Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
bertepuk sebelah tangan.


__ADS_3

setelah beberapa hari kepergian Leon,Dewi masih beraktifitas seperti biasa walau pikirannya sendiri tak karuan entah di mana,


saat ia keluar kampus sudah ada Vito yang menantinya di parkiran,


"wik,bisa kita ngomong sebentar"ucap Vito.


"sudahlah vit,sudah tidak ada lagi hubungan antara kita dan ada yang perlu kamu ingat,kalau aku sekarang sudah menjadi istri orang, jadi alangkah baiknya kalau kita tidak mengenal satu sama lain,"tutur Dewi


"aku tau itu,,!aku juga tau kalau kalian menikah terpaksa,,! buktinya suamimu tidak menyentuh mu sama sekali,,"ucap talak Vito.


hatinya terhenyak mendengar penuturan Vito barusan,semua memang benar adanya,kalau sekarang jangankan menyentuhnya, hubungannya saja sampai sekarang masih belum begitu jelas,


"tau apa kamu tentang ku,,! lagi pula,,!itu bukan menjadi urusan mu"tukasnya,Dewi ingin segera masuk ke mobilnya namun Vito langsung menghentikannya dengan memegang teguh tangan Dewi.


"wik,aku tau semua tentang suamimu,apa kamu tau mengapa ia pergi keluar negeri, sekarang kamu ikut aku"Vito menyeret Dewi masuk ke mobilnya.


setelah sampai di sebuah kafe,Vito memesan minuman untuk mereka berdua,


"wik,aku mohon berikan aku kesempatan sekali saja,aku tau,,! kamu tidak bahagia dengan suami mu,aku tau batinmu tersiksa karena sampai sekarang suami mu belum bisa melupakan orang lain,,"tutur Vito sembari menggenggam tangan Dewi di atas meja, selintas terlihat mereka sedang berkencan romantis.


"maafkan aku vit,tapi untuk sekarang hatiku sudah berpindah tuan,aku mencintai suamiku meskipun aku tau itu salah,tapi aku akan mencoba mempertahankan rumah tangga ku"ucapnya dengan menarik tangannya kembali pada posisi semula,


"tapi wik,apa kamu tau apa yang suami mu lakukan"ucap Vito sembari memicingkan matanya.


Dewi menggeleng,


Dan di susul Vito yang membuka ponsel canggihnya,


"kamu lihat dulu"Vito memberikan foto Leon pada Dewi,


foto Leon yang tengah berselimut teguh dengan seorang wanita di sebuah kamar hotel, perempuan itu terlihat sedang memeluk Leon Dang membelakangi kamera hingga terlihat punggungnya yang tidak menggunakan sehelai benangpun,


hati Dewi seperti teriris sembilu kembali,luka yang belum mengering kini terkoyak kembali,


perasaannya hancur berkeping keping,ingin rasanya ia menjerit hesteris namun itu tampat yang tidak memungkinkan,

__ADS_1


tangannya bergetar hebat mengembalikan ponsel milik Vito,


"wik,kamu tak apa-apa"Vito yang melihat Dewi menghapus jejak air matanya yang terjauh begitu saja,


ia menggeleng,dan pergi begitu saja, sedangkan sepeninggalan Dewi Vito tersenyum simpul,


sedangkan Leon yang memiliki waktu senggang ia membuka ponselnya, berniat ingin memberikan kabar dengan Dewi,


namu ia heran ada nomor yang tak ia kenal mengirimkan beberapa foto Dewi sedang berkencan dengan seorang pria,


terlihat mereka sedang makan romantis di sebuah kafe,


Leon yang melihat itu, merasakan panas di sekujur tubuhnya,emosi yang tidak dapat ia bendung meluap bak lahar panas yang siap membakar,ia melampiaskannya dengan membanting ponselnya begitu saja ke tembok hingga tak tersisa hanya menjadi kepingin yang berserak,


rasa kecewanya teramat besar saat ia sudah ingin mencoba membuka hatinya secara perlahan,


laki-laki itu memijat keningnya pusing dengan posisinya sekarang,


hati kecilnya mempercayai bahwa Dewi tidak akan melakukan itu padanya,tapi kenyataan di depan mata membuktikan kebenaran yang nyata,


sembari mempermainkan segelas anggur di tangannya,


tok,,tok,,


suara ketukan pintu dari luar, menampakkan sosok Arya yang muncul dari balik pintu,namun ia malah keheranan melihat kamarnya yang sedikit berantakan, sebuah ponsel yang sudah menjadi puing puing berserakan,


