
baru beberapa hari pulang ke tanah air,,
Leon sudah berkecimpung di dunia bisnisnya,itu sudah menjadi kebiasaannya sebagai penyandang gelar pengusaha tersukses,
"boss, kita ada meeting di sebuah kafe cabang perusahaan nanti sembari makan siang"ucap Arya
"emm,apa semuanya sudah siap"tanyanya
"iya, sudah aku persiapkan semuanya, kita tinggal menunggu waktunya saja"timpalnya Arya
***
di universitas argamayu,
Dewi sudah berminat untuk pulang,
"Dewi,dew"panggil geby dan Rizka bareng
"tak usah teriak teriak,aku tidak budak tau"celetuk Dewi
"abis kamu si nyelonong aja"tutur Rizka
"sebelum pulang kita mampir ke kafe yuk,"ajak Geby
"Ayuk, sudah lama juga tidak ngopi bareng,kamu ikut ya wik"bujuk Rizka
"ya,ya, uda yuk terserah kalian saja"sembari melanjutkan langkahnya,
mereka bertiga meninggalkan kampus menuju kafe,
di perjalanan saat berhenti di lampu merah, mereka tak sengaja melihat Leon di sebelahnya,
"geb,geb coba lihat cowok yang ada di mobil sebelah kita, ahh cakep banget"celoteh Rizka,
"iya,tu cowok tampannya gak ketulungan tauk"geby gak habis pikir,
sedangkan Dewi geleng kepala melihat kelakuan dua temannya yang menurutnya goblok,
Dewi melajukan mobilnya mendahului mobil milik Leon,
__ADS_1
setelah sampai mereka wara Wiri berjalan masuk saling bercanda dan menggoda,
sedangkan secara bersamaan Leon dan Arya juga masuk membuntuti merek,
"Uda wik ngaku aja kamu sudah kala loh,jadi sebagai taruhannya kamu harus berjalan mundur Lima langkah,"
"aiss siapa takut,"tantang Dewi
Dewi sudah mulai melangkah mundur,
Dewi heran dengan sikap temannya, yang tadinya cemprang cempreng, sekarang malah melotot ke arahnya,
"Rizka,geby,ada apa"tanyanya yang keheranan
tentu sja Rizka dan geby melotot, karena melihat seorang cowok tampan berjalan masuk ke arah mereka,
karena penasaran Dewi menoleh secara tiba-tiba,
Dewi kaget melihat cowok tampan itu yang sudah sangat dekat,
hal tersebut membuat keseimbangan tubuhnya goyang,
Dewi hampir saja terjatuh memejamkan matanya
namun Dewi aneh tubuhnya tidak jadi menyentuh lantai,
ada tangan kekar seseorang yang melingkar menahan tubuh mungilnya dengan sigap,
Dewi langsung membuka matanya,
membuat mereka saling menatap beberapa saat,
"hati-hati nona"celetuk Leon yang membuat Dewi sadar kalau sekarang ia ada dik kekangan tubuh kekar seorang pria asing,
"ohh, maaf"hanya itu yang mampu ia ucapkan,
Leon melanjutkan langkahnya karena suda di tunggu oleh klien,
Dewi langsung di semprot oleh kedua temannya,.
__ADS_1
"ceye cye Dewi,kamu sangat beruntung loh wik"goda Rizka
pipi Dewi Mera padam menahan malu,
"Uda cari tempat untuk duduk yuk"Dewi mengalihkan pembicaraan,agar dua teman endannya itu diam,
mereka duduk, entah sebuah kebetulan atau apa,
Dewi tepat berhadapan dengan Leon yang duduk di meja samping mereka,
hal tersebut membuat Dewi salah tingkah,
namun bukan Dewi jika ia tak bisa mengabaikan perasaannya,
Leon sejenak melirik mereka, melihat senyum renyah milik Dewi,yang terkadang menampakan deretan gigi putihnya,
"wik, cowok kamu tumben tak menampakan batang hidungnya beberapa hari ini"tanya Rizka
"iya wik tumben, biasanya kalian nempel saja kayak perangko"timpal geby
"oh itu, sekarang Vito lagi ke luar negeri untuk perihal pekerjaannya"jelas Dewi
"oh,pantas,kamu beruntung banget ya wik punya cowok ganteng tajir lagi"celetuk geby
"saya mah, tidak harus ganteng dan tajir yang penting ia bisa menghargai dan menjaga perasaan kita, karena percuma saja kan mempunyai segalanya kalau pada ujung ujungnya membuat kita sakit"tutur Dewi
"iya,wik,tapi mungkin sekarang Dewi keberuntungan lagi berpihak pada mu wik, Vito kan sebuah paket lengkap untuk kamu, sudah ganteng,kaya,baik,setia,so sweet pokoknya"celoteh Riska
itulah yang mereka lakukan saat mereka berkumpul,
bercanda ria bersama,
memahami satu sama lainnya,
sehingga mereka masih menjadi teman saat masa SMA hingga sekarang,,,,
sebuah keberuntungan memiliki teman sejati, teman yang tulus akan susah senang kita,,,
next......
__ADS_1