Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
hinaan untuk Dewi.


__ADS_3

"setelah mereka selesai dengan rutinitas paginya, sekarang pasangan suami-istri itu menuruni anak tangga ingin sarapan,


Leon melihat Dewi lebih banyak diam dari biasanya,


hanya menjawab pertanyaannya seadanya saja,


"sayang kamu masih marah,,toh Deddy gak ngapa-ngapain,itu orangnya saja yang terlalu agresif,"ucap Leon.


"sudahlah Dy, sekarang itu yang harus kuat itu adalah Dewi, sebagai seorang istri dari Leon fexers,Dewi harus mempersiapkan mental yang tangguh, harus siap menerima konsekuensinya,


Dewi harus siap jika suatu saat Dewi harus kehilangan Deddy,"tukas Dewi.


mendengar itu Leon langsung menghentikan sarapannya, rahangnya mengeras, matanya menjadi merah, menahan semua amarah yang hampir meledak,


tiba-tiba laki-laki itu menyudahi sarapannya dan langsung berangkat begitu saja, tanpa memperdulikan Dewi.


Dewi hanya bisa pasrah dengan kemarahan suaminya,toh ia merasa omongannya benar,


melihat kondisi sekarang yang begitu banyak orang yang mengincar Leon, pendiriannya seakan goyah seakan tak mampu menjaga laki-laki itu hanya miliknya seorang,


Dewi pun menghentikan sarapannya,


ia berniat ingin ke kampusnya hari ini,mengurus segala sesuatunya di sana,


"nyonya saya antara,,"ucap pak supir.


"gak usah pak Dewi nyetir sendiri hari ini,,"timpalnya,


Dewi pergi ke tempat penyimpanan mobil koleksi suaminya itu,


keningnya berkerut melihat jejeran mobil mewah di sana,


"gue pakai yang mana,,"gumamnya menimbang-nimbang keputusannya dalam memilih sebuah mobil.


"ini cukup bagus,, sesekali gak apa kan,,suami tampan ku gue pinjem bentar ya,,"celotehnya sendiri,


Dewi memilih mobil sport berwarna putih,


sesuai seleranya dalam memilih warna,


suara dari tarikan gas mobil itu menggema,

__ADS_1


Dewi sudah terlihat sangat pas berada di dalam mobil mewah tersebut, dengan rambut yang ia kuncir kuda dan kacamata hitam yang melekat sempurna di wajah polosnya,


saat di perempatan jalan ia berhenti di lampu merah,


jari-jari mungilnya mengetuk seirama dengan musik yang ia dengar,


namun siap sangka Leon yang sedari tadi terjebak macet sekilas melirik kesamping,


matanya memicing melihat pemandangan tersebut,


seorang wanita cantik yang mengendarai sebuah mobil mewah koleksinya,


"apa dia mau bersenang-senang lagi,,"gumamnya,


Leon melihat Dewi tengah berbicara di sambungan teleponnya,


terlihat ketika wanita itu sesekali tersenyum mendengar lawan bicaranya di telpon,


saat Dewi melajukan mobilnya,Leon hanya mengeluh dan mengeluarkan ponselnya untuk melihat titik GPS mobilnya,


lantaran ia gak mungkin mengikuti Dewi karena pekerjaan yang sudah menunggunya,


sekarang mobil sport mewah itu, melenggang memasuki area kampus, dengan sejumlah mata yang memandang kagum ke arahnya,


"ada apa sih,,kok ribut-ribut,,?"tanya Kalis penasaran, dengan kegaduhan beberapa murid.


"itu,,, mereka lagi melihat mobil yang baru saja datang,"jawab salah satu temannya Kalis.


mereka menanti pemilik mobil tersebut untuk turun,


tapi yang lebih parahnya lagi, mereka tak asing dengan sesosok orang tersebut,


"bukankah itu Dewi, salah satu murid yang di keluarkan satu tahun yang lalu,, kira-kira dia mau apa ya,?kok datang lagi kesini,,?"ucap si A.


sedangkan Kalis mendadak emosional,ia mengepalkan tangannya dengan erat,


"awas kamu Dewi,,,"Kalis pergi dari tempat yang membuatnya naik darah itu,


Dewi melangkah anggun menyusuri koridor, menuju ruangan dekan tak peduli sebanyak apapun mata memandang ke arah dirinya,


"pagi pak,,"ucap Dewi yang baru saja masuk ke ruangan dekan.

__ADS_1


"pagi,,silakan duduk Dewi,,"timpal pak dekan.


"Emm, maksud saya datang kemari, ingin mengurus,,"


belum sempat Dewi menyelesaikan kalimatnya dekan sudah memotongnya.


"semuanya sudah selesai,pak Arya yang menghubungi saya,nak Dewi sudah boleh mengikuti kegiatan belajar seperti murid lainnya, sebelumnya bapak minta maaf selama ini tak bisa membantu Dewi,"ucap dekan.


sontak Dewi kaget mendengar penjelasan pak dekan,jadi suaminya dengan sigap mengurus segalanya tanpa memberitahu dirinya.


"nak Dewi,"panggil dekan membuyarkan lamunan Dewi.


"ehh,iya pak,kalau begitu Dewi permisi,,"pamit Dewi.


pak dekan hanya tersenyum dan mengangguk,


baru saja keluar Dewi sudah di hadapkan dengan orang yang selalu mencampuri urusannya,


wanita ini menarik nafasnya pelan dan membuangnya secara kasar,,


"mau apa lagi mereka,,"gumam Dewi sembari terus melanjutkan langkahnya.


"masih punya nyali juga kamu,masih berani kembali ke kampus ini lagi,?apa kamu ingin merasakan kembali yang kamu rasakan dahulu hah,,?"teriak Kalis, dengan berbagai macam pertanyaan.


Dewi melangkah begitu saja meninggalkan Kalis dan teman-teman,jika terus meladeni mereka maka tidak akan ada habisnya.


"hey simpanan om-om berhenti,,"Kalis kembali meneriaki Dewi dengan sumpah serapannya,


tentu ucapan Kalis membuat Dewi menghentikan langkahnya,ia berbalik menatap Kalis dengan penuh kemarahan.


"apa kamu bilang, selama ini aku diam karena tidak ingin berurusan dengan penjilat seperti kalian,"hardik Dewi.


"hy untuk apa kamu marah, sudahlah kamu tak usah menyangkalnya,gak usah sok polos, sementara kami semua tahu, mana mungkin anak miskin seperti kamu mampu membeli mobil mewah yang harganya bukanlah seharga rumah riot milik bapak luh,,"ejek Kalis.


"ia sih,,Kalis benar juga, secara selam ini kan orang tua Dewi sudah mengalami kebangkrutan total,aset yang dimiliki sudah ludes di sita pihak bank,kok bisa-bisanya ia kembali datang dengan berbagai barang mahal,,"celetuk siswa yang melihat keributannya.


Dewi merasa kali ini ia di pojokan,ia tidak bisa untuk membela dirinya sendiri,sebab percuma ia jelaskan tidak akan ada satupun yang percaya padanya,


Dewi hanya bisa pasrah dengan semua hinaan yang ia terima,


membiarkan semua orang berpikir buruk tentangnya,

__ADS_1


menjelaskan, hanya akan membuat dirinya bahan olokan sebab semua pasti berpikir dia bermimpi di siang bolong.


bersambung..


__ADS_2