Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
mengungkapkan.


__ADS_3

saat sampai di rumah Dewi di suguhkan pemandangan yang membuat moodnya menjadi rusak, bagaimana tidak ia melihat defy tengah bersantai di kediamannya,


"beb,,"defy menghampiri Leon yang baru saja masuk.


namun saat defy ingin memeluk suaminya,Dewi lebih dulu menempelkan tubuhnya, membuat wanita itu tidak bisa melakukan keinginannya,


"sayang,kamu kan habis nyetir dari perjalanan cukup jauh,pasti kamu capek,kamu istirahat saja duluan nanti aku susul ya,cup,"ucap dewi dengan mencium bibir suaminya sekilas.


Leon yang memang merasa capek, ngantuk,dan penat memang malas meladeni defy,ia melenggang masuk sesuai keinginan Dewi,


"beb,, tunggu aku mau ngomong sama kamu,kamu gak kangen sama aku,,,"ucapnya dengan Leon yang semakin menjauh,


"Luh ngapain kesini hah,,,!mau rayu suami orang,,,!mau jadi pelakor,,!aku peringatkan sama kamu,saya tidak akan berikan kesempatan lagi untuk kalian merusak rumah tangga saya,,"ancam Dewi.


"tapi,,, saya akan terus berusaha agar rumah tangga kalian hancur sehancur-hancurnya,Luh kira gue takut dengan ancaman murahan luh,gak Dewi,,!"defy menerbitkan sebuah senyuman liciknya.


"Oya, berusaha defy,tapi ingat saya juga tidak akan diam saja, Sekarang kamu pergi dari rumah saya, pintu rumah saya ada di sana,,!"ucap Dewi menunjuk pintunya.


"emang Luh siapa,,,!berani ngusir saya hah,,"


"pak satpam usir dia,,"teriak Dewi.


"awas kamu ya,,"defy emosi meninggalkan kediaman Leon.


"nyonya, nyonya tak apa,,!"ucap bik arsiy.


"tidak apa bi,bibi siapkan makan malam untuk kita,,"

__ADS_1


"baik nya,,,"


Dewi melangkah ke atas menuju kamarnya,ia melihat Leon yang sudah sangat segar dan cool,


Dewi tidak menghiraukan tatapan Leon kepadanya, karena ia sudah benar-benar penat dan lengket,Dewi langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,


saat ia berada di kamar mandi,ia tak henti berpikir bagaimana cara menghadapi wanita licik seperti defy,


"aiss,,"keluhan frustasi.saat sudah merasa selesai Dewi keluar dengan mengunakan baju tidur,


ia melihat Leon sudah tidak ada di tempatnya,ia sudah menghilang entah sejak kapan.


"dia kemana,,?"cicitnya.


Dewi duduk di depan meja hias,ia menyisir dan mengeringkan rambut panjangnya dengan lembut,


tanpa ia sadari ada sepasang anak mata memperhatikannya,


Leon tak menyangka mengapa hanya dengan melihat tubuh Dewi,bisa membangunkan gairahnya,


hingga beberapa kali ia harus menahan diri untuk hal itu,


"defy sudah pergi,,,?"tanya Leon tiba-tiba, membuat Dewi terperanjat.


"iya,,aku mengusirnya,,"ucapnya santai,Dewi memperhatikan perubahan mimik wajah suaminya,namun tak ada tanda-tanda kekuatiran di sana,


Leon mengacak rambutnya frustasi, lagi-lagi ia harus menahan hasratnya,Leon membanting tubuhnya ke tempat tidur, yang membuat Dewi heran melihat Leon seperti cacing kepanasan,

__ADS_1


"Leon,,kamu kenapa,,?"tanyanya menghampirinya,Dewi meletakkan tangannya ke kening Leon memastikan suhu tubuh Leon, takutnya ia demam karena keadaannya yang sedari tadi gelisah.


bukannya menjawab Leon malah menarik Dewi, tanpa basa-basi langsung menciumnya dengan rakusnya,


Dewi yang belum siap untuk itu ia hanya berdiri tegangan tanpa membalas ciuman orang yang sudah kalang kabut itu,


Leon melepasnya setelah tak ada balasan dari Dewi,perasaan kecewanya sudah sepenuhnya terlihat di wajah tampannya,


"maaf,,,"cicitnya setelah melihat Leon ingin pergi,


Leon menoleh,ia melihat wajah cantik sang istri tanpa make-up,


"apa aku boleh memintanya,,?"tanya Leon hati-hati,dewi bukanlah orang bodoh yang tak mengerti ucapan Leon barusan.


"saat kamu mengucapkan ijab qobul untuk ku, saat itu semuanya sudah menjadi milik mu Leon,tak pantas jika kau bertanya demikian, sebagai seorang istri itu sudah kewajiban ku melayani suamiku,"jawabnya.


Leon tersenyum mendengarnya,


"terimakasih sudah menerima ku sebagai suami mu Dewi,, dengan segala kekurangan ku,aku merasa tak pantas di cintai oleh wanita sebaik dirimu,aku janji,,!akan menjaga ikatan pernikahan kita,akan berusaha semampuku membahagiakan mu hingga kita menua bersama,"ucap Leon membuat mata Dewi mulai mengembun,tak ada yang bisa ia ungkapkan dengan kata-kata atas kebahagiaannya,


"jika diantara kita ada yang tak pantas maka itu adalah aku,aku tak pantas berada di sisi orang sepertimu,tapi maukah dirimu menemaniku hingga suatu saat nanti aku merasa pantas ada di samping mu,,,?"


Leon mengangguk,


"sebagai suamimu aku akan mendukung mu,akan selalu berada di belakang istriku,menjaga mu, mendampingi mu, hingga apa yang kau harapkan menjadi kenyataan, walaupun dengan memilikimu yang sekarang sudah membuatku sangat bahagia"


leon tersenyum,

__ADS_1


sekarang mereka sudah bisa mengungkapkan perasaan yang ada di dalam hati merek masing-masing, setelah sekian lama terpendam hanya hati yang terbebani,


bersambung...


__ADS_2