
"sumpah ya,,gue enek banget tuh sama anak yang sok kecakapan kayak Kalis,,"omel geby.
"udahlah geb namanya orang sirik,,selalu cari masalah,,"jawab Dewi menenangkan geby.
"Oya,tapi luh hebat juga ya bisa kepikiran buat Jambek rambut tuh anak,biar tau rasa juga,,"puji Rizka.
"iya dong,masa kita harus di injak terus sama mereka,dah cukup ya selama ini kita diamini mereka,bisa makin ngelunjak entar tuh anak,,"timpal geby,
"Oya wik,,kita anter ya, sekali biar tahu tempat tinggal luh,,"tawar Rizka,
"lain kali aja ya,,gue belum siap,, pokonya kalau gue sudah siap tenaga dan mental lahir batin,baru gue undang Luh buat datang keruma laki gue,,"timpal Dewi.
"emang mau perang apa wik,main harus siapkan mental segala,"celetuk geby.
"ya siapa tahu luh pada naksir laki gue,, setidaknya saya sudah mempersiapkan tameng, untuk menjaga pernikahan gue,,"kekeh Dewi.
"ini anak posesif banget sih,,emang laki Luh kayak gimana,,gak selera kita,,"timpal Rizka.
"namanya juga jaga-jaga Riz,,"hardik Dewi.
"oke,oke,
kita ngalah kita duluan ya,entar keburu sore,bisa dicari sama bokap,,"timpal Rizka,
"luh hati-hati ya wik,,"ucap geby sembari masuk kedalam mobilnya,
setelah kepergian mereka Dewi menuju mobil dimana sopir mengikutinya sedari tadi,,
"kita pulang ya pak,,"ucap Dewi setelah masuk ke mobilnya,
"baik nya,,"mobil itu meninggalkan pusat perbelanjaan yang sangat luas itu,,
sedangkan Leon dan Arya kembali menuju kantor kembali mereka berpisah di persimpangan jalan dengan Sony, yang menuju rumah sakit,
"yak, kenapa ya istri gue mendadak cerewet banget ketika sama teman-temanya,,"tanya Leon pada Arya yang fokus pada jalanan,
"mana gue tau, tanya saja langsung sama istri bos,"timpal Arya.
"hehe, penting amet sampai nanya ke orangnya,, Oya teman-teman Dewi cantik juga ya,, meskipun lebih cantik istri gue,tapi gue yakin mereka memiliki sikap yang baik sama kayak Dewi,,"tebak Leon.
__ADS_1
"dari mana bos bisa menilai mereka baik, secara anak muda sekarang memilik pergaulan yang bebas,,belum tentu mereka baik,,"timpal Leon.
"sitt,ya gue cuma yakin istri gue gak bakalan memilih teman yang asal atau yang terlalu bebas,kamu kan tahu istri gue kayak gimana,,"sambung Leon.
Arya terdiam mendengar penuturan Leon barusan,
ada benarnya juga sih, secara pribadi nyonya Dewi yang baik dan tulus,mana mungkin memilik sahabat yang bertolak belakang dengannya,
sitt gue apaan,memang apa urusannya sama gue,mau temannya nyonya Dewi baik kek, buruk kek bukan urusan gue juga,,
batin Arya menyangkal.
"Luh kenapa,,?"tanya Leon melihat Arya melamun,
"ya,,ada benarnya sih,tapi yang gak benar itu kamu, ngapain juga bilang-bilang temannya nyonya Dewi baik segala,gak ada urusan juga sama gue,,"timpal Arya.
"ya siapa tahu Luh mau belajar move on, belajar membuka hati untuk memulai sesuatu yang baru,,"ujar Leon.
Arya kembali terdiam mendengar penuturan Leon barusan,ia memang merasa ingin mengenal lebih dekat temannya Dewi,akan tetapi ia masih merasakan ragu,sebab ia ingin dekat dikarenakan orang tersebut begitu mirip dengan masa lalunya,
bukan atas keinginan hatinya untuk membuka hati,
tak ada Jawaban dari Arya,
setelah beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kantor,
kembali ke rutinitas mereka masing-masing,
Arya mengetuk pintu ruangan Leon, dimana laki-laki tampan itu masih sangat di sibukkan oleh pekerjaannya,
"bos belum pulang',?,"tanya Arya yang baru masuk,
"sedikit lagi,, pekerjaanku akan semakin menumpuk jika tidak ku selesaikan,,"jawab Leon dengan tidak mengalihkan perhatian pada beberapa dokumen yang ia pegang.
mendengar itu Arya duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya,
ia terlihat bernafas berat,bukan karena pekerjaan melainkan hatinya yang sedang gundah-gulana,
otaknya bekerja keras untuk melupakan,akan tetapi hatinya bertolak belakang dengan semua itu,jelas gadis yang bernamakan Franziska itu masih menjadi pemilik utuh hatinya,
__ADS_1
tiba-tiba Arya mengeluarkan ponselnya dari saku,ia terlihat mengetik sesuatu di sana,belum lama bibirnya tersinggung membentuk sebuah senyuman yang teramat tipis,
"aku akan mencobanya,,"gumamnya pelan,
sesaat berlalu jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam,Leon sudah mengemasi beberapa barang yang ada di atas mejanya,
ia meregangkan otot-ototnya yang kaku sebab begitu lama dalam keadaan duduknya,
"pulang yuk,,"Leon menghampiri Arya yang hampir memejamkan matanya,
Arya dan Leon segera keluar dari tempatnya berkutat dengan pekerjaan,
mereka menggunakan mobil yang berbeda dan berpisah di persimpangan jalan, menuju arah tempat pulang mereka masing-masing,
saat dalam perjalanan Arya berniat mampir sebentar di sebuah minimarket, ingin membeli beberapa cemilan dan persediaan barang yang sudah habis,
karena terlalu buru-buru ia tak sengaja menabrak seseorang hingga membuat barang orang itu berhamburan,
"maaf maaf," Arya memunguti barang-barang yang berhamburan,
"gak apa-apa gak usah gue bisa kok,,"bukan apa-apa hanya saja ia tak ingin laki-laki itu menyentuh barang pribadi wanita yang ia beli,
gadis itu langsung mengambil alih kegiatan memunguti barang tersebut,
saat tangan mereka tidak sengaja bersentuhan karena sama ingin mengambil barang yang sama,
tak sengaja mereka bertatapan,
"kamu,,,"ucap mereka berdua serentak,,,
***bersambung...
yukkk ramaikan komentarnya,,
buat para pembacaku yang setia,, terimakasih sudah bersedia mendukung karya author,
buat yang baru mampir, terimakasih sudah mampir di karya author, jangan lupa kasih dukungan buat author, dengan meninggalkan like vote dan komentar kalian di sini,,
dan jangan lupa menambahkan karya author di kolom favorit kalian, agar bisa mendapatkan notifikasi saat author update halaman terbaru,....
__ADS_1
next....