
di kediaman keluarganya Dewi yang baru pulang dari luar melihat ayahnya mondar mandir tak karuan seperti seterika,
"ayah kenapa,?"tanya Dewi setelah mendekati ayahnya,
"tidak ada,ayah hanya sedikit kuatir dengan perusahaan kita"balas ayahnya Dewi
"memangnya kenapa dengan perusahaan,?apa sedang ada masalah,?"tanya Dewi lagi, karena tak pernah melihat ayahnya sekuatir ini,
ayah Dewi mengangguk,
"ada seseorang yang ingin menjatuhkan perusahaan ayah,tapi ayah belum bisa memastikan orang tersebut,wik kamu bisa kan meminta tolong pada Vito, siapa tahu di bisa bantu ayah keluar dari masalah ini" Herwan memiliki permintaan pada putrinya,
Dewi berpikir sejenak, dadanya bergetar tak karuan stelah mendengar nama Vito yang terlontar dari mulut ayahnya sendiri,tak bisa di pungkiri hatinya masih menyimpan nama orang yang beberapa Minggu ini mengabaikannya,
"Dewi akan mencobanya ayah, apapun itu untuk perusahaan ayah,ayah tak boleh terlalu menjadikan masalah ini beban pikiran ayah,nanti kesehatan ayah ayah terganggu,Dewi tak ingin ayah sakit"ucapnya sambil tersenyum tulus,
"terimakasih ya sayang,kamu memang putrinya ayah yang baik"balas Herwan mbelai puncak kepala putrinya,
Dewi membalasnya dengan anggukan, rasa bersyukur tak hentinya karena memiliki keluarga yang sangat menyayanginya, meskipun hal tersebut membuat dia lah yang harus berpikir keras,
"Dewi ke atas dulu,ayah istirahatlah tak usah kuatir lagi "ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya,
"iya sayang" balas Herwan,
setelah di kamarnya Dewi memijat pelipisnya, bagaimana cara ia harus meminta tolong pada Vito,
namun semuanya harus Dewi lakukan demi perusahaan ayahnya,ia tak tau apa yang terjadi dengan ayahnya jika perusahaan itu hancur,
"*b**agaimana ini aku harus bertemu dengan Vito,tapi bagaimana jika ia tak bisa,hah,aku harus mencobanya dulu"batinnya Dewi*,
Dewi mencari ponselnya,tapi tak kunjung di temukan,
"hhh aku baru ingat ponsel ku belum aku ambil"celotehnya
__ADS_1
ia turun kebawah menghubungi Vito dengan telpon rumah,
tut tut tut,,,,,,,
☎️, "halo"suara di seberang sana,
☎️,"vit ini aku Dewi"
☎️,"iya sayang ada apa?"
Deng,,,,, suara lembut Vito membuat hatinya Dewi tersentuh,
☎️,"apa bisa kita bertemu,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan"ucap Dewi,
☎️,"bisa, sebentar lagi aku jemput kamu sekalian kita makan di luar,kita kan sudah lama tak keluar sayang,"
☎️,"emm,kamu hati-hati,"
☎️,iya,
perilaku Vito padanya membuat ia bertanya-tanya, "seperti apa Vito sebenarnya,apa mungkin ada sesuatu yang ia sembunyikan dari ku,tapi sudahlah aku harus menyelesaikan masalah ayah terlebih dahulu"cicit Dewi melamun sendiri,
suara mobil Vito sudah memasuki halaman depan rumah Dewi,Dewi yang mendengar itu langsung ke luar menghampiri Vito,
"sayang,maaf ya sedikit terlambat,tadi jalanan padat jadi sedikit macet"ucap Vito sembari membukakan pintu mobil untuk Dewi,
Dewi hanya mengangguk menangapi ucapan Vito,
"kamu mau makan di mana,?"tanya Vito
"terserah kamu saja aku ikut,!"balas Dewi
"ya uda,kita ke tempat biasa"Vito melajukan mobilnya, menuju tempat yang mereka maksud,
__ADS_1
dalam perjalanan Dewi sedikit lebih diam,Vito merasa ada perbedaan dari sikap dewi yang biasanya, wanita cantik itu memandang ke luar kaca mobil,ada begitu banyak pertanyaan yang ada di benaknya,baik itu dari masalahnya dengan Vito,juga di tambah lagi dengan masalah ayahnya,
di sebuah kafe yang mewah malam itu terlihat sedikit ramai pengunjung,Dewi dan Vito memesan beberapa minuman dan makanan,
setelah selesai Dewi baru membuka topik pembicaraannya,
"vik,kapan kamu kembali, mengapa tak mengabari ku"tanya Dewi mencoba kejujuran Vito
"baru beberapa hari sayang, sebenarnya aku ingin memberi mu kejutan,tapi kamu sudah menghubungi ku duluan"balas Vito
"memang ada hal apa yang ingin kamu bicarakan"sambung Vito,
"emm, perusahaan ayah sedang ada masalah, sebenarnya aku ingin minta tolong pada mu untuk membantu ayah keluar dari masalahnya,aku gak ingin ayah kembali sakit memikirkan masalah perusahaan"tutur Dewi
Vito meraih tangan Dewi dengan romantis seperti sepasang kekasih pada umumnya,
"apapun itu sayang, dengan senang hati aku akan membantu ayahmu,kamu tak usah kuatir dengan itu ya"Vito mengelus pipi mulus kekasihnya,
Dewi mengangguk,
"terimakasih ya vit,kamu sudah bersedia membantu ayah"ucap dewi
"issst,ayah mu juga ayah ku sekarang,kamu tak usah berterimakasih untuk itu,kebahagian mu juga kebahagiaan ku sekarang"Vito memberikan keyakinan pada Dewi,
sebenarnya Dewi sangat ingin membahas tentang kebohongan yang telah Vito lakukan padanya,namun ia mengurungkan niatnya karena untuk sekarang ia harus Fokus pada masalah ayahnya, hatinya begitu sakit mendengar pernyataan Vito mengatakan bahwa ia baru kembali beberapa hari, padahal Dewi tau Vito sudah berbohong padanya mengenai kepergiannya ke luar negeri,
***bersambung,,,,
next yah,,,,
terimakasih sudah mampir di karya ku,🙏🙏🙏
jangan lupa tinggalkan like, vote dan komentarnya,
__ADS_1
di tunggu yah***,,,,,