
jam sudah menunjukkan pukul delapan malam,Leon belum juga kembali dari kantor hingga membuat ia khawatir,
sedangkan untuk menghubunginya ponselnya sudah tidak aktif,
"Dy,kok belum pulang,,?"gumamnya sembari mondar-mandir seperti setrika,
beberapa saat mobil Leon sudah memasuki aula rumah mewah mereka,
membuat Dewi langsung berlari menghampirinya,semenjak mendengar nasehat dari sang ayah tadi pagi membuat ia semakin bersalah terhadap suaminya.
Leon yang baru turun mengerutkan keningnya melihat Dewi berlari menghampirinya,
tanpa aba-aba ia langsung memeluk Leon dengan perasaan gelisah,
"are you okay baby,,?"Leon merasa aneh dengan sikap istri mungilnya.
tidak ada jawaban, hanya sebuah gelengan kepala yang terlihat,
Dewi semakin mempererat pelukannya,Leon yang merasa kalau perasan Dewi sedang tidak baik-baik saja,membalas dan mengelus puncak kepalanya dengan lembut,
"maafin Deddy ya' pulang terlambat,,!bukan bermaksud bikin istri Deddy khawatir, tapi Deddy benar-benar banyak kerjaan di kantor,,"jelas Leon.
"Dewi takut,,dewi takut Deddy berpaling dari Dewi sebab sampai saat ini Dewi belum bisa bikin Deddy bahagia, yang ada hanya membebani Deddy dengan semua masalah,,"tak terasa cairan bening tumpah begitu saja,
"Deddy tidak terbebani dengan apapun,Deddy sudah sangat bahagia bersama dengan mu,jadi please,,! jangan merasa membebani Deddy, karena apapun yang terjadi dengan mu itu adalah tangung jawab Deddy, bentuk tanggung jawab suami terhadap istri,dan satu lagi jangan terbebani saat Deddy berada di atas istri Deddy yang cengeng ini,,"goda Leon sembari tersenyum.
Dewi yang belum mencerna baik-baik perkataan suaminya, otaknya kembali berputar mengulangi kalimat Leon,
tiba-tiba Dewi melepaskan pelukannya,
"kenapa kamu selalu berpikir mesum,,"protes Dewi.
"siapa yang mesum,,Deddy cuma gak inggin istri Deddy terbebani oleh Deddy,,"timpal Leon seperti tidak bersalah.
"esst,mana mungkin,,cuma itu yang bisa Dewi lakukan untuk Deddy,,"mau tak mau,Dewi terpaksa meladeni kelakuan mesum sang suami,
Leon tersenyum menang, mereka berdua melangkah menuju kamar mereka,
setelah ritual membersihkan diri selesai, mereka turun untuk makan malam bersama,sejak tadi sore,Dewi belum memakan apapun karena.menunggu Leon dengan perasaan tak karuan,
ada perasaan bahagia Leon memakan masakannya dengan lahap,
"Dy bagaimana,,"tanya Dewi.
"bagaimana apanya,,?"Leon tak mengerti pertanyaan Dewi.
"makanan,,"sambungnya.
Leon menautkan kedua alisnya,
__ADS_1
pantesan masakannya beda,,batin Leon,
"semua kamu yang masak,,"tanya Leon,
Dewi hanya mengangguk,
"siapa suruh,,kalau kamu terluka bagaimana,?kalau kamu terkena percikan minyak panas bagaimana,? Deddy hanya mengizinkan kamu melayani Deddy di ranjang,,!bukan untuk yang lain,,"celetuk Leon,
uhuk,,uhuk,,
Dewi keselek mendengar ucapan suaminya yang tidak terhindar dari pikiran mesumnya,
"hey hati-hati,,"Leon memberikan segelas air,
"sitt, izinkan Dewi melayani Deddy apapun itu, setidaknya Dewi berarti untuk Deddy,,?mohon Dewi dengan menatap sayup wajah Leon.
