Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
siapa dia 2


__ADS_3

pria itu melintas begitu saja melewati ribuan karyawan yang berbaris rapi menyambutnya,


Dewi hanya bisa diam menyaksikan semuanya,


sampai hanya melihat punggung pria itu yang terus menjauh dan menaiki lift,


semua karyawan bernapas lega, masing-masing kembali ke tempat mereka bekerja,


Dewi kembali menghampiri resepsionis,


"mbak maaf,bisa saya bertemu dengan CEO,"tanyanya,


"apa nona tidak takut"tanya resepsionis balik,


"maksudnya"Dewi heran dengan pertanyaan resepsionis barusan,


"oh tidak, lupakan nona"timpal resepsionis kembali,


"sekertaris beliau yang meminta"jelas Dewi,


"oh,baik ruangannya ada di lantai 24,"timpal resepsionis,


"terimakasih"ucap Dewi,


resepsionis itu hanya mengangguk tersenyum,


Dewi pergi ke lantai yang di maksud melalui lift,


setelah tiba lantai teratas,Dewi menarik nafasnya sejenak lalu membuangnya pelan,


rasa gugup menggerayangi batinnya, bagaimana tidak dia akan bertemu dengan orang besar hanya karena hal sepele,


Dewi nyelonong masuk begitu saja, karena rasa gugupnya ia lupa memencet bel pintu untuk izin pada sang empu ruangan tersebut,


Dewi mencari sosoknya, meskipun matanya mengagumi ruangan yang fantastis wow itu,


tiba-tiba matanya menangkap sosok seseorang pria tampan duduk di kursi kebesarannya, tanpa Dewi sadari ia mengagumi sosok seorang yang sedang fokus bekerja dengan laptopnya itu, hidungnya yang mancung, matanya yang tajam, bibirnya yang tipis,


sungguh seorang anak manusia berparas malaikat,


"bisa saya bicara sebentar"ucap Dewi tanpa basa-basi,


sontak Leon kaget,ia langsung menatap seseorang yang berani menganggu pekerjaannya,


mereka berdua sama-sama di kagetkan,

__ADS_1


"Luh"ucap mereka berdua serentak,


rasa Canggu menggerayangi mereka masing-masing,


"ada apa"ucap Leon,


Dewi yang merasa tak percaya dengan kenyataan, bahwa yang orang-orang segani di kalangan dunia bisnis itu, adalah sosok seorang pria muda dan tampan,


"hey"Leon pemetikan jari melihat Dewi yang diam melamun,


"ehh iya, saya kemari hanya ingin mengambil ponsel saya"ucap Dewi


"oh itu,ada di rumah"ucap Leon enteng,


"hah"Dewi kaget dengan penuturan Leon,


"kenapa"tanya Leon melihat ekspresi wajah Dewi yang melemas,


"apa susahnya Luh bawa tuh ponsel gue apa"ucap Dewi sedikit menekan kata-katanya,


"buat apa gue bawa,gerepotin"ucap Leon enteng,


"Luh,aisss"Dewi tak bisa berkata apa-apa meladeni seorang leon,


"buat apa Luh nanya-nanya Rumah gue"tanya balik Leon,


"iya, buat ambil ponsel gue,"balas Dewi,


"nih"Leon memberikan alamatnya,


"oke,gue langsung aja ke rumah Luh sekarang"Dewi melangkah ingin pergi,


"hey,tak ada siapa-siapa di rumah gue"ucapan Leon membuat Dewi kembali menoleh,


"maksudnya"Dewi tak mengerti,


"iya, maksud gue tak ada siapa-siapa yang berani masuk ke kamar gue"jelas Leon,


"terus"Dewi tak mengerti,


"iya, tunggu sampai gue pulang"Leon menahan tawanya melihat ekspresi wajah Dewi,


"oh, gimana kalau saya temui istri Luh, memintanya untuk mengambil ponsel gue di kamar"usul Dewi,


"bisa,kamu mau"tanya Leon mengerjai Dewi

__ADS_1


Dewi mengangguk,


"boleh, tunggu sebentar"ucap Leon menghubungi seseorang,


tak butuh waktu lama terdengar ketukan pintu dari luar, setelah ada izin dari Leon seseorang itu masuk,Arya masuk dengan cepat ia mengira ada hal yang sangat penting,


"ada apa?,boss"tanyanya,.


"ini, wanita ini ingin bertemu dengan istri saya"ucap Leon,


Arya makin tak mengerti,ada apa dengan bos-nya ini,


"yak,kamu siapin dulu ijab-kabul saya baru bisa dia bertemu Sam istriku"balas Leon,


"Sama siapa"Arya makin bingung,


"dia mau"balas Leon menunju Dewi,


"maksud luh"Dewi tak mengerti,


"ya gue belum menikah,"ucap Leon,


"apa"Dewi kaget mengeluarkan suara cemprengnya,


Leon tak tahan lagi menahan tawanya,


seketika tawa itu lepas begitu saja,ia memegang dadanya karena sesak menahan tawa ia merasa berhasil mengerjai Dewi,


Arya hanya bisa ikut bahagia melihat Leon bisa tertawa lepas,dari seumur hidupnya baru kali ini melihat Leon tertawa selepas itu,


"yak ini cewek mimpi apa bisa-bisa mengira saya pria beristri"ucap Leon terpingkat-pingkat menahan tawanya,


Dewi yang merasa di kerjai Leon tak bisa menahan emosinya,ia melangkah menghampiri Leon, mengangkat tas jinjingnya ke atas ingi memukul Leon sekeras mungkin, namun karena tak hati-hati kakinya tersandung ia terpeleset ke arah Leon, kejadian tersebut membawa mereka berdua jatuh Dengan posisi Dewi di atas tubuh Leon,


mereka terdiam sejenak saling menatap manik mata masing-masing nafas yang memburu, entah perasaan mereka ada di mana-mana yang jelas Arya merasa merek berdua sama-sama cocok,


Arya berdehem, yang membuat mereka sadar dengan perasaan canggung,


jantung berdegup kencang di dada,


Dewi berdiri dan membenahi pakaiannya,


lalu pergi meninggalkan ruangan itu segera Karena ia tak tahan menahan malu pada mereka, bisa-bisanya ia tak hati-hati melangkah,,,,


bersambung,,,,

__ADS_1


__ADS_2