Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
di keluarkan.


__ADS_3

langkah kaki yang anggun dan elegan, wajahnya yang cantik tidak pernah lepas dengan sebuah senyuman di bibirnya, mata mahasiswa di universitas ternama itu menatap ke satu tujuan, melihat pemandangan yang indah, tidak bisa meninggalkan pengelihatannya walaupun hanya sedikit berkedip,


Dewi memang wanita yang cantik dan cerdas,


jadi untuk urusan poster tubuh tidak usah diragukan lagi,ia adalah pemiliknya,


yang membuat para kaum hawa merasa iri dan Adam merasa memuja,


"pagi mbak Dewi,,"sapa mahasiswa lainnya.


Dewi hanya menanggapinya dengan sebuah anggukan kecil,dan bibir terangkat membentuk sebuah senyuman yang tulus,


"wik,,kamu sudah di tungguin di ruangan dekan,,"ucap geby dan Rizka setelah melihat kedatangan Dewi.


"dekan,,ada apa ya,,?"tanya Dewi penasaran dengan mengulang ucapan para sahabatnya.


"kita juga gak tau,,"timpal Rizka.


"oke,,gue ke sanah dulu,kalian tungguin gue di sini, ucap Dewi sembari melangkah meninggalkan dua sahabatnya itu,


Dewi melangkah dengan cepat keruangan dekan,ia dapat mendengar kalau di ruang dekan ada tamu,


"pagi pak,,,!"ucap Dewi yang baru masuk.


"pagi,,silakan duduk,,"balas dekan.


"maaf pak,, saya dipanggil kemari,ada apa ya,,?"tanyanya yang tidak tau.

__ADS_1


"ini pak Angga, orang tua Kalis,dia ingin kamu mempertanggung jawabkan perbuatan kamu kemarin,,"ucap dekan memberikan penjelasan.


"untuk masalah itu kemarin,aku benar tidak sengaja,,itu semua terjadi karena mereka selalu membuat permasalahan sama saya, dengan mengempeskan semua ban mobil saya, padahal saya tidak pernah berurusan sama mereka, toh saya baru pertama kali bertemu dengan mereka,,!"jelas Dewi


"apa tidak ada cara menyelesaikan masal, bukan dengan kekerasan, seharusnya kamu sebagai siswa berprestasi bisa menjaga image universitas ini"timpal pak Angga,


"sangat betul yang pak Angga katakan,bukan hanya saya yang harus menjaga image universitas ini,namun hal tersebut berlaku untuk semua murid yang ada di sini,termasuk putri bapak, namun bukankah semua itu putri bapak yang memulai,,!jadi wajar saya hanya membela diri,,"tutur Dewi lembut.


"jika kamu menyangkal untuk bertanggung jawab,maka saya tidak akan segan melaporkan kamu ke pihak yang berwajib,, juga akan mencemarkan reputasi universitas ini,"ancam pak Angga.


"jadi menurut bapak bertanggung jawab yang seperti apa,"ucap dekan.


"saya ingin Dewi di keluarkan di universitas ini,,"balas pak Angga singkat.


tentu hal tersebut membuat Dewi baik pun dekan melotot tak percaya,sebab hanya karena hal yang sepele itu harus membuat Dewi di keluarkan.


bagaimanapun dekan masih merasa bangga memiliki mahasiswa seperti Dewi cerdas dan pintar.


"tidak ada tawaran menawar dalam hal ini,,Dewi keluar atau reputasi universitas ini saya cemarkan,,"pak Angga masih ngotot oleh keinginannya.


"pak Angga, saya mengerti sekarang permasalahannya,wajar saja jika putri bapak semena-mena, jika orang tua yang mendidiknya pun demi kian,dalam hidup ini kita harus bersikap adil siapa yang salah dan siap yang benar, yang salah akan di hukum dan yang benar akan lolos, saya siap keluar dari universitas ini jika memang saya yang salah, namun cobalah bapak pikir baik-baik, siapa yang tidak akan membeli diri ketika kita di tindas,,? ,"


tuturan Dewi demi kian membuat Angga murka, bagaimana mungin orang seperti Dewi berani menyalakan dirinya,


"terserah,, semua keputusan ada di tangan anda dekan,jika ingin reputasi universitas ini baik-baik saja,maka kamu harus mengeluarkan anak tidak tau diri ini,,"ucap Angga,ia segera meninggalkan ruangan itu.


Dewi melihat pak dekan memijat pelipisnya,ia bingung, sekaligus serba salah,harus memilih di antara keduanya.

__ADS_1


"bapak tidak perlu khawatir,, untuk sementara Dewi akan keluar dari universitas ini,,,"tutur Dewi.


"tapi wik,,"pak dekan merasa tidak enak.


"tak apa pak,,"Dewi meninggalkan ruangan dekan dengan wajah lesunya,


"wik sebenarnya ada apa,,"tanya geby yang melihat sahabatnya yang baru keluar dari ruangan dekan.


"yah jelaslah dia di keluarkan, secara universitas ini tidak membutuhkan orang yang ugal-ugalan,,"celetuk Kalis sembari cengar-cengir.


"jika orang tua anda memanfaatkan kekuasaan,maka saya akan perlihatkan bagaimana orang yang berkuasa itu sesungguhnya,"timpal Dewi.


"coba saja,, karena itu percuma,tak ada yang mampu mengalahkan keluarga Mahendra,kamu ingat itu,,"Kalis berlalu sembari sengaja menyenggol Dewi.


Dewi hanya menggeleng melihat itu, bagaimana mungkin ia berhadapan dengan orang seperti keluarga Mahendra.


"gak usah Luh ladeni dulu wik,, sekarang Luh bagaimana,,"tanya rizka,


"gue di keluarkan,ya,,! meskipun pak dekan berat,tapi mau tidak mau saya harus keluar demi reputasi universitas ini"timpal Dewi.


***bersambung...


terimakasih yang sudah mampir,,


terus dukung terus karya author ya, dengan meninggalkan like, vote dan komentar kalian di sini....


☺️☺️***

__ADS_1


__ADS_2