Arya menggeleng ia tau saat bos-nya sedang di rundung masalah, ia akan melampiaskan dengan cara menghancurkan semua barang yang ada di dekatnya,


"kamu kenapa,,?"ucap Arya secara formal karena mereka sedang tidak berada di kantor.


Leon tidak menjawab Arya,ia hanya diam saja sambil tersenyum simpul,


Arya merinding melihat sebuah senyuman yang mengerikan baginya, marah-marahnya Leon ia tidak seperti ini,


biasanya bos gilanya ini,akan mencaci maki dirinya ketika sedang ada masalah bukan malah berdiam diri seperti ini,dan Arya lebih memilih di caci maki daripada melihat Leon yang sekarang.

__ADS_1


lain halnya dengan Dewi yang mengurung diri di kamar,rasa kecewanya teramat besar, kecewa pada dirinya sendiri karena sudah begitu muda membuka hatinya yang berujung luka yang mendalam,


rasa sakit itu tak bisa ia hindari meskipun ia sudah tau akan terjadi seperti ini karena mencintai seseorang yang tidak mencintainya, cintanya yang bertepuk sebelah tangan, menaruh perasaan yang begitu rumit, sulit di artikan,


ia duduk di sebuah bangku di balkon,tak peduli dengan keadaannya dan penampilan yang seperti apa, perempuan itu terlihat acak-acakan dan lusuh,


setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya bercinta dengan orang lain, rasanya begitu menyayat sakit dan perih terasa di dada,


"nyonya,,, nyonya makan dulu ya,,!tidak baik menyiksa diri seperti ini,jika ada masalah selesaikan secara baik-baik agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung penyesalan"tutur bik arsiy


Dewi hanya diam meski mendengar penuturan arsiy,


terlihat air mata menerobos keluar dan terjatuh,


"jika nyonya ingin cerita bibi siap dengarkan keluh-kesah nyonya,tak baik jika di pendam sendiri"saat arsiy mendekatinya meletakkan nampan yang ia bawa berisikan sarapan untuk Dewi,


spontan Dewi terisak membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya,


"semua salah Dewi bik, karena memiliki perasaan pada suami Dewi, padahal Leon sudah memperingatkan Dewi dari awal bahwa tidak akan melibatkan perasaan dalam pernikahan ini"Isak tangis Dewi meratap pilu,


"nyonya tidak salah, belajar mencintai suami sendiri itu tidaklah salah,namun tak mudah untuk kalian yang menikah bukan karena dasar cinta, membutuhkan perjuangan untuk itu,,"


"tapi Dewi gak sanggup bik, rasanya hati Dewi sudah hancur,luka yang belum sembuh kini berdarah kembali, rasanya begitu perih dan sakit di sini bik,,,! mengapa jalan kehidupan Dewi serumit ini,,,,!mengapa semuanya tega menyakiti Dewi,Dewi salah apa bik,,!"ia mengeluarkan semua unek-uneknya yang ada,seduh sedan mengiringi ucapnya


terlihat perempuan itu sudah menyera karena tangisnya begitu pilu,,,,


***bersambung,,,


next ya,,.


terimakasih yang sudah mampir,mohon dukungan dan do'anya,


semoga author bisa up setiap harinya,


dan jangan lupa kasih semangat author dengan meninggalkan like dan komentarnya di sini,,

__ADS_1


thanks you,,,,☺️☺️***


__ADS_2