Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
pemegang saham.


__ADS_3

lama Dewi terdiam mendengar semua sumpah serapah yang keluar dari mulut keji Kalis,kali ini Dewi harus memiliki kesabaran yang ekstra dalam mengambil sikap menghadapi Kalis,


membiarkan Kalis berucap apapun tentang dirinya.


"kenapa luh diam aja hah,,?"tanya Kalis yang melihat Dewi menampakan wajah datar dan tenangnya menghadapi wanita rubah seperti Kalis.


"gue cuma gak ingin meladeni ucapan keji yang keluar dari mulut sampah kayak luh, ingat,,! baik buruk seseorang itu terlihat dari sudut pandang cara bicara orang itu sendiri,jadi gak usah sok bijak menilai gue,Luh saja belum tentu lebih baik dari gue,,,!"ujar Dewi.


"hey,jelas gue lebih baik daripada luh cewek murahan,gue terlahir dari keluarga yang berbobot,"jawab Kalis tak mau kalah,


"oh lebih baik, mungkin di rumah luh gak ada cermin,,Luh ngaca dulu baik-baik di sana,dia akan tunjukkin siapa yang baik ataupun yang buruk,"tukas Dewi.


"luh sudah mulai berani ya,,,"hardik Kalis.


"gue gak pernah takut sama luh, Oya satu lagi perbaikan dulu cara luh merayu laki-laki,sebab takutnya itu tidak berfungsi meskipun itu ajaran dari keluarga yang berbobot luh,,"bisik Dewi pelan,


setelah itu ia berbalik melangkah meninggalkan Kalis yang ternganga dengan ucapannya barusan.


"kurang ajar,awas luh dewi,tunggu saja,aku akan berikan rasa malu yang lebih dari ini,siapa suruh kamu menantang ku,,"gumam Kalis.


Dewi pergi ke ruangannya dengan segal kesal dan emosi yang ia bawa,


"apes banget gue,,baru masuk sudah dihadapkan dengan orang yang dari dahulunya tidak suka sama gue,"gumamnya.


sedangkan Leon dan Arya berdiskusi perihal langkah yang kemungkinan besar di rencanakan Angga dan Vito,


"mereka bergerak cepat juga bos, dengan nama perusahaan ini, mereka sudah mendapatkan beberapa tender pekerjaan dari perusahaan luar,,"ucap Arya.


"hah,aku sudah menduga hal itu, mereka hanya memanfaatkan nama perusahaan kita untuk mencapai titik kesuksesan, mungkin ini saat yang tepat untuk mengadakan rapat umum pemegang saham, sebagai pemilik saham terbesar,aku bisa mengunakan hak ku untuk membuat segala keputusan,jadi apapun yang akan mereka lakukan itu adalah dibawah kendali ku Arya,,,"ujar Leon.

__ADS_1


"bos benar,,dengan itu bos bisa memantau pergerakan mereka,,,"timpal Arya.


"apa,,,"Angga melabrak mejanya, mendengar kabar kalau perusahaan Leon ingin mengadakan rapat umum pemegang saham.


"ini gawat,,, kenapa mereka sepicik ini, dengan itu wewenang ku untuk membuat keputusan pasti akan di cabut, meskipun di perusahaan ku sendiri,"gumam Angga.


Angga menghubungi Vito untuk menemuinya, beberapa saat laki-laki itu sudah menampakkan batang hidungnya,


"ada apa,,,?"ucap Vito yang baru saja sampai.


"ini gawat Vito, mereka ingin mengadakan rapat umum pemegang saham, mereka ingin menghentikan kita dengan mencabut wewenang ku untuk membuat keputusan,,"timpal Angga gelisah.


"mereka memang picik pak Angga, untuk itu kita harus menyusun rencana untuk menguasai seluruh saham mereka yang ada di perusahaan kita,,,"usul Vito.


"kamu benar Vito,apa sekarang kamu ada ide,,,aku tak ingin bekerja dibawah kendali mereka,,,"timpal Angga.


tidak di bawa kendali mereka pak Angga,tapi sebentar lagi,kamu bekerja dibawah kendali ku,,


matahari mulai bersembunyi di balik bumi, saat semua manusia melepas beban di peraduan malam,


sedangkan Arya masih berkutat dengan pekerjaan yang belum terselesaikan,


setelah usai ia ingin ke kedai kopi yang menjadi targetnya saat ini,


saat ia melewati sebuah taman ia melihat wajah yang tak asing baginya,


"bukankah itu temannya Dewi yang kemarin,,,"Arya menghentikan mobilnya,


ia menghampiri Rizka,gadis itu sedang memandang kosong jauh ke depan,

__ADS_1


"boleh aku duduk,,"ucap Arya membuyarkan lamunan Rizka,


Rizka yang kaget ia langsung melihat siap orang itu,


"kak Arya,, silahkan,"Rizka menggeser posisinya, memberikan ruang yang lebih untuk Arya,


"kamu sendiri,,"tanya Arya.


"iya,"jawab singkat Rizka.


"kak Arya sedang apa di sini,,"tanya balik Rizka yang melihat Arya diam saja.


"kebetulan lewat,terus gak sengaja lihat kamu di sini,,memang sendiri lebih asyik apa,,?"tanya Arya.


"gak juga, biasanya aku kesini sama Dewi juga geby,tapi sekarang Dewi sudah bersuami,gak baik juga keluyuran sama istrinya orang, kebetulan ada kak Arya jadinya gak jadi sendiri dong,,!"seru Rizka.


"kamu benar,,"Arya salah tingkah.


mereka berdua mengobrol banyak, Arya merasa gadis ini lebih dewasa dari yang ia lihat,


lebih bijak dalam mengambil sikap,ia lupa kalau Rizka adalah temannya Dewi,


"Oya kak Arya aku duluan ya,, sudah larut,,sampai jumpa,,,"Rizka melambaikan tangannya.


Arya hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan Rizka, kadang wanita itu terlihat dewasa,tapi lucu juga ketika ia bertingkah kekanakan,


saat melihat Rizka ia melihat seorang wanita yang masih bernaung dihatinya,


ada rasa benci dan bahagia saat melihatnya,

__ADS_1


ia sendiri tak tahu sampai kapan perasaan ini menghilang, yang membuatnya sulit untuk memulai sesuatu yang baru, takut akan akhir yang akan kembali meluluhkan hatinya...


bersambung...


__ADS_2