"okey,, apapun itu asal kamu seneng,,"ujar Leon,
keesokan harinya,,
"ayah benar ingin bekerja di perusahaan Leon,"tanya Desi yang melihat suaminya sudah rapi.
"iya bun, bunda benar sampai kapan kita terus merepotkan Leon, setidaknya ayah bisa berguna di perusaan anak mantu kita,,"timpal Herwan.
Desi hanya mengangguk menangapi ucapan suaminya,
kini Herwan sudah ada di depan kantor Leon,
"tenang Herwan tenang,,"gumamnya sembari mengatur pernapasan agar terlihat tenang.
Herwan masuk langsung menghadap ke resepsionis yang bertugas,
"selamat pagi pak,ada yang bisa saya bantu,,"ucap resepsionis cantik itu.
"saya ingin melamar pekerjaan,apa bisa bertemu dengan pemilik perusahaan,,?"tanya Herwan balik,
"Mohan maaf pak beliau belum datang,, untuk melamar pekerjaan silakan menghadap HRD langsung,,"jawab resepsionis,
"saya menunggu beliau datang saja,saya sudah ada janji sebelumnya,"timpal Herwan,jika ia menghadap ke HRD,jelas ia akan di tolak langsung oleh perusaan ini, dengan memiliki skill kerja yang belum tentu baik, meskipun ia sendiri sudah pernah menjabat sebagai direktur di perusahaan dia sendiri,
Herwan duduk di kursi tunggu, melihat dan memperhatikan sekitar gedung raksasa itu, begitu luas bersih dan canggih, sungguh putrinya beruntung memiliki suami seperti Leon.
beberapa saat kemudian, semua karyawan di sibukkan dengan merapikan penampilan mereka,
berbaris rapi dan bersih,
belum lama Herwan melihat di aula depan dua bua mobil mewah memasuki halaman depan,
ia melihat Leon turun dari mobil sport mewah miliknya,
__ADS_1
Leon melangkah gagah dengan sepatu mengkilapnya,
di iringi dengan Arya yang mengekor di belakangnya,
"selamat pagi bos,,"ucap semua karyawan sembari membungkukkan tubuh.
meskipun tidak ada jawaban, mereka hanya mengikuti prosedur perusahaan,
Leon melangkah dengan kaki jenjangnya tanpa menoleh, karena ia memang tengah terburu-buru,
Herwan yang melihat itu,menatap kagum dan terpukau dengan Leon,
"jadi inilah sosok seorang pengusaha nomor satu itu,,"gumam Herwan,
setelah suasana hening ia kembali menghadap ke resepsionis,
"maaf nona apa bisa nona menghubungi beliau,,"
tanya Herwan.
"tunggu sebentar,, dengan bapak siapa saya akan menghubungi sekertaris perusahaan,,"timpal resepsionis.
"Dengan bapak Herwan,,"jawab Herwan.
"oh, baiklah,,"
setelah beberapa saat resepsionis itu menghubungi seseorang di sambungan telponnya,
di ujung koridor, Herwan melihat laki-laki yang tadinya bersama Leon, sepertinya akan menghampirinya,
"selamat pagi pak, dengan bapak Herwan,,"tanya Arya dengan membungkuk hormat kepadanya,
Herwan merasa risih, melihat sekertaris perusahaan raksasa ini membungkuk hormat padanya,
bagaimanapun sekarang ia adalah orang biasa, yang ingin meminta pekerjaan di perusahaan besar ini,
ia merasa tak pantas menerima penghormatan tersebut apalagi dari sekertaris yang melegenda ini,,
***bersambung...
yuppp, terimakasih sudah mampir di karya author,
terimakasih yang sudah setia mendukung karya author,
dan mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dan kekeliruan,
maklumlah author masih pemula, masih banyak membutuhkan bimbingan dari reader,,
dan jangan lupa terus dukung karya author dengan meninggalkan like, vote,dan komentar kalian di sini,,
__ADS_1
terimakasih,,ππβΊοΈ***