Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
menepisnya


__ADS_3

"aaak,aaak,ayo dong ayah di habiskan buburnya biar ayah cepat sehat dan cepat pulang"Dewi menyuapi makan ayahnya yang sudah beberapa hari di rumah sakit,


"ayah sudah kenyang sayang,ayah mau pulang,ayah sudah tidak nyaman di sini"keluh Herwan


"okeh,Dewi tanya pada dokter dulu,apa ayah sudah boleh pulang apa belum,,!"Dewi beranjak melangkah keluar,


Desi menggeleng melihat suaminya begitu manja dengan putrinya,


"benar ayah sudah sehat, kalau masih belum sehat total, ayah jangan paksa nanti bikin report Dewi lagi"tutur Desi ke sang suami,


"ayah sudah tidak apa-apa bun,ayah ingin istirahat di rumah saja lebih nyaman juga tidak merepotkan Dewi harus bolak-balik ke rumah saki"jelas Herwan,


Desi mengangguk,


"ayah benar juga,kita tunggu Dewi kembali"ucap desi


"yah,ayah sudah boleh pulang kata dokter,tapi ayah masih harus banyak istirahat"Dewi tersenyum sumringah menampakan deretan gigi putihnya,


"okey,ayah janji akan istirahat yang banyak,biar bisa pulih kembali"Herwan mengacungkan jari jempol,


mereka segera beres-beres ingin segera meninggalkan ruangan yang membuat bosan tersebut,


namun nasib malang pun menimpa mereka setelah sampai di kediamannya,terpampang jelas selembar kertas yang bertuliskan rumah ini disita,


yang membuat merek bertiga kembali tercengang,


"apa yang terjadi yah"Dewi mulai memijat pangkal hidungnya,


"ayah juga gak tau wik, kemungkinan disita oleh pihak bank sayang"Herwan mencoba mengendalikan diri,


"okeh,, ayah tak usah kuatir,kita cari kontrakan dulu untuk tempat tinggal sementara"tutur Dewi mencoba setegar apapun di hadapan kedua orang tuanya,


tak bisa berbuat apa-apa Desi dan Herwan menuruti keputusan Dewi itupun adalah jalan terbaik untuk mereka,


sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas, mereka membuka pintu kayu yang sudah sedikit lebih tua,


ada perasaan sesak di dada Herwan telah membawa anak istrinya dalam kesusahan akibat kebodohan terlalu percaya dengan orang lain, bagaimana ia sendiri meminta agar Dewi meminta bantuan pada Vito,


"maafin ayah ya sayang, semua ini salah ayah"Herwan menatap anak istrinya yang tengah duduk bersamanya.

__ADS_1


"yah, sudahlah, yakinlah semuanya adalah yang terbaik untuk kita,yang terpenting sekarang kita bisa selalu bersama dalam keadaan apapun"tuturnya Dewi


untuk sekarang tak ada harta yang paling berharga selain kebersamaan dengan keluarga, meskipun kedepannya Dewi tak tahu harus melakukan apa lantaran keadaannya yang sudah tidak punya apa-apa,


lain halnya dengan seorang pria tampan yang sedang anda di gedung mencakar langitnya,


selain sibuk dengan pekerjaannya leon juga tidak lupa untuk mencari tahu siapa Vito sebenarnya,


setelah dapat mengorek informasi tentang Vito,Leon nyengir kuda seperti sebuah ejekan,


"dasar payah"ejeknya


"yak,, terobos perusahaan ayahnya Dewi yang sudah di rampas paksa oleh cecunguk itu kemarin, siapa tahu berarti untuk kita suatu saat nanti,,,"perintahnya Leon


tanpa menjawab Arya sudah perkirakan semuanya,


begitulah sifat bosnya ini, PHP,pemberi harapan palsu,


membiarkan lawannya bersenang senang terlebih dulu,baru di hancurkan Hinga ke titik dasarnya,


"Oya bos, barusan anak buah ku bilang, aset yang dimiliki oleh keluarga Herwan, termasuk rumah di sita oleh pihak bank"tutur Arya


Arya menggeleng,


"dasar pembohong, mukanya kayak biasa saja,,,! sedangkan hati dan pikirannya berkecimpung dengan segala pertanyaan"celoteh Arya pelan,


"apa kamu bilang,,,?"Leon melayangkan tatapan membunuhnya,


"aa,,aku tidak bilang apa-apa,salah dengar kali"elak Arya,


"dasar sekertaris tidak becus,,!"celetuknya


Leon kembali ke aktivitasnya, sebenarnya hatinya tidak tenang mendengar bahwa aset dan rumah Dewi disita,


namun nalurinya berkata bahwa kemungkinan wanita itu sama saja termasuk Dewi,datang ketika butuh,


Leon menepis semua perasaan kuatir yang ada di kepalanya, membuang jauh-jauh perasaan aneh yang menggerogoti hatinya,


tanpa ia sadari membohongi diri sendiri jauh lebih menyiksa dan menyakitkan,

__ADS_1


saat itu juga Leon mendapatkan telpon dari sala satu pelayan di rumah,


bahwa terjadi sesuatu pada Aisyah yang membuat ia harus di rawat di rumah sakit,


Leon tak bisa berkata apa-apa lagi,ia langsung pergi begitu saja dengan terburu-buru,perasan cemas dan kuatir membuat pria tampan itu memacu mobilnya tak karuan,


ciitt,,,,,


suara rem mobil sport Leon menghindari menabrak seseorang,


ah,ah,,,,


seorang wanita tersungkur memegangi kakinya,


Leon tersedar ia telah menabrak seseorang,


langsung keluar dari mobilnya,


"nona,anda tidak apa-apa,,,?"tanya Leon cemas.


wanita itu menggeleng


"tidak apa-apa tuan, hanya sedikit lecet"balas Dewi sembari memegangi kakinya,


Deng,,,


Leon serasa familier dengan suara itu,


ia berjongkok memastikan, dugaannya salah atau benar,


"kamu terluka,kita ke rumah sakit sekarang".....


***bersambung,,


terimakasih sudah mampir,☺️☺️


please,,,,


like dan komentarnya yah,biar tambah semangat up-nya***,,

__ADS_1


__ADS_2