
setelah beberapa saat di ruangan Leon,Dewi beranjak pamit untuk pulang,
"Dy,Dewi plang duluan,apa kata karyawan jika Dewi seharian di sini,,"pamitnya.
Leon mengangguk,
segera menghampiri Dewi menghujaninya dengan ciuman dimana,
"kamu hati-hati,,,"timpal Leon.
Dewi hanya bisa tersenyum membalas suaminya,ia meninggalkan ruangan suaminya secepat mungkin sebelum Leon meminta sesuatu yang berlebihan,
dalam perjalanannya Dewi menghubungi temannya yang sejak tadi meninggalkannya,
"sitt,kok gak di angkat ya,,"gumam Dewi.
setelah ia di lobby utama,ia melihat mata semua karyawan memandang tak suka,
hah ada apa dengan tatapan mereka,,Dewi membatin.
seketika ia menggeleng, mengabaikan semua tatapan mereka,toh tak ada untung ruginya.
"nona Kalis bernar,dia memang wanita penggoda,lihat saja, seharian di ruangan CEO,gak mungkin jika tidak melakukan apa-apa,,?"ucap karyawan A.
"ya juga sih, cantik-cantik tapi kok kelakuannya kayak gitu"ucap si B.
"sitt,jangan berburuk sangka dulu,emang eluh pada tak takut di pecat dengan bergosip di dalam jam kerja,"timpal yang satunya lagi.
sontak merekapun terdiam, aturan perusahaan memang mengatakan bahwa tidak boleh mencampuri urusan pribadi orang lain.
pagi harinya, ketika sinar sang Surya menyapa bumi, memerangi alam semesta tanpa ada lelah.
"pagi sayang,,"Dewi membangunkan suaminya yang masih setia meriguk di balik selimut tebal,
Leon yang merasa terganggu perlahan membuka matanya,namun sesaat kemudian ia kembali menutup matanya.
"siitt, Dy Dewi berangkat duluan ya,,"ucapnya.
mendengar itu Leon langsung bangkit.
"sayang bentar,,Deddy siap-siap dulu,,"timpalnya dengan suara parau ciri khas bangun tidur,
melihat waja bantal suaminya Dewi tertawa terbahak-bahak,ia berhasil mengerjai suaminya.
__ADS_1
Leon yang baru tersadar bahwa Dewi belum siap sama sekali memasang muka imutnya,
"kamu mengerjai Deddy,,?"Leon kembali merobohkan tubuhnya keatas kasur.
"siapa yang mengerjai,"kekeh Dewi.
"ini terlalu pagi sayang,"timpal Leon yang kembali menutup matanya.
"benarkah,"tanya Dewi memastikan.
Leon kembali membuka matanya ketika suasananya menjadi hening, tidak ada lagi celotehan istri yang membuat Leon terganggu,
"kemana dia"gumam Leon.
laki-laki tampan itu beranjak bangun,ia pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.
Leon keluar setelah selesai ia melihat pakaiannya yang sudah di siapkan oleh istri tercintanya,
"kemana dia,"gumam Leon lagi.
setelah selesai Leon keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan,
namun matanya menatap intens sosok wanita cantik yang memunggungi dirinya.
namun setelah semakin dekat ia baru sadar wanita itu adalah istrinya yang sudah berpakaian rapih dan cantik.
"sudah bangun,,"tanya Dewi yang melihat suaminya melangkah mendekat.
Leon melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah,
hal itu membuatnya pikirnya menjadi gusar,
"saya kita tunda dulu pergi ke kantornya ya,,"ucap enteng Leon.
Dewi yang mendengar itu, mengerutkan keningnya merasa bingung dengan ucapan suaminya barusan.
"Deddy lupa olahraga pagi,,"Leon memecahkan kebingungan istrinya.
sontak Dewi melotot dengan jalan pemikiran suaminya yang tidak luput dari kata mesum,
"nanti Dewi bisa terlambat,, ingat Dewi bekerja di perusahaan Deddy sebagai karyawan magang, yang artinya karyawan biasa,mana bisa Dewi terlambat di hari pertama Dewi masuk kerja,,"keluh Dewi.
setelah sarapan Leon mengajak Dewi berangkat,
__ADS_1
"Ayo berangkat sayang,"ucap Leon.
Leon membuka pintu mobilnya untuk Dewi,
"Dy,kamu mau seisi kantor heboh dengan aku berangkat bareng kamu,"Dewi mengingatkan Leon.
seketika Leon sadar,
"ya uda kamu berangkat sendiri atau diantar sopir,,?"tanya Leon.
"aku nyetir sendiri saja,,"timpal Dewi.
"Oya udah kamu hati-hati,"setelah itu Leon masuk kedalam mobil sport miliknya,berlalu begitu saja melewati halaman sekitar rumah mereka.
tanpa basa-basi Dewi menyusul suaminya,mengunakan mobilnya yang pernah ia gunakan,ia tidak ingin menambah kehebohan kantor jika ia memakai mobil yang lain milik suaminya.
di perusahaan tersebut,kini Dewi disibukkan dengan aktivitas pekerjaan,sebagai anak magang di sana terlihat beberapa orang yang tak suka padanya mempersulit pekerjaannya,
selalu membuat ia tidak bisa beristirahat walaupun sejak,
Dewi mengambil nafas dalam, karena kepalanya yang sedikit pusing entah kenapa.
"wik kamu kenapa,,?"tanya geby, yang melihat wajah sahabatnya pucat pasih,tak seperti biasanya.
Dewi menggeleng cepat,
"aku tidak apa-apa, hanya sedikit kecapekan,,"keluhnya.
"makanya belajar kerja yang benar, jangan cuma bisa menggoda laki-laki kaya,,"timpal elis, salah satu karyawan di sana.
"hey apa maksud anda menghina teman saya,,"timpal geby tak suka.
"memang kenyataannya begitu, kemaren saja dia seharian di ruangan CEO,"cibir elis.
seketika geby mengalihkan pandangannya ke arah Dewi, matanya seakan menyematkan pertanyaan kepada Dewi apakah yang mereka katakan adalah benar,?.
"sudahlah geb,gak usah dengerin apa kata mereka,,"elak Dewi,
Dewi melangkah peri ke toilet, meninggal tanda tanya besar di benak geby,
ia tau Dewi tidak mungkin melakukan itu,tapi melihat gelagatnya, kemungkinan besar yang mereka ucapkan adalah benar.
bersambung...
__ADS_1