
begitupun dengan Leon,ia merasa menemukan kehangatan ketika bersama dengan Dewi, meskipun setiap kali mereka bertemu hanyalah pertengkaran yang terjadi,
namun rasa itu berbeda, pertengkaran yang terlihat tapi membuat hati si pria tampan itu menghangat,
Dewi sadar akan kesalahannya, langsung membuang muka ke sembarang arah,
"maaf,tapi aku buru-buru,apa bisa aku pinta ponselnya sekarang"tutur Dewi lembut,
"oke,, tunggu sebentar"Leon beranjak menuju kamarnya,
setelah kembali ia langsung memberikan ponsel Dewi yang sudah cukup lama ada di tangannya,
"terimakasih"ucap Dewi setelah mendapatkan ponselnya,
"Oya, untuk yang kemarin,aku minta maaf,aku janji akan memperbaiki hubungan kalian"ujar Dewi merasa bersalah,
"itu,,,,kurasa tidak perlu"Leon menjelaskan
"tapi itu kesalahan saya,jadi saya yang akan bertanggung jawab, saya akan ngomong yang sebenarnya sama mbak defy,"balas Dewi lagi,
"sttt,keras kepala,,,! aku bilang gak usah,ya gak usah, untuk apa juga bikin report,defy biarlah jadi urusan saya"ucap Leon tegas,
Dewi hanya mengangguk mendengar ucapan Leon,
gadis cantik ini beringsut berdiri dari tempat duduknya,
"baiklah,kalau begitu saya permisi"Dewi langsung keluar tanpa melihat Leon lagi,
di dalam mobilnya,Dewi bernafas lega,
"nasib-nasib mimpi apa gue semalam bisa berurusan sama orang besar seperti Leon,"celotehnya,
mobil itu melaju menghilang dari pandangan Leon yang berdiri tegap dekat jendela,
pria itu terdiam sesaat, memandang kosong ke luar jendela, wanita itu cukup mengisi relung hatinya meskipun hanya dengan hal yang konyol,
namun pria gagah nan tampan itu tidak menyadari rasa apa itu, yang jelas ia tidak merasakan hal demi kian terhadap beberapa wanitanya,
berbeda Dengan seseorang yang sedang ada di kantornya,ia sedang di sibukkan dengan beberapa pekerjaan yang menyangkut tentang perusahaan Herwan,
setelah sekian lama akhirnya ia bisa menguasai perusahaan yang menjadi targetnya saat ini,
Vito tersenyum menang setelah pekerjaannya selesai,
__ADS_1
beberapa saat Herwan mengirimkan beberapa file penting perusahaannya, berharap untuk bisa keluar dari masalah malah dengan tepat memberikan kesempatan kepada Vito untuk menguasai perusahaanya sendiri,
"aku ingin tau, bagaimana reaksi Herwan setelah mendengar kabar ini,haha,,,,haha,,,,"tawanya menggelegar memenuhi ruangannya,
"wik,,wik,,aku tak tau kamu itu bodoh atau terlalu pintar,sudah memberikan aku kesempatan untuk menghancurkan keluarga mu sendiri,tapi sangat di sayangkan kamu wanita yang sangat kokoh dengan harga dirimu, padahal akan lebih hancur jika Herwan melihat putri kesayangannya ternodai dan tak berdaya,"celotehnya penuh kemenangan
Vito selalu ingin melakukan hubungan intim ketika bersama Dewi, namun Dewi sekuat apapun juga untuk menolak,
karena menurutnya tak ada hal yang lebih penting ia pertahankan kecuali harga dirinya,
mahkota kewanitaan terletak pada harga dirinya, sebisa mungkin ia harus menjaganya untuk lelaki yang akan bersetatus suaminya kelak,
beberapa hari kemudian Herwan berniat ingin ke kantornya berharap masalahnya sudah teratasi dengan baik oleh calon mantunya,
namun ketika ia hendak melewati depan pintu kantornya ia di hentikan oleh dua satpam yang berbeda dari yang ia pekerjakan,
"hey,kalian siap,,?berani mengusir pemilik perusahaan ini sendiri"ucap Herwan,
"maaf pak,kami juga di tugaskan pada pemilik perusahaan ini, untuk tidak memperbolehkan siapa saja masuk ke dalam"tutur satpam itu,
"apa maksud kalian, saya adalah pemilik perusahaan ini, saya yang membangunnya dari nol hingga sekarang"jelas Herwan
"kami tidak tahu menahu mengenai itu,namun sekarang pemilik yang sah sudah mengambil ahli sepenuhnya perusahaan bapak dan kami hanya menjalankan tugas"jelas satpam itu
ia berbalik kembali ke mobilnya,
"ada apa ini,,,!"gumamnya
ia menghubungi putri kesayangannya,
📱,"wik,kamu dimana sayang,,!"
📱,"Dewi di rumah ayah ada apa,,?"
📱,"ada kabar buruk, nanti ayah jelaskan di rumah"
Herwan memutuskan panggilannya dan menancap gas mobilnya menuju kediamannya,
setelah tiba di rumah,Dewi dan istrinya Desi sudah tegang sedari tadi menunggu kepulangan Herwan,
"sayang ada apa,,,?"tanya istrinya Desi
Dewi pun menatap lekat sang ayah seolah-olah menanyakan hal yang sama dengan Desi,
__ADS_1
"ayah,,,ayah,,di usir dari perusahaan ayah sendiri"ucap talak Herwan
"apa,,!"ucap Desi dan Dewi serentak,
"apa maksud ayah,,,?"tanya Dewi kembali,
"ayah juga gak tau, baiklah kita cari masalahnya"ucap Herwan sembari mengeluarkan laptop kerjanya,
"kemaren ayah sudah mengirimkan beberapa file perusaan pada Vito,tapi mengapa bisa seperti ini?"keluh Herwan
Dewi yang mendengar penuturan ayahnya berpikir keras,ia merampas laptop di tangan ayahnya,dan langsung mengutak-atik barang pintar tersebut,
matanya melotot, tangannya menggigil tak karuan, cairan bening di matanya tumpah begitu saja,
"wik,sayang ada apa,,?"tanya Herwan
mata Herwan beralih pada layar laptop yang masih menyala,
Herwan melihat data-data perusahannya sudah berpindah tangan dengan atas nama Vito,
Ting,,,
notifikasi sebuah Emeli di ponsel milik Dewi,
✉️, bagaimana sayang apa kamu suka dengan kejutan yang aku berikan,,,,?
ponselnya jatuh dari tangannya, bagaimana tidak orang yang selama ini ia sangat percayai,
menghancurkan keluarganya begitu saja,
Herwan yang melihat putrinya diam menegang dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk mata indahnya,
ia merasakan sakit yang teramat dalam,ia memegangi dadanya, keadaannya sudah terlalu membuat jantungnya berdetak kencang tak terkendali,
"ayah,ayah"ucap Dewi dan Desi bersamaan melihat Herwan jatuh terkapar di lantai,,,
***bersambung,,,,
terimakasih yang sudah mampir di karya ku
mohon dukungan dan bimbingannya yah kak,,,,
dan juga jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya di sini,,,,
__ADS_1
di tunggu,,,,,,☺️☺️☺️☺️***