
"ada apa ini,,"ucap pria itu
"maaf tuan, barusan terjadi keributan sedikit"jawab manajer gelagapan,
kening Leon berkerut mendengar penuturan manajernya, sudah puluhan tahun tak ada yang berani membuat keributan di hotelnya,
namun matanya menangkap sosok yang beberapa hari ini mengisi hatinya, membuat jantungnya berdetak tak menentu, memaksa bibirnya menerbitkan sebuah senyuman walaupun teramat tipis,
kaki jenjang itu melangkah menghampiri Dewi, melewati Vito dan wanitanya,
Vito yang baru pertama kali melihat sosok pengusaha itu, tertegun sejenak dengan rasa kagum,
bagaimana tidak, selain mampu mengembangkan perusahaannya,ia juga berparas tampan bak malaikat,
Dewi yang sudah tak kuasa menahan tangisnya hanya terisak dalam diam melihat Leon menghampirinya,
otaknya tak dapat berpikir lagi dengan baik,
beban yang ia tanggung sekarang begitu menumpuk, sehingga ia begitu sulit mengangkatnya,
Leon menatap wajahnya Dewi yang memar dan kusut,
ada perasaan perih di hari melihat keadaan orang yang selalu konyol ketika di hadapannya ini, menjadi rapuh tak berdaya seperti sekarang ini.
Dewi yang tak kuasa membendung air matanya,
begitu saja bersandar di dada bidang yang kokoh itu, tangisnya pecah, seolah ia menemukan tempat bersandar dalam rapuhnya,namun tangisan itu tiba-tiba diam dan hening,
yang membuat mimik wajah Leon berubah kuatir,
"hey,,are you okay,,,"tanyanya dengan merangkul Dewi,
semua orang panik melihatnya, karena biasanya jika ada seseorang yang berani mengusik ketenangannya, sang raja rimba itu tak akan segan segan mengamuk,dan menghancurkannya,
__ADS_1
Leon mengangkat Dewi,ia membawa Dewi menuju ruangannya,
"yak, panggil dokter Sony segera,lima belas menit aku tidak terima keterlambatan"ucapan dengan lekat memandang Dewi,
ia meletakan Dewi dengan pelan di kamar pribadinya,
"ada apa denganmu,,,"cicitnya melihat luka lebam di wajah cantiknya Dewi,
ia belum cukup mengerti dengan kejadian barusan,
laki-laki tampan itu duduk di kursi kebesarannya,
"yak,cari informasi tentang Dewi,"titanya
tanpa basa-basi Arya melakukan perintah dari tuanya itu, tidak butuh waktu lama semua informasi itu ia dapatkan,
"aneh,,"celoteh Arya dengan tangan dan perhatian belum teralihkan dengan mesin pintarnya,
"lihat ini, bukankah waktu kita mencari informasi tentang Dewi,dia adalah anak dari pengusaha, pemilik perusahaan DewiQ,
namun yang yang jadi pertanyaan sekarang ini, perusahaan itu sudah berpindah tangan atas nama Vito,apa Vito kakaknya Dewi,,,?"tanya Arya,
seketika Leon menjentikkan jarinya di kening Arya,
"dasar bodoh,,"Leon sudah siap ingin mencaci maki Arya namun terhenti karena kedatangan Sony,
laki-laki tampan itu, melihat jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangannya,
"terlambat dua menit,,apa kamu bisa profesional dalam bekerja,,"tanya Leon dengan tatapan membunuhnya,
"sorry my friend,tadi ada sedikit ada gangguan tak kasat mata,apa kamu tidak baik-baik saja memanggilku datang kemari,,,?"tanya Sony mengalihkan perhatian Leon,
"kamu menyumpahi ku,,,!"Leon fokus dengan kata tidak baik-baik saja,
__ADS_1
"no,,,bukan begitu,, maksud ku ada apa menyuruhku datang kemari,,"tutur Sony merinding,
"periksa dia,"perintah Leon
Sony menoleh kearah tatapan Leon, dimana terlihat ada seorang wanita terbaring lemah di ranjang,
Sony dan Leon menghampiri Dewi, wanita itu tetap enggan membuka matanya, wajah cantiknya yang sayup lembut dan lemah ia masih memejamkan mata dengan damai,
setelah memeriksanya, Sony menghampiri Leon yang terlihat kuatir,
"dia tidak apa-apa, hanya kecapekan dan stress yang berlebihan,juga sepertinya ia tidak sarapan karena keadaan perutnya yang kosong, sebentar lagi ia akan sadar"jelas Sony
wajah kuatir Leon berangsur membaik setelah mendengar penuturan Sony,tak bisa di pungkiri ia cukup mencemaskan keadaan Dewi,
"Oya,saya sudah meninggalkan salep untuk luka memarnya, tadinya saya sendiri yang ingin mengoleskannya namun aku takut tak bisa mengontrol diri ketika menyentuh kulit wanita yang sangat cantik dan lembut"tutur Sony ingin melihat reaksi Leon,
"apa kamu sudah bosan bekerja dengan ku son,,,,?atau kamu ingin membuat ulang rumah sakit mu dari awal,,,!"Sony melotot mendengar ucapan Leon, ia tau orang ini cukup menjentikkan jari untuk membuat rumah sakitnya datar dengan tanah,
"ya,,halo,,apa,,?ada pekerjaan,baik baik saya akan segera kembali"Sony pura-pura menelpon untuk menghindari Leon,
"yak, saya akan kembali, jaga Leon dengan baik jangan sampai terjadi apa-apa,,!"ucap Sony sembari melenggang keluar ruangan Leon
"hey, brengsek berhenti kamu,aku bukan anak kecil yang perlu di jaga,aku cukup kuat untuk itu"Leon emosi menghadapi kelakuan teman seperjuangannya itu,
"aku dimana,,,!"
***bersambung,,,,
next yah,,,,,,,
terimakasih sudah mampir di novel ku,
terimakasih atas dukungan kalian***,
__ADS_1