Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
nasi tumpeng kuning.


__ADS_3

matahari menyongsong menampakkan sinarnya yang inda di perbukitan yang sejuk dan nyaman,


terlihat seorang pria yang masih setia dengan alam mimpinya,


bersama teman setianya yang selalu menemani pria tampan tersebut iya itu bantal dan guling,


matahari yang menerobos masuk,tak kunjung bisa membuat sang tampan membuka matanya,


"bos,, sekarang sudah menunjukan pukul delapan, sebentar lagi acaranya akan segera di mulai, saya berharap agar bos bisa untuk bersiap segera, untuk mempersingkat waktu kita tinggal di sini"ucap Arya yang membangunkan bos tampannya.


perlahan kelopak mata itu mulai terbuka,Leon sedikit bermalas-malasan sebab acara tersebut hanya acara peresmian, terlambat pun tidak akan menjadi masalah untuknya,


"tunggulah di luar Arya"tuturnya mulai bangkit.


saat Arya sudah di luar, ia membersihkan dirinya terlebih dahulu sesaat laki-laki itu sudah tanpa segar dan makin tampan,


semua orang berlalu lalang,semua warga berkumpul bergoyang goyang ke acara tersebut,


setelah sekian lama menunggu akhirnya yang mereka tunggu-tunggu pun tiba,


sebuah mobil sport mewah baru saja datang memasuki halaman,


yang membuat semua warga melotot, tak berani mengedipkan mata melihat mobil sport yang baru kali ini mereka lihat seumur hidup,


tapi yang lebih membuat mereka hesteris ketika penghuni mobil sport itu turun, laki-laki gagah tinggi,putih, hidung mancung yang di hiasi kacamata hitam yang melekat sempurna menghiasi wajah tampannya,


riuh suara warga terdengar ada yang teriak, ada menangis ada juga yang sampai pingsan, melihat mahluk ciptaan Tuhan tersebut,


tapi laki-laki itu begitu cuek dan dingin ia begitu Engan untuk tersenyum,ia seakan-akan tak peduli melihat warga yang berdesakan hanya untuk melihat dirinya,


Dewi yang bertugas sebagai penanganan konsumsi, begitu penasaran dengan sosok yang baru saja datang,

__ADS_1


namun karena ruangannya yang tidak bisa di tinggal, membuat niatnya urung untuk melihat sosok yang membuat warga riuhnya,


acara demi acara pun berlangsung,tiba saatnya dimana acara peresmian pembukaan yang akan di pimpin langsung dengan pemilik pabrik tersebut sekaligus memberikan nama,


saat pria tampan ini menaiki podium teriakan warga kembali terdengar,namun sebuah isyarat diam langsung membungkam mulut, semua warga,.


Leon membuka kaca matanya yang sedari tadi tidak ia lepas,tentu hal tersebut membuat para warga baik wanita maupun laki-laki melotot tak percaya,


mengapa bisa ia begitu tampan,,,?


leon memberikan kata sambutan,yang singkat namun penuh arti,


"terimakasih atas kerjasama kalian, saya berharap pembangunan pabrik di desa ini bermanfaat untuk semua warga di sekitar sini, membuka lapangan kerja agar semua warga bisa untuk memanfaatkan sekil kerja warga, yang terpendam selam ini, pabrik ini saya akan beri nama, PT ANUGERAHDEWISENJA."Leon menghampiri vita cantik dan memotongnya,pertanda pabrikan sudah resmi di buka hari ini,


Dewi yang serasa mengenal suara tersebut menepis dan membuang jauh-jauh pikirannya,


begitu merindukannya hati ini, hingga aku mendengar suaranya di diri orang lain, batinnya


Dewi membawa nasi tumpeng kuning yang di hiasi sayuran dan aneka lainnya yang membuat nasi tumpeng itu sangat unik dan cantik,


ia berjalan dengan anggun menuju Leon yang tengah bertutur sapa dengan pak lurah setempat,


"ini pak,"ucap Dewi ke pak lurah,


"oh iya hampir lupa,Dewi kamu letakkan di sini"


ketika Leon mendengar nama itu sepontan ia menoleh,


ketika itu saat Dewi tengga berjongkok di depan mejanya tepat di depan Leon meletakkan nasi tumpengnya,


tatapan mata mereka bertemu,ada getaran hebat di dada mereka masing-masing,

__ADS_1


Leon terdiam kaku, dimana ia selalu bersyukur perjalanan yang teramat susah membawanya bertemu dengan seorang yang sudah lama ia cari,


"Leon,,"ucap Dewi, bibirnya bergetar hebat, matanya yang mulai mengembun.


"wik,kamu mengenalnya,,?"tanya pak lurah membuyarkan lamunan mereka.


"eh, lihat di majalah pak,,"ucap Dewi gelagapan.


"oh,ya udah,mana garpunya,,"tanya pak lurah.


"ini pak,,"Dewi memberikannya.


pak lurah memberikan garpunya pada Leon, yang di susul dengan tatapan Leon seolah bertanya bagaimana caranya,


pak lurah yang mengerti akan tatapan itu, langsung beralih menatap Dewi,


"wik,kamu bantu pak Leon ya,,!"


Dewi ragu-ragu namu ia tak ingin mengecewakan pak lurah,,


Leon memberikan garpunya,namun langsung di tepis oleh Dewi,dan beralih memegang hangat tangan Leon membimbing tangan itu melakukan tugasnya,,


setelah selesai Dewi buru-buru pergi menjauh, yang di susul oleh tatapan Leon ke Arya mengisyaratkan untuk mengikuti Dewi,Arya mengangguk dan pergi,


setelah acaranya selesai Leon kembali ke villa,


banyak gadis setempat yang berdatangan memberikan berbagai macam makanan ciri khas tempat mereka,


yang membuat laki-laki itu tetap berada di kamarnya,tak ingin bertemu dengan warga hanya menyuruh bodyguardnya yang menghadapinya,.


bersambung,,,,

__ADS_1


maaf ya up-nya cuma satu episode,sebab di tempat author terjadi pemadaman listrik sudah dua hari berturut-turut,ini author sudah sangat berusaha,,,🙏🙏🙏.


__ADS_2