Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
bertemu sahabat.


__ADS_3

di sebuah pusat perbelanjaan,Dewi membeli beberapa gaun di butik langganan Leon,


tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara cempreng dia sahabatnya,


"Dewi,,,,,!"panggil Rizka dan geby barengan.


"astaga,, kalian bikin kaget tau,gimana kalau tiba-tiba gue serangan jantung,,"keluh Dewi.


"sejak kapan kamu punya penyakit jantung wik,,"tanya geby, memperlihatkan kekonyolannya kembali.


"sejak bersahabat dengan kalian,,kalian selalu bikin jantung gue hampir copot tau,,"omel Dewi.


"gak gitu juga kale,,Oya wik loh belanja apa,,,"tanya Rizka penasaran.


"beli beberapa kebutuhan,, Oya kalian kesini mau beli apa,,Ambia saja saya yang traktir,,"seru Dewi.


"benar wik,,"geby memastikan takut salah dengar.


"iya,,!tapi satu aja,,gak boleh lebih, bisa-bisa saya bangkrut kalau kalian ambil lebih,,"timpal Dewi.


setelah geby dan Rizka sudah memiliki baju kesukaan mereka Dewi kemeja kasir untuk membayar,


"ini mbak,"Dewi memberikan semua belanjaannya,kasir itu mengemas dan menghitung jumlahnya.


"seratus lima juta,,mau bayar cash atau kartu debit,,"tanya pelayan itu,


"ini mbak,,"Dewi memberikan Black Card pemberian suaminya,


Rizka dan geby melongo tak percaya,


"wik, sekarang Luh kerja apa,,"tanya Rizka memastikan.


Dewi tersenyum,


"ada yang mulai kepoh nic,,Uda ah kita makan dulu yuk,,"usul Dewi yang melihat temannya menatap ia curiga.

__ADS_1


geby dan Rizka hanya mengekor membuntuti Dewi, dengan berbagai pertanyaan di benak mereka yang belum terjawab,


terlihat tiga sahabat itu, kembali menghangat, terlihat mereka bercanda mengerjai satu sama lain,


"sayang apa sudah selesai,,,?"tanya Leon yang baru saja tiba.


Dewi menelan salivanya,ia tidak tahu mengapa Leon tiba-tiba ada di tempat mereka,


defy dan Rizka menengok ke arah Leon, namun mereka tidak bisa melihat wajah Leon dengan jelas karena laki-laki itu memakai masker menutupi sebagian wajahnya.


"bentar lagi aku selesai Dy,, Oya kenalin ini teman aku Rizka dan geby,,"seru Dewi.


Leon mendengar itu hanya mengangguk enggan untuk berjabat tangan dan bersentuhan dengan orang lain,


Dewi yang melihat itu merasa tidak enak dengan sahabatnya, lantaran Leon sifatnya memang seperti itu,


"oke,,aku tunggu di mobil ya,,"Leon buru-buru meninggalkan mereka.


"wik itu siapa,,"tanya geby setelah sepeninggal Leon.


"jangan-jangan,kamu jadi simpanan itu pria,,"celetuk geby,Rizka langsung menutup mulut sahabatnya itu karena penyakit konyolnya sudah mulai kambuh.


"aku akan cerita kalau waktunya sudah tepat nanti, aku undang kalian ke rumah kalau kalian tak keberatan,biar lebih jelas, agar tidak ada salah paham,,"ucap Dewi.


"bukan maksud kita seperti itu wik,,ini dasar penyakitnya mulai kambuh ihh,,?"Rizka tak enak hati dengan Dewi.


"gak apa-apa,, Oya ini alamat rumah ku,, kapan-kapan mampirlah,,"Dewi memberikan alamat rumah yang ia tempati dengan Leon sekarang.


"aku duluan,, sudah di tungguin,,"ucap Dewi.


"hati-hati ya wik,,"ucap Rizka.


Dewi tersenyum,sebelum menjauh dari sahabatnya itu.


"Dy,,maaf ya lama,,"Dewi langsung masuk ke mobil sport suaminya,

__ADS_1


Leon diam tanpa mengeluarkan suara,


yang membuat Dewi berpikir apa ia membuat kesalahan?,


"Deddy kenapa,,"Dewi bersandar di bahu suaminya yang fokus pada jalanan,


namun tak ada sahutan sama sekali, pria dingin itu memperlihatkan hawa bersalju bisa-bisa Dewi ikutan membeku berada di dekatnya.


setelah di rumah Dewi langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri terlebih dahulu karena habis beraktivitas dari luar, hari yang mang sudah sangat sore,ia seakan lupa waktu ketika ia berkumpul dengan sahabatnya.


setelah selesai ia mang sengaja keluar deng balutan handuk kecil yang melingkar di tubuh mungilnya,


Leon yang semula fokus pada ponselnya, tiba-tiba tak sengaja melihat ke arah Dewi,


ia mengacak rambut frustasi akhir-akhir ini tubuh istrinya sudah seperti candu menggerogoti otaknya,


Leon melangkah mendekati Dewi yang memilih lingerie tipis untuk ia pakai,


"sayang, jangan di pakai dulu ya,,"tangan Leon sudah menjelajah berpetualang di mana-mana,


Dewi tersenyum puas,ia sangat hapal dengan watak suaminya,


"Deddy apaan,,tadi Deddy diamini Dewi di mobil,,"Dewi pura-pura merajuk.


"Deddy minta maaf,,tadi Deddy cari kamu gak ketemu,,bibi bilang kamu keluar,"jelas Leon.


"kan Deddy bisa hubungi Dewi,,"balas Dewi.


"ponsel kamu gak aktif,,"tipal Leon.


Dewi baru ingat kalau ponselnya memang mati sejak ia keluar.


"hehe,maaf ya Dy,, udah bikin Deddy khawatir,"Dewi memeluk suaminya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Leon.


"sayang,, sudah ya maaf maafnya,, Deddy sudah tidak tahan,,"Leon langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2