
saat jam makan siang,Dewi beranjak untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan,berdemo tak jelas,
ia bergegas pergi meninggalkan pekerjaannya yang masih menumpuk begitu banyaknya.
ketika Dewi lewat,Kalis sengaja menumpahkan minumannya di baju Dewi sehingga Dewi terperanjat kagetnya.
"opss...maaf gak sengaja"ucap Kalis.
"oh gak sengaja.."jawab Dewi dengan wajah polosnya.
Dengan santai ia mengambil botol kecap dan menumpahkannya.
"opss...maaf gak sengaja,gini kan impas,"ucap Dewi sembari berlalu, menepuk-nepuk tangannya.
"hey perempuan ******!Luh berani ya sekarang,,!"hardik Kalis.
Dewi dengan polosnya pura-pura tak mendengar sumpah serapah yang terucap dari mulut Kalis,
melihat itu membuat Kalis jengkel dan kesal yang sudah memuncak di ubun-ubun.
di ruangannya.
Leon yang tengah berkutat dengan pekerjaannya, langsung terhenti ketika Arya masuk.
"bos, sepertinya pak Angga dan Vito mulai bergerak, terlihat dari semua pengeluaran dana di perusahaannya yang tidak jelas,"tutur Arya.
"pantau terus pergerakan mereka Arya,jangan sampai lengah,aku tahu mereka akan melakukan segala cara demi merebut saham perusahaan,, Oya satu lagi,Dewi bersikeras untuk kembali magang di perusahaan,aku tak ingin mereka dalam bahaya sedikitpun,"jelas Leon.
"baik bos,, saya permisi,,,"Arya segera meninggalkan ruangan Leon.
"kalau nyonya ada di kantor akan mudah bagiku untuk memantau dua pekerjaan sekaligus"gumam Arya.
__ADS_1
"aku harus memastikan sendiri,"
Arya bergegas mencari Dewi.
dari kejauhan Arya tersenyum, melihat Kalis kala talak melawan Dewi.
"nyonya orangnya begitu cerdas dan pintar,tidak mudah untuk di tindas sembarang orang, Kalis.. Kalis..kamu hanya akan menerima kekalahan berhadapan dengan nyonya Dewi,,"celoteh Arya sembari menggeleng.
saat ia ingin berbalik,ia tak sengaja bertemu dengan Rizka dan geby,
"siang pak Arya,,"sapa geby.
terlihat Arya mengangguk menangapi geby, setelah itu ia segera mungkin membuang muka ke sembarang arah, menghindar tatapnya pada Rizka.
Rizka hanya terdiam,
begitu sulitnya kamu membuka hati untuk orang lain Arya,semua salahku, begitu mudah memiliki perasaan padanmu, sehingga hati ini terasa begitu sakit hanya bisa menatap mu dari kejauhan,batin Rizka.
"Riz,pak Arya orangnya dingin benget ya...
"hah sudahlah,,bukan urusan kita"ucap Rizka setelah sadar dari lamunannya.
mereka segera ke kantin untuk makan siang,Rizka memilih menghindari Dewi daripada berhadapan langsung dengannya,ia memilih meja yang lain di sebelah Dewi.
Dewi melihat semuanya hanya membuang nafas kasar,
tiba-tiba Kalis sudah kembali dari membersihkan pakainya,
melihat Dewi ia hanya menatap benci ingin segera membalas perbuatannya.
"perhatian semuanya yang ada di sini,,"Kalis meminta perhatian pada semua karyawan yang bekerja di sana.
__ADS_1
"kalian tahu tidak,,?Dewi, anak magang di perusahaan besar seperti ini,muka yang polos, diam-diam sudah hamil, dan yang lebih para lagi,,! kemungkinan besar ia tidak bisa memastikan siap bapak dari anak tersebut,"ucap Kalis.
sontak semuanya kaget dan tak percaya,
"pantas Dewi pingsan saat itu,jadi dia tengah hamil toh,"ucap si A.
"iya betul,betu,"ucap beberapa orang yang mulai bergerumunan.
"hy,kamu tahu apa tentang dia,,"ucap Rizka membela.
"iya,kenal engak, kerabat bukan, apalagi saudara,jadi jangan sok tahu Luh"ucap geby menimpalinya.
"gue punya bukti,,"Kalis mengeluarkan beberapa lembar Poto Dewi tengah di rumah sakit bersama dokter kandungan yang menanganinya.
semuanya langsung melotot tak percaya.
jelas hinaan dan cacian yang terucap dari semua orang yang melihatnya,
mereka tak menyangka kalau Dewi bukanlah perempuan baik-baik, padahal mereka melihat Dewi orangnya yang begitu tulus dan periang.
"mana ada maling mau ngaku, jelas-jelas ada karyawan yang hamil di luar nika kenapa masih di pertahankan di perusaan besar seperti ini, kita harus melaporkan semuanya pada CEO perusahaan,ia harus di tendang segera sebelum menebar sial pada kita semua,,"usul Kalis.
"iya kamu betul,kita harus segera melaporkan ini pada atasan, biasa-biasa kantor ini memelihara perempuan ****** yang tak bermoral,hamil di luar nika,tidak tahu bapaknya lagi,,"timpal karyawan lainnya.
"stop,,"hardik Rizka.
saat ia ingin menjelaskan bahwa Dewi memang sudah menikah,ia melihat Dewi menggelengkan kepalanya,
seolah berucap Jangan,
Dewi pergi begitu saja dari kerumunan orang yang sudah menganggapnya buruk,
__ADS_1
Dewi hanya bisa menahan hatinya, karena ia tahu semua itu hanya kesalahpahaman namun ia belum mampu memberikan penjelasan.
bersambung....