
mata-mata yang dikirim Arya mengatakan kalau Vito pernah bertemu dengan defy kekasih tuan Leon sendiri,
Arya langsung bisa menyimpulkan bahwa defy dan Vito lah dalang dibalik semua yang terjadi,
"baiklah,,kalian terus pantau mereka berdua aku yakin mereka punya rencana yang lebih besar untuk selanjutnya,"ucap Arya.
"baik pak"ucap orang suruhan Arya
setelah itu Arya langsung pergi ke ruangan Leon dimana ketika Arya masuk,ia melihat Leon yang memandang jauh dari ketinggian ruangannya,
"apa kamu sudah mendapatkan informasi dengan siap cecunguk itu bekerja sama Arya,,?,kalau belum haruskah aku mengantikan mu dengan yang lebih cekatan,"ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya.
"aku sudah mendapatkan informasi soal itu, dimana Vito melakukan kerjasama dengan kekasih bos sendiri mbak defy,tapi yang aku belum ketahui, darimana mereka bisa saling mengenal atau mungkin mereka punya hubungan khusus,,!"ujar Arya
"kemungkinan besar ucapan mu semuanya benar,aku mengenal defy, perempuan yang haus akan nafsu,
terus pantau mereka berdua,aku tak ingin cecunguk seperti mereka berkeliaran sesuka hati mereka"
Leon sudah menduganya dari awal, dalang di balik ini semua adalah defy,
"yak kamu tambah beberapa orang lagi untuk pencarian Dewi,cari di semua di pelosok kota, aku ingin, Dewi ketemu secepat mungkin"titanya
"baik bos, Oya bagaimana jika kita bertanya pada pak Herwan mertua bos sendiri"Arya memberi usul.
"aku yakin mereka tidak tau keberadaan Dewi, karena aku sudah memantau gerak gerik mertuaku, tidak ada petunjuk bahwa mereka mengetahui keberadaan Dewi saat ini." jelas Leon.
"rupanya nyonya Dewi pandai bersembunyi, sampai-sampai setan seperti bos kesusahan mencarinya"kekeh Arya pelan.
__ADS_1
"apa kamu bilang,,! siapa yang kamu maksud setan hah"Leon melayangkan tatapan membunuhnya,
"ya untuk orang yang merasa,apa bos merasa seperti setan,,?"tanya Arya yang melihat Leon marah-marah,
"aku tau,yang sangat pantas di sebut setan itu ya kamu,Setan jomblo,itu sangat cocok sebutan untuk kamu yang jomblo abadi sampai saat ini"kekeh Leon.
"saya jomblo karena saya masih melakukan penyelidikan untuk wanita yang akan menjadi ibu untuk anak-anak ku nanti bos,aku gak Ingi kalau menikah, terus seperti kucing dan anjing,kejar kejaran,umpet umpetan"ujar Arya.
"hey,kamu menyindir ku,apa kamu sudah sangat capek mau istirahat bekerja untuk selamanya yak"ancam Leon dengan wajah serius,
"ini anak gak bisa di ajak bercanda dikit napa,,
tidaklah bos kalian berdua suami istri yang sangat cocok bagaikan Romeo and Juliet,"Arya mengulum senyumnya saat menyebut Romeo and Julie.
Vito bertemu dengan defy di sebuah hotel milik Leon,
"ayolah beby, keluarkan suara merdu mu,"ucap Vito yang tengah memimpin permainannya,
saat permainan mereka sudah berada di puncaknya,dua sejoli itu terkapar lemas di lantai setelah melakukan aktivitas panas yang menguras tenaga,
"sayang apa rencana kita selanjutnya, karena saat ini rencana kita sudah sepenuhnya berhasil,,,!Leon sudah sangat membenci Dewi,"tanya defy dengan memeluk tubuh Vito setelah selesai membersihkan diri,
"aku rasa kamu perlu membujuk Leon untuk segera menikah dengan mu,atau bila perlu kita jebak laki-laki itu untuk mempermudah rencana kita, dengan begitu apa yang menjadi milik Leon akan menjadi milik mu juga,dengan menyandang gelar nyonya fekers, itu artinya kamu juga berkuasa atas semua yang Leon miliki,"tutur Vito
"bagus aku setuju,, dengan itu aku akan menguras habis apa yang menjadi milik Leon"defy tersenyum licik,
"Oya beb,apa kamu tau keberadaan Dewi saat ini"tanya Vito,
__ADS_1
"aku tidak bisa melacak keberadaan Dewi, mungkin ia sudah pergi jauh, membawa saki hatinya"kekeh defy
"kamu benar sayang,mungkin ia menyesali hidup di dunia ini karena rasa saki hatinya"balas Vito diiringi kekehan pelan.
sedangkan Dewi tertatih mencari pekerjaan yang sangat Sulit karena semua orang menganggap Dewi perempuan tak baik,
"kalau seperti ini terus aku harus bagaimana,,"cicitnya yang melakukan perjalanan yang cukup jauh.
"pak,ada apa kok desa kita rame"tanya Dewi ke pak lurah, melihat beberapa orang berlalu lalang seperti ingin melakukan pembangunan,
"ini nak Dewi,kan lahan di sekitar sini sudah di jual dan akan di bangun beberapa villa dan pabrik teh yang canggih gitu katanya nak Dewi"jawab pak lurah.
"oh, berarti kita bisa punya usaha dan lapangan kerja dong pak untuk para warga"ucap Dewi
"betul sekali nak Dewi,tapi mereka baru memeriksa lahannya dan akan mempersiapkan pembangunannya terlebih dahulu, muda-muda semuanya lancar ya nak,"
"Amin,Dewi pulang dulu ya pak"Dewi melanjutkan langkahnya yang tertunda,
***bersambung,,,
next ya,,,,
terimakasih yang sudah mampir di karya ku,
mohon dukungannya untuk para pembaca setiaku,
jangan lupa tinggalkan like komen dan vote kalian di sini,biar tambah semangat lagi up-nya
__ADS_1
thanks you,,,☺️☺️***