
beberapa hari ini Arya dan Rizka sudah lebih dekat, gadis itu melakukan berbagai cara untuk mengambil perhatian khusus dari Arya,tapi saya Arya masih sering bersikap dingin yang membuat Rizka mengeluhkan semua yang telah ia lakukan.
"Taraa,aku bawakan sesuatu untuk kak Arya,,"Rizka baru sampai di tempat mereka berjanji untuk bertemu.
Arya mengerutkan keningnya,
"apa itu,,,?"tanyanya bingung.
"aku bawakan cupcake untuk kak Arya,, bukalah,,!"antusias Rizka dengan senyum sumringah.
Arya membuka kotak kue tersebut, namun seketika ia melemparkan kue itu hingga berhamburan,
rahangnya mengeras dengan mata yang sudah memerah,
tangan Rizka bergetar menyaksikan hal tersebut, matanya sudah berkaca-kaca,terlihat buliran bening tersebut hampir terjatuh dari pelupuk mata.
saat Arya tersadar akan perbuatannya,ia melihat Rizka yang sudah mundur beberapa langkah,ia menggeleng dengan buliran bening yang sempurna terjatuh tanpa seizinnya,
tiba-tiba Rizka berpaling melangkah menjauh dari Arya,
"maafkan aku kak,aku gak bisa memenuhi permintaan kakak,,"lirihnya sembari melangkah menjauh.
Arya mengusap wajahnya kasar sadar akan perbuatannya yang sudah menyakiti hati seseorang,
saat ia hendak melangkah ia melihat secercah kertas yang bertuliskan,
(kak Arya maaf,maaf sudah lancang menyukai kak Arya, sebenarnya aku sadar perasaan ini salah, tapi setidaknya izinkan aku untuk menyukaimu,
izinkan aku berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kak Arya,,Rizka.)
perasaan Arya gusar melihat isi dari kertas kecil itu,ia tidak mungkin memberikan harapan sedangkan hatinya masih ada yang memiliki,ia takut untuk memulainya takut gagal yang berujung saling menyakiti satu sama lainnya,
"maafkan aku Rizka,aku tidak biasa,aku takut menyakitimu hanya dengan berpura-pura mencintaimu sedangkan hatiku telah ku berikan oleh seseorang,,"cicit Arya.
Arya meninggalkan tempat itu,ia melihat Rizka di ujung sana,gadis itu pura-pura tegar,
mencoba melawan perasaannya, melupakan semua yang terjadi,
tangan mungilnya menghapus jejak air mata di pipinya, mengambil nafas dalam dan membuangnya kasar.
ia menikmati keindahan malam di sebuah taman membiarkan hembusan angin malam yang dingin menerpa meniup wajahnya,
__ADS_1
setelah beberapa saat gadis itu beranjak meninggalkan tempat tersebut.
keesokan harinya mereka sudah berkumpul di halaman kampus,
"Rizka,,"Dewi dan geby teriak memanggil sahabatnya yang sudah lama mereka tunggu,
Rizka melongo melihat kedua temannya itu,
"Luh pada ngapain di sini,,?"tanyanya.
"hey kita tungguin luh dari tadi,,"timpal Rizka.
"Riz,mata luh kenapa,,?"tanya Dewi melihat mata sembab Rizka.
"hehe bukan apa-apa hanya kelilipan,Uda yuk masuk,,"tukasnya mengalihkan perhatian.
merek bertiga selalu membikin heboh se-universitas saat datang,
selalu menjadi pusat perhatian baik dari wajah ataupun gaya dan cara mereka berpakaian,
banyak yang kagum akan kecantikan mereka,wajah alami yang serasa sedap di pandang,bukan cantik karena makeup yang berlebihan, itulah ciri khas Dewi kampus mereka,
matanya menatap benci dan jijik,
"dasar perempuan murahan,selalu cari perhatian,,awas saja aku akan bikin semua orang memperhatikan kamu dengan tatapan jijik,"ucap Kalis yang memperlihatkan kebenciannya.
saat jam istirahat kelas,Dewi dan temannya menuju kantin,
mereka memesan beberapa minuman dan makanan ringan,
"wik apa kak Arya mempunyai kekasih,,?"tanya Rizka sembari memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.
Dewi dan geby saling melempar pandangan mendengar pertanyaan Rizka, sekarang mereka sudah menebak pasti Rizka menyukai laki-laki dingin tersebut,
"dari sepengetahuan ku,Arya orangnya sangat tertutup,soal kekasih mungkin tidak,jika ia punya kekasih pasti media sudah mengekspos siap kekasihnya itu,,"timpal Dewi yakin.
"iya juga sih,,"timpal Rizka lesu.
"emangnya luh sudah dekat tuh sama babang tampan,,?"celetuk geby.
"beberapa hari ini,kami tidak sengaja bertemu di minimarket,tapi kak Arya sangat dingin dan tertutup,aku tak yakin bisa menghancurkan dinding pertahanannya yang sangat kokohnitu,,"jawabannya menyerah.
__ADS_1
"yang namanya cinta harus di perjuangkan dong,gue yakin Arya orangnya baik,dia cuma belum menemukan wanita yang tepat untuk mengisi hatinya,"ujar Dewi.
"Riz, jangan gitu dong,,kalau lih sudah punya gebetan entar gue jomblonya sendiri, kasihanilah gue Riz,"timpal geby manyun.
"sitt,,salah sendiri, udah nanti gue jodohkan sama tukang somay,"timpal Dewi,
"Ogah gue,biar aja jadi perawan tua sehumur hidup,,"celetuk geby.
Rizka dan Dewi tersenyum melihat tingkah laku geby, yang ingin di jodohkan sama tukang somay,
sedangkan Leon minta ayah mertuanya segera keruangan nya, beberapa hari ini ia tidak bertemu dengan ayah mertuanya itu.
"siang pak,,,"ucap Herwan yang baru saja masuk.
Leon tersenyum,
"silakan duduk yah,,"ucapnya.
Herwan dengan ragu dan sungkan untuk duduk berhadapan dengan Leon, setelah bekerja di perusahaannya, ia baru tahu sehebat apa suami dari putrinya ini,yang membuat ia merinding setiap saat.
"apa ayah menyukai pekerjaannya,,?"tanya Leon.
"iya,ayah senang nak Leon bisa mempercayai ayah, menempatkan ayah di divisi utama perdagangan,"jawab Herwan seadanya.
"syukurlah, sebenarnya Leon bisa saja mengembalikan perusaan keluarga ayah,tapi untuk sekarang aku ingin Vito merasakan kehilangan segalanya,bukan sekedar perusaan yang sudah ia rampas dari ayah,, tunggal sebentar lagi yah,,!"jelas Leon.
hewan melongo mendengar penuturan dari matu hebatnya,
ia tidak menyakiti ia mengetahui segalanya.
"tidak usah repot-repot nak,itu adalah sebuah kelalaian ayah sebagai direktur,ayah merasa belum pantas untuk memimpin,jadi jika nak Leon sudah mendapatkannya nanti,berikan saja sama Dewi, sebagai penerus keluarga ayah,"tutur Herwan.
"akan ku pertimbangkan nanti,,"timpal Leon.
setelah selesai Herwan pamit untuk keluar,
ia tak mungkin berlama-lama di sana yang membuat daranya naik turun tak karuan,
setelah di luar ia bernapas dalam-dalam,dan membuangnya lega...
bersambung...
__ADS_1