
jam sudah menunjukan jam tujuh pagi, namun tidak kunjung membangunkan dua insan sang empu kamar tersebut,
saat Leon terbangun,yang pertama ia lihat adalah waja cantik sang istri,Leon menghujani sang istri dengan ciuman dimana, mengingat aktivitas mereka semalam yang membuat sang istri remuk seketika.
Dewi yang merasa terganggu karena Leon menyentuh lembut pipinya,ia membuka matanya secara perlahan,dan tersenyum melihat suami tampannya,
"pagi sayang,,"ucap Leon dengan suara parau ciri khas baru bangun tidur,
Dewi melotot setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi,
"Leon,kamu gak kerja,,,?"ucapnya sedikit lebih keras.
"kerja emang kenapa,,,?"tanya Leon bingung, melihat Dewi seperti sangat kaget.
"gak,, bisa-bisa kamu terlambat,,!"ucapnya menimpali sang suami.
"mau terlambat siapa juga yang marah,,,"ucapnya enteng.
"iya juga sih,,,!"balas Dewi dengan menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal.
"kamu buruan mandi nanti aku antara ke kampus,,"ucap Leon santai.
"tapi kan aku sudah,,,!"
"aku sudah mengurusnya,,," timpalnya menjawab kalimat Dewi yang belum selesai,
"mandi bareng yuk,,,"tawar Leon jahil.
Dewi menggeleng,yang semalam saja masih sangat perih,
"aku masuk kuliahnya besok saja ya,,!"Dewi merasa hari ini tubuhnya kurang vit,
__ADS_1
"mengapa,,,?"Leon tak mengerti tentang itu, yang ia tau biasanya beberapa wanitanya meskipun melakukannya berjam-jam,sudah bisa shopping dan aktivitas lainnya,
"bisa-bisa semua orang melihat cara jalanku Leon,,,!"celetuk Dewi mengingatkan perbuatan Leon yang cukup membuatnya ambruk.
Leon tersenyum jahil,"ya udah,aku mandi dulu"Leon meninggalkan Dewi yang masih belum beranjak dari tempat tidur.
setelah keluar kamar mandinya,Leon melihat Dewi yang mempersiapkan pakaiannya kerjanya,Leon melihat gerak gerik Dewi yang sedikit berbeda dari sebelumnya,"apa masih terasa sakit,,?"tanyanya mendekati Dewi.
Dewi menjadi malu, pipinya menjadi merah padam akibat Leon yang mengungkit permainan mereka semalam,
Dewi sengaja menghindari tatapan leon ia tak ingin pipinya yang merah terlihat oleh suaminya,
"kamu kenapa,,,?"Leon heran melihat tingkah lucu sang istri.
Dewi malah meninggalkan Leon pergi ke kamar mandi dan menutupnya.
terlihat sepasang suami-isteri menuruni anak tangga,Leon yang sudah berpakaian kerjanya terlihat lebih rapi dan lebih segar pagi ini, sebuah senyuman selalu terbit di wajah tampannya, walaupun teramat tipis tapi masih bisa di lihat,
arsiy hanya bisa tersenyum lebar melihat majikannya itu sudah berangsur saling mengerti satu sama lain,
setelah kepergian Leon Dewi bersandar di sebuah sofa menyandarkan tubuhnya lelahnya,
"nyonya kenapa,,?"tanya bik arsiy.
"Dewi tidak apa-apa bi,, hanya sedikit letih,,"balasnya.
arsiy melihat beberapa jejak sang majikan di bagian tubuh Dewi yang terbuka, meskipun Dewi mencoba menutupi dengan fonudation,tetap saja bik araiy bisa melihatnya sebab ia sudah memiliki pengalaman tentang hal tersebut.
"mau bibi buatkan beras kencur, untuk penyegaran tubuh cocok diminum orang yang baru melakukan hubungan suami istri,,"timpal bik arsiy.
"bibi apaan,,"jawab Dewi malu-malu.
__ADS_1
"tidak apa nyonya,bibi mengerti, semoga setelah ini hubungan kalian membaik,dan menjadi keluarga yang harmonis,bentar ya,,,!bibi buatkan dulu beras kencur istimewa untuk nyonya,,"arsiy meninggalkan Dewi.
setelah dewi meminum habis ramuan penyegar yang di buat arsiy,arsiy memijat Dewi karena semu badannya yang terasa sakit sampai saat ini,jadi arsiy menawarkan diri untuk memijat Dewi.
"nyonya, pasti kualahan melayani tuan Leon,, terlihat sekali dari bentuk tubuhnya yang atletis, pasti sangat kuat dalam urusan ranjang"tutur arsiy sembari memberikan pijatan yang lembut di tubuh Dewi yang putih mulus.
"bibi bisa aja,,"Dewi terkekeh geli dengan penuturan arsiy.
"tuh benarkan,,! nyonya saja sampai terkekeh gitu,,"goda arsiy.
canda tawa antara pembantu majikan pun berlangsung lama, terlihat sesekali Dewi merasa malu dengan ucapan pembantunya itu yang sedikit lebih mengada-ada, hingga rasa ngantuk datang menghampiri lalu Dewi pun terlelap menikmati pijatan lembut bik arsiy.
sedangkan Arya menatap curiga dengan bos gilanya itu, terlihat hari ini ia memasang wajah yang berbeda, yang membuat Arya takut bukanya seneng,
karena Leon tidak biasanya seperti yang ia lihat,
"bos,Luh kayak seneng banget,,ada apa,,"tanya Arya memasang wajah curiganya.
"luh makin hari makin sewot yak,,tapi tidak apa,, kebetulan hari ini saya sangat bahagia saya akan menceritakan semuanya,,,"ucap Leon.
Leon menceritakan semuanya dari A sampai Z dengan tidak tahun malunya,Arya yang hanya mendengarkan sang majikan ia merasa hibah dengan Dewi, bisa-bisa Dewi ambruk melayani laki-laki gila di depannya ini,
"luh kenapa..?"tanya Leon melihat Arya seperti memasang wajah sedih.
"tidak apa-apa,,?apa nyonya Dewi baik-baik saja,,?"tanyanya.
Leon bingung dengan penuturan Arya"maksud luh apa..?"
"gue kasihan kepada nyonya Dewi,, secara Luh yang sudah sangat berpengalaman sedangkan nyonya belum tau apa-apa,,bisa saja nyonya kenapa-kenapa dengan permainan kasar luh,,!"tutur Arya, tanpa melihat Leon sudah melayangkan tatapan membunuhnya.
terjadi perang cek-cok antara majikan dan sekertaris, sesekali Arya mengulum senyumnya akibat ia buka aibnya soal urusan ranjang bos gilanya itu.
__ADS_1
bersambung...