
sejak mengadakan rapat umum pemegang saham di perusahaan Herwan dan beberapa rekannya,kini Leon sudah mengambil alih semuanya,
apapun yang mereka lakukan harus mendapatkan izin dari dirinya,
tentu hal tersebut membuat Angga murka, segala cara akan ia halalkan untuk mengembalikan perusahaannya,
"papi kok manyun,,,"tanya Kalis karena melihat Angga tidak seperti biasanya.
"papi ada masalah di kantor, perusahaan besar itu sudah mengambil alih segalanya, sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan kita,"jelas Angga.
"apa itu Leon,,?"tanya Kalis.
"iya,papi tidak menyangka mereka seteliti itu,, sekarang apapun tidak yang papi ambil harus mendapatkan izin darinya,itu sama saja papi menjadi bawahan di perusahaan papi sendiri,,,!"ujar Angga.
"terus apa rencana papi,,?"Kalis seperti melihat papinya memikirkan rencananya.
"untuk saat ini papi belum mendapatkan rencana yang tepat,jika melalui rencana licik,merek cukup cerdik menghadapinya,apa kamu bisa bantu papi,,,?"Angga menatap putrinya.
"Kalis akan bantu jika menyangkut dengan Leon,apa papi bisa atur Kalis magang di perusahaan besar itu,,"tanya balik Kalis.
"tentu sayang, apapun itu untuk putri papi,,"timpal Angga dengan senyum mengembang,ia tahu apa yang akan putrinya rencanakan selanjutnya.
di kamarnya,Dewi tengah melamun di depan meja rias,
Leon yang tenga fokus mengutak-atik ponselnya, seketika beralih memperhatikan istrinya yang tengah melamun.
"sayang,,,ada apa,,,?"tanya Leon yang menghampirinya dan mengelus puncak kepala Dewi.
"Hem,,"Dewi tersedar.
"ada apa,,,?"tanya Leon kembali.
"Dewi bingung,,, mencari tempat magang yang tepat,,"timpalnya dengan membuang nafas kasar.
Leon menautkan kedua alisnya,
"kok bingung,kamu kan bisa magang di perusahaan Deddy,,"timpal Leon memecahkan kebingungan istrinya.
"tapikan,,"ucapan Dewi terpotong.
__ADS_1
"terus kamu inginnya magang dimana,,?kamu mengerti kan untuk saat ini perusahaan Deddy yang tengah menyandang perusahaan terbaik,
Deddy yakin, target utama universitas itu adalah perusahaan Deddy,"jelas Leon.
terlihat Dewi berpikir setelah mendengar ucapan Leon,tak sengaja ia berpikir kemungkinan besar Kalis akan magang di kantor suaminya,
Dewi menggeleng tak jelas,
Leon yang melihat itu semakin bingung,
"sayang,,"panggil Leon membuyarkan lamunan Dewi.
"Deddy benar,apa lagi perempuan sombong itu,aku yakin ia akan magang di perusahaan Deddy, secara perusahaan keluarganya kan sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan Deddy,
aku tidak akan biarkan ia semena-mena mendekati Deddy,,"celoteh Dewi.
Leon semakin mengerutkan keningnya, mendengar penuturan istri mungilnya,
"meskipun dia mendekati Deddy,Deddy gak mungkin juga akan tergoda,,,!kan Deddy sudah punya bidadari di hati Deddy,,,"goda Leon.
Dewi baru sadar dengan ucapannya,
"sitt,ia kalau Deddy sadar,kalau khilaf gimana coba,ia itu licik Dy, menghalalkan segala cara untuk tujuannya,
apalagi jika menyangkut dengan Deddy,dia itu sudah sangat terobsesi dengan Deddy,"jelas Dewi.
"terus istri Deddy cemburu,,"ejek Leon.
"istri mana yang tidak cemburu coba, apalagi Deddy sudah melihat sebagian tubuh wanita sombong itu,ingin rasanya Dewi menyegel milik Deddy agar jangan asal terbangun di sembarang tempat,,"ucap Dewi dengan menatap tajam ke arah pusaka suaminya.
Leon tersenyum mendengar penuturan istrinya yang tidak ragu lagi mengakui jika ia cemburu,
"tidak akan terjadi sayang, sekarang ini hanya kamu yang mampu menjinakkan pusaka milik Deddy,
coba yuk,,"ajak Leon dengan nada menggoda.
"kenapa akhir-akhir ini Deddy selalu memintanya,,"timpal Dewi.
"sayang aku dengar, menolak ajakan suami itu dosa loh,,"ancam Leon.
__ADS_1
"tahu apa Deddy tentang dosa,dulu aja celak-celup sana sini,,"celetuk Dewi.
Leon menggaruk kepalanya asal, sadar akan masa lalunya yang terlalu bebas,
"hehe itu kan dulu sayang, sekarang Deddy sudah menjadi suami yang baik,!,"ucap Leon memastikan.
tiba-tiba Dewi memeluknya,
"terimakasih,"ucapnya
Leon kembali di buat bingung, bukankah tadinya Dewi dengan semangat empat lima mengatainya,
kenapa tiba-tiba menjadi melow begini.
"terimakasih sudah menjadi suami yang baik untuk Dewi"ucapnya dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang kokoh suaminya.
"ustt, apapun itu,akan Deddy lakukan asal kamu bahagia,"timpal Leon meyakinkan.
"Dy,kok Dewi sampai sekarang masih belum hamil,,apa Deddy kecewa,,"tanyanya.
"kita sama-sama berusaha,lagian kan kamu masih mempunyai beberapa cita-cita yang belum terwujud, sebaiknya selagi kamu belum mengandung Leon kecil di perut mu,kamu gunakan kesempatan itu untuk mencapainya,, Deddy masih perlu banyak memperbaiki diri untuk menjadi seorang ayah,sampai tuhan percaya sama Deddy untuk menitipkan karunia terindahnya, yang akan melengkapi kebahagiaan kita,"timpal Leon.
"iya, kita sama-sama belajar untuk menjadi orang tua,"timpal Dewi sedih.
"berusaha yuk,,"Leon kembali pada tujuan awalnya,
Dewi melepaskan pelukannya,
"dasar mesum,,,"
ia meninggalkan Leon.
"sayang mau kemana,,ini pusaka Deddy sudah mode on,,"hardik Leon.
"makan,, untuk mengisi energi, buat menghadapi si banteng kuat,,"timpal Dewi sembari melanjutkan langkahnya.
senyum Leon mengembang, mendengar celotehan istrinya yang menurutnya sangat manis,
iapun menyusul Dewi untuk makan malam bersamanya.
__ADS_1
bersambung...