
Dewi berjalan dengan gontai menuju warung setempat, untuk membeli beberapa kebutuhan yang telah habis,
tiba-tiba ia di labrak oleh beberapa gadis di sana,
"hey, Dewi, maksud luh apa hem pakai dekati tuh babang tampan,,?"ucap mereka dengan menunjuk nunjuk Dewi.
"maksudnya apa,,?gue gak dekatin siapapun,"jawab Dewi.
"hey,tadi malam kami lihat sendiri tuh babang tampan keluar dari rumah Luh,, jangan-jangan Luh rayu tuh orang buat mangsa Luh selanjutnya,,dasar perempuan murahan,,!"tuduh mereka tak bermoral.
"Luh jangan macam-macam ya,gue tak seperti yang kalian tuduhkan"balas Dewi membeli diri.
"aiss, udahlah wik, orang sekampung ini sudah tau kalau elu itu wanita murahan, wanita ******,,,"seru mereka menyudutkan Dewi.
"terserah kalian mau bilang apa,gue gak perduli"Dewi pergi begitu saja meninggalkan mereka.
saat Leon tengah bersantai bersama Arya, terlihat beberapa anak muda mendatangi Leon,
"tuan,ada beberapa gadis desa ingin berkunjung,apa mereka di perbolehkan masuk atau tidak,,?"tanya bodyguard Leon.
"hey,emang gue apaan hingga siapapun bole bertemu dengan saya hah,,"marahnya dengan melayangkan tatapan tajam.
"Oya saya lupa,tadi juga ada pak lurah yang datang,,"tutur bodyguard itu lagi.
"itu, baiklah persilakan dia masuk,,"ucap Leon.
"pak lurah,,,! silakan masuk..!"ucap bodyguard Leon.
pak lurah masuk dengan ragu-ragu,
"silakan pak beliau sedang ada di terasa sebelah,"tutur bodyguard.
__ADS_1
"pagi pak Leon,"ucap lurah.
"pagi pak, silakan duduk,,"balas Arya
pak lurah melihat Leon, tak ada yang keluar dari mulut manis Persia tampan itu,
mulutnya yang tertutup rapat begitu enggan untuk membukanya.ia hanya mengutak-atik ponsel canggih miliknya.
"ada keperluan apa bapak datang kemari,,"tanya Arya.
"sebelumnya bapak hanya ingin mengucapkan terimakasih pada nak Leon, karena sudah membuka lapangan kerja buat semua warga di sini, jujur saja kami sangat bersyukur atas itu,,"tutur pak lurah.
"hanya itu,,,"tanya Leon to the point.
"iya nak Leon"jawab lurah.
"oh, tidak masalah pak, tentu karena saya juga menerima keuntungan,dalam hal itu,"talak Leon.
"nak Arya benar,namun tetap saja,sebagai mewakili warga kami berterima karena ini kami biasa mendapatkan pekerjaan yang layak"ucap pak lurah.
"sama-sama pak lurah, alangkah baiknya jika kita saling menjaga, agar usaha kita ini berjalan sesuai rencana kita kedepannya,,"timpal Arya.
"Amin,kalau begitu saya permisi ya nak Arya,nak Leon,oya,,, tadi Ibuk titip oleh-oleh untuk kalian semoga kalian suka"pak lurah memberi bingkisan yang ia bawa dari rumahnya.
"oh,iya pak terimakasih,,"Arya menerimanya dengan senang hati.
setelah kepergian pak lurah,Leon ngomel-ngomel tak jelas.yang membuat anda tebal telinga mendengarnya.
"Oya bos, daripada kita ngomongin soal yang tidak jelas lebih baik kita pikirkan soal nyonya Dewi,apak kamu akan membawanya kembali,,?"tanya Arya.
"soal itu jangan ditanya Arya,,!aku gak akan biarkan Dewi berlama-lama di kampung yang konon ini, bisa-bisa ia jadi ikut-ikutan kampungan,,"celotehnya,yang hanya di tanggapi Arya dengan anggukan.
__ADS_1
"hey,luh mau kemana,,?"tanya Arya yang melihat Leon beranjak pergi.
"cari angin,,!"
Leon mencoba menyusuri jalan dengan berjalan kaki,ia hanya ingin tau dengan detail kehidupan di desa terpencil ini,
begitu banyak yang melihat dan memperhatikannya di jalanan, kalangan anak muda sungguh terpesona melihatnya,
tiba-tiba Herlin dan teman-temannya menghampiri Leon, menurut orang di desa itu, Herlin adalah orang tercantik sebelum kedatangan Dewi di kampungnya,hal itulah yang membuat ia begitu membenci Dewi, lantaran Dewi lebih dari segalanya dibandingkan dirinya.
"babang tampan mau kemana,,,? Herlin temani ya,,"ucapnya dengan senyuman semengoda mungkin.
Leon terus melaju tanpa menghiraukan ucapan Herlin Barusa, yang membuat perempuan itu kesal,
"aiss, sombong amat sih,,awas Luh,apapun caranya gue harus dapatin tuh cowok ganteng,tajir melintir lagi"celotehnya.
"iya tuh Lin,Luh gak boleh kalah tuh sama Dewi,kan Luh lebih cantik daripada wanita murahan itu"ucap temannya Herlin.
"luh tenang saja,gue punya ide untuk mengusir anak itu dari kampung kita,,,!"ia tersenyum licik.
"emang apa lin,,?"teman-temannya penasaran.
"udah Luh ikut aja yuk,,,"
Leon melihat-lihat sekitar, sehabis itu ia langsung menuju rumah Dewi,
"kamu dari mana,,"Dewi heran, selain pria itu ngos-ngosan ia juga sedikit kotor, karena jalanan ada sebagian yang becek.
"keliling,,"jawaban sembari melihat kakinya yang sedikit kotor.
"Emma,yah udah,,!kamu ke belakang gih,cuci kaki dulu"Dewi yang sedang menyiram tanamannya terhenti seketika melihat kedatangan Leon.
__ADS_1
bersambung....