mengarahkan pandangannya ke sekeliling,


"ada apa bos,,"tanya Arya.


"aku melihat Sony yak,,"


"mana mungkin,,"Arya mencoba melihat sekeliling,


"sepertinya aku melihatnya di sini,,"


Arya mencoba berpikir,mungkin Sony memang ada di sini untuk mencari makan,


"sudahlah bos,mungkin hanya halusinasi,,"tutur Arya,


Leon mengangguk,


"ia,, kemungkinan karena aku yang terlalu berharap bertemu dengannya,"keluh Leon.


Arya tersentuh dengan penuturan Leon, beberapa bulan ini memang ia tida memperhatikan kesedihannya lagi, tapi mana ia tahu isi hatinya,


mungkin ia bersembunyi di lerung hatinya yang paling dalam,


"bos menunya sudah sampai,,"Arya mengalihkan perhatian Leon,


Leon mengangguk,


mereka sarapan bersama dengan pikiran masing-masing yang berkecimpung di benak,


maaf Yon, setelah waktunya kamu akan tahu segalanya,kamu berhak atas Dewi, setelah keadaannya membaik,aku akan mempertemukan mu pada Dewi, mempertemukan mu pada dunia mu,pada harapan indah yang kalian bingkis rapi di hati, yakinlah pelangi akan muncul dengan berlalunya gumpalan awan yang hitam,

__ADS_1


bersabarlah sedikit lagi,,!.


bersambung...


__ADS_2