
Dewi sudah sampai di kampusnya membawa mobil, ia melakukan segala cara menolak Leon untuk mengantarnya, karena Dewi tau hal tersebut akan membuat heboh satu universitas itu,
"Beby...."geby dan Rizka antusias melihat Dewi di pintu gerbang.
"kita kangen banget sama kamu,,kamu kemana saja,?kita hubungin tapi tidak bisa,,!kita datang ke rumah kamu,tapi penghuninya bilangan kalian sudah pindah,,!"ucap Rizka.
"gue lagi banyak masalah riz,jadi gue pindah ke kampung untuk sementara,mencari solusi dan jalan keluar masalah yang menimpa gue,,!"tutur Dewi.
"jadi selam ini Luh tidak menganggap kita sahabat Luh wik,,! seharusnya Luh bilang sama kita, siapa tau kita bisa bantu luh,,"ucap Rizka dengan wajah kecewa.
"bukan gitu,,!tapi gue takut merepotkan kalian,gue gak ingin kalian ikutan susah gara-gara masal gue,"tutur Dewi.
"udah,,yang penting sekarang Dewi baik-baik saja,jadi gak boleh sedih-sedih kayak gini,,oke guys"Geby memecahkan suasana.
"oke.. cuss,"mereka bertiga melangkah bersama dengan canda tawa.
"oh jadi itu yang kalian maksud Dewi kampus,, lihat saja sebentar lagi gue yang akan menyandang gelar itu,,"ucap Kalis,murid baru di universitas ternama itu.
"iya,gue benci banget sama tuh anak, sok-sokan banget,sok cakep,sok pintar, kita harus cari cara untuk njatuhin tuh anak,"ucap Dinda musuh bebuyutan Dewi di kampus.
"kami tentang saja,,gue sudah siapin beribu rencana untuk menghancurkannya"Kalis tersenyum miring.
saat Dewi berjalan menuju ruangannya,ia di senggol oleh orang yang gak ia kenal, hingga buku yang ia bawa jatuh berceceran.
"Luh sengaja,,"ucap Dewi memangil wanita itu berjalan melaju tanpa menghiraukan Dewi.
"maksud Luh apa,,?"Kalis menoleh dan langsung menghampiri Dewi.
"gue tahu Luh sengaja menabrak gue,emang gue ada masalah sama luh,,?"tanya Dewi, karena yang ia tahu ia tidak mengenal perempuan itu.
__ADS_1
"mungkin selam ini gak,tapi sekarang luh yang udah bikin masalah sama gue,,"ucap Kalis meremehkan Dewi.
"wik ada apa?,"tanya geby yang baru saja datang dengan Rizka.
Kalis pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga,
"siapa tuh anak,,"tanya Dewi yang tidak merasa mengenal Kalis.
"anak baru..!Luh tau gak itu anak cengeng banget,selalu saja cari masalah sama kita,,"jawab Rizka.
"gue juga aneh,baru pertama kali bertemu sudah cari gara-gara,"ucap Dewi.
"mungkin dia belum tahu kita kale,, harus kita kasih pelajaran biar tau rasa tuh anak,,"Rizka memberikan ide,
"usst,, sudah-sudah kita lihat dulu selanjutnya,kalau die terus-menerus cari masalah sama kita,baru kita balas dia,,"Dewi memberi kesempatan.
"aiss,gue apes banget,,"keluh Dewi,namun ia aneh bisa-bisa semua ban mobilnya menjadi kempes,ia berpikir curiga,
"ini siapa sih yang iseng banget,,"Dewi menendang ban mobilnya.
"napa tuh mobil buluk luh,,"tanya Kalis dan teman temannya.
"kempes kal,, namanya juga barang rongsokan,,"
Dewi memang sengaja membawa mobil biasa, karena ia tak pernah ingin mengumbar apa yang ia miliki.
kalis dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak,
sengaja memancing emosi Dewi.
__ADS_1
"oh gue tau,, semuanya pasti kerjaan kalian,,?gue tidak pernah cari masalah pada Luh pada,,"emosi Dewi mulai meninggi.
"bilang aja Luh takut sama kita,,"Kalis memandang remeh Dewi dengan bersandar di mobil sport miliknya.
"jadi Luh nantang gue,,"Dewi menghampiri Kalis dan mendorongnya.
Kalis yang terdorong terbentur ke mobil yang membuat keningnya benjol dan membiru,hal tersebut membuat ia melaporkan Dewi ke dekan karena sudah melakukan kekerasan.
dekan memangil Dewi untuk segera ke ruangannya sebelum pulang,
"mengapa kamu menyinggung Kalis,,! seharusnya sebagai murid yang berprestasi kamu harus memberikan contoh yang baik bukan malah membuat masalah dengan melukai orang lain seperti ini"dekan menegur keras Dewi.
Dewi yang menerima teguran hanya mendengus kesal,
"untuk itu aku minta maaf pak"ucap Dewi.
"kamu akan baik-baik saja jika orang tua Kalis tidak memperpanjang masalah ini, yang bapak takutkan bagaimana kalau orang tua Kalis melaporkan kamu atas tuduhan telah melakukan kekerasan,tentu hal tersebut akan mencoreng nama baik investasi ini Dewi,bapak tak mau tahu,,!!kamu harus minta maaf pada Kalis dan keluarga,agar maslah ini, bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan."tutur dekan.
"tapi pak mereka yang sengaja membuat Dewi melalukan itu,,"bela Dewi.
"iya kalau mereka percaya Dewi,,"
"Dewi tidak bersalah,jadi tidak pantas meminta maaf pada mereka,"Dewi menolak, karena dengan meminta maaf pada Kalis, hal tersebut akan membuat ia di rendahkan oleh Kalis dan teman-temannya,
***bersambung.
terimakasih sudah mampir..🙏🙏
untuk para readers ku,, jangan lupa dukung author ya dengan meninggalkan jejak kain di kolom komentar dan jempol di bawa...☺️☺️***
__ADS_1