Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
mertua.


__ADS_3

"assalamualaikum,,yah,bun,,"panggil Dewi yang baru saja datang di kediaman orang tuanya,


"wal,,,,,"ucapan Desi terhenti ketika melihat siapa yang datang,


"Bun,apa kabar,,"Dewi memeluk orang tuanya.


"bunda baik sayang,,kamu bagaimana,,?kamu baik-baik saja kan"Desi melihat tubuh Dewi dari atas sampai bawah, memastikan bahwa Dewi baik-baik saja.


"Dewi baik Bun,ayah dimana,,?"tanya Dewi yang tidak melihat ayahnya.


"ayah di belakang,,"Desi mengajak anaknya bertemu suaminya.


"yah,,,Dewi datang,,!"seru Desi memanggil suaminya.


"Dewi,,kamu kapan datangnya"Herwan antusias melihat putrinya.


"barusan yah,,ayah sehat,,"tanyanya.


"seperti yang kamu lihat,,kamu sama siapa,apa sama mantu ayah,,?"tanya Herwan yang sangat ingin bertemu mantunya.


"tidak yah,,"jawab Dewi singkat.


"apa kalian bertengkar,,?apa dia menyakitimu,,?bilang sama ayah,ayah akan menghajar laki-laki yang tega menyakiti putri ayah,,!"


Dewi terkekeh mendengar penuturan ayahnya,


"benarkah,,ayah berani menghajarnya,,!"tanya Dewi memastikan.


"ayah tidak Taku sama sekali Dewi,,"tantang ayahnya.


"baiklah,,Dewi akan bermalam di rumah ayah,suami Dewi pasti datang,,"ucap Dewi.


jam sudah menunjukkan jam sembilan dua puluh,


Leon meras cemas karena Dewi tak kunjung pulang,

__ADS_1


Leon memutuskan untuk menghubunginya tapi Dewi tidak mengangkatnya,hanya meninggalkan pesan kalau dia sedang di rumah orangtuanya sedang tidak enak badan,


Leon segera mengganti pakaiannya dengan pakaiannya cesual,saking cemasnya ia tidak menyadari kalau ingin ke rumah mertua dengan tangan kosong tidak membawa sedikitpun buah tangan,


sekarang mobil sport mahal itu terparkir cantik di halaman rumah sederhana itu,


yang membuat tetangga sekitar melihatnya dan berbisik-bisik tak karuan.


Leon mengetuk pintunya,Dewi yang memang sudah tahu tersenyum lebar menampakan deretan gigi putihnya,


"kamu tidak apa-apa,,?"tanya Leon yang langsung memeluk Dewi dengan posisi memunggungi mertuanya.


tanpa basa-basi Herwan langsung memukul punggung Leon dengan keras,


"beraninya kamu menyakiti putri saya,"tutur Herwan dengan emosi yang menggebu.


Leon mengerutkan keningnya bingung,bukan karena pukulan ringan dari sang mertua karena itu tidak seberapa untuk tubuh tegapnya,namu yang membuatnya bingung dengan ucapan yang terlontar dari mulut mertuanya.


Leon melepaskan pelukannya,dan langsung menoleh kearah mertuanya yang memukulnya barusan,wajah tampannya yang mengintimidasi, tatapannya yang tajam membuat siapapun merinding,


sontak Herwan melotot kaget setelah melihat wajah sang menantu,ia menelan Salivanya, tangannya yang menggigil tak karuan, ribuan bulu roma berdiri tegak seketika, rasa marah dan ingin menantangnya hilang seketika di sapu habis oleh tatapan mantunya,


saat suasana menegangkan itu, suara tawa Dewi terbahak memecahkan keheningan,


"ayah bagaimana,,?ayah jadi tidak memukulnya hingga babak-belur,a" tanya Dewi yang memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa terbahak-bahak.


Leon menaikan alisnya bingung,


"sayang,,,!"panggil Leon,ia merasa tak mengerti dengan kelakuan orang tua didepannya ini.


ayah Dewi menarik paksa Dewi,


"kamu ngerjain ayah wik,,?"tanya Herwan


"maksud ayah apa..?"Dewi pura-pura tak mengerti.

__ADS_1


"terus dia..?"Herwan menghentikan Kalimatnya.


"dia Leon,,"seru Dewi dengan berbisik pelan ke sang ayah.


"yah ayah juga tau itu, siapa juga yang tidak mengenal dia,,tapi dia kok bisa datang ke rumah kita,,?"ucap ayahnya Dewi dengan suara sepelan mungkin.


"dia suami Dewi,,,!"ucap Dewi, membuat sang ayah tak percaya, memiliki mantu yang hebat seperti Leon fexers.


Leon mengulurkan tangannya menyambut sang mertua,Herwan yang merasa dirinya teramat kecil di hadapan orang besar seperti Leon,bukan namanya saja yang terbilang besar namun tubuhnya tinggi tegap dan gagahnya,


membuat Herwan merasa serba salah,


Leon beralih ke Desi,tentu Desi tidak setegang suaminya karena ini bukanlah yang pertamakali mereka bertemu.


karena tidak tau apa yang mesti ia lakukan,Leon beralih menghampiri Dewi, meletakkan punggung tangannya ke kening sang istri untuk mengecek suhu tubuhnya memastikan,


"kamu benar tidak apa-apa,,?"tanya Leon kembali memastikan.


Dewi menggeleng,dan tersenyum melihat Leon begitu menguatirkan dirinya, karena begitu senang mendengar Dewi baik-baik saja, Leon menghujani Dewi dengan ciuman, yang membuat Herwan dan Desi menganga melihat kelakuanku sang mantu yang tidak kenal tempat.


"sekarang kamu duduk dulu aku buatkan teh biar tambah enak suasana ngobrolnya"ucap Dewi yang melangkah pergi ke dapur meninggalkan suaminya yang dalam keadaan kebingungan.


"silahkan duduk nak Leon,,"ucap Desi formula.


Leon duduk di kursi yang bersebelahan dengan mertuanya,


"sekarang,ayah kerja di mana,,?"tanya Leon singkat.


"ayah bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan, yang meskipun gajinya kecil,tapi bisa mencukupi kebutuhan ayah sama bunda,"jawab Herwan.


mereka ngobrol layaknya mantu dan mertua meskipun terkadang Canggu menghampiri mereka karena baru pertamakali bertemu,


namun Herwan menatap aneh meskipun mereka sudah banyak ngobrol, pria ini tetap saja dengan wajah dinginnya,tidak terlihat sedikitpun bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman.


jadi begini sosok orang besar itu, wajahnya begitu dingin mengintimidasi tentu saja yang membuat sang lawan kiuk seketika hanya dengan melihatnya.

__ADS_1


Hewan membatin.


bersambung...


__ADS_2