Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
bos gila.


__ADS_3

jalanan yang sempit dan beberapa yang sudah rusak membuat pria tampan itu sedikit mendengus kesal,


"yak, masih berapa lama lagi untuk sampai,,,?"tanyanya yang merasa uring-uringan,


"kurang lebih, dua jam lagi bos,,"jelas Arya.


"apa kamu bilang barusan,,!dua jam,kamu mau pantatku koyak apa,,? makanya cari lokasi itu yang memungkinkan, kalau begini terus bisa-bisa memakan waktu untuk kesannya,,!"omel Leon.


"tapi kan,bos sendiri yang menyetujui pembangunannya,bukan saya,,!"seru Arya.


"maksud kamu, disini saya yang salah,,?"


"bukan begitu, rapi pembangunannya tidak akan di lakukan kalau bos tidak memberikan persetujuan,,!"ujar Arya yang tak habis pikir.


"itu sama saja kamu menyalahkan saya Arya"tuturnya tak mau kalah.


Arya diam tak bersuara, karena percuma meskipun di jelaskan orang di sampingnya ini tetap akan menyalahkan dirinya,


udah tau salah masih saja ngotot pengen benar, sudah tidak waras ni orang,,


"jangan mengataiku Arya,,!"


Nic anak manusia atau jin sih,tau aja orang lagi ngomongin di,


Arya sedikit lega, setelah melihat bos cerewetnya mulai menyandarkan punggungnya,


beberapa saat sudah terdengar dengkuran halus, pertanda orangnya sudah berada di alam mimpi,


dua jam berlalu,dari kejauhan sudah terlihat bukit-bukit yang terlentur, alamnya yang sejuk dan indah untuk dikunjungi,


"bos,,kita hampir sampai,,"Arya membangunkan Leon.

__ADS_1


pria tampan yang gak ketulungan ini,mulai membuka kelopak matanya yang terpejam,


pemandangan yang pertama ia lihat adalah bukit-bukit yang terlentur, lereng bukit yang hijau dan alamnya yang sejuk,ada sedikit kenyamanan ketika ia melihat pemandangan sekitar,


"kita sudah memasuki kawasan sekitar pedesaan, sebentar lagi kita sampai, bagaimana menurut bos,,"jelas Arya.


"lumayan, setidaknya bisa mendinginkan pikiran yang penat,"ucapnya, dengan sedikit mengangkat sudut bibirnya,


Arya bersyukur akhirnya bos gilanya ini sedikit menyukai tempatnya,kalau tidak bisa-bisa ia akan kena Omelan setiap saat,


"pak lurah apa sudah cukup,"ucap Dewi yang tengah sibuk membantu lurah untuk persiapan penyambutan.


"cukup nak Dewi,,,? terimakasih ya sudah bersedia membantu bapak"tutur pak lurah.


"tidak usah sungkan pak,Dewi senang bisa bantu bapak, Oya apa tamunya sudah datang,,?"tanyanya


"kemungkinan belum,tapi bapak juga kurang tau,ia akan bermalam di villa,,"jelas pak lurah.


"emangnya tamunya dari mana ya pak,,"tanyanya penasaran.


"kok gitu ya pak,pasti juga sombong,"balas Dewi,


"kalau orangnya sombong si wajar-wajar saja,ia memang punya segalanya,,"tukas pak lurah,


"iya juga sih,"Dewi mengangguk.


"wik,kamu sudah mau pulang belum,,"tanya kusdi, laki-laki yang sangat menyukai Dewi di kampung itu,


"belum akang, nanggung,mungkin bentar lagi,akan duluan gih gak apa-apa,,"Dewi sengaja menghindari kusdi.


"akang tungguin Dewi,biar pulang akang antara"kusdi sengaja ambil perhatian Dewi.

__ADS_1


"gak usah akang,nanti Dewi pak Laura yang antara,ya kan pak"tanya Dewi pada pak lurah dan sengaja mengedipkan matanya.


"iya nak kusdi,pak lurah juga mau lewat rumahnya Dewi buat ke warung, membeli beberapa keperluan yang masih kurang"tutur lurah,


kusdi yang merasa tidak ada cara lagi terpaksa duluan,


"nak Dewi,, mengapa begitu menghindari kusdi,dia orangnya baik,rajin,pintar lagi,,"tanya lurah.


"bukan begitu pak,tapi Dewi belum memikirkan soal itu"tukas Dewi,


"oh,ya udah kamu mau bapak antara atau gimana,,"tanya lurah,


"tidak pak,Dewi jalan saja gak apa,orang rumah gak begitu jauh"tutur Dewi dengan tersenyum menampakan deretan gigi putihnya,


"ya uda nak Dewi pulang saja, ini uda sangat sore,besok nak Dewi datang pagi-pagi jangan sampai terlambat"pak lurah mengingatkan.


"oke siap pak,Dewi pamit ya pak, assalamualaikum,"ucap Dewi


"waallaikumsalam,kamu hati-hati,"tutur lurah.


"siap pak"balas Dewi yang perlahan menjauh.


"Dewi, Dewi, sebenarnya siapa kamu nak,kamu sangat cantik,baik dan pintar,bapak yakin kamu orang yang berpendidikan,"celoteh lurah yang nyak sengaja di dengan sama buk Alia,


"bapak kenapa,,?"tanya Alia istrinya lurah.


"itu,bapak lihat Dewi,dia sangat cantik ya buk,bapak yakin dia orang yang berpendidikan, karena bisa di lihat dari caranya yang sangat sopan dan baik,,"jelas pak lurah.


"oh,itu,,,!Ibuk kira apaan,,itu mah memang benar, anaknya yang sangat gelis,baik lagi,warga aja yang kebanyakan iri,gak bisa lihat orang gelis dikit,Uda beber Sana beber sini,warga sini mah pada idiot"celetuk buk Alia.


"ibuk apaan,,gak boleh gitu,,"tutur pak lurah mengingatkan,

__ADS_1


"hehehe,iya pak maaf"kekeh Alia.


Bersambung,


__ADS_2