Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
mata-mata misterius.


__ADS_3

ketika di kantor Leon menjadi resah di sebabkan mendapatkan informasi kalau Dewi selalu di awasi dari kejauhan oleh seseorang yang misterius,


saat mata-mata dari Arya melihatnya ia begitu lihai menghindari, kemungkinan ia juga mata-mata profesional dapat di lihat dari gerak-geriknya.


"ada apa bos,,"tanya Arya yang baru saja masuk ke ruangannya.


"lihat ini, rupanya ada yang ingin bermain-main dengan kita,,"Leon memperlihatkan hasil kerja orang suruhannya.


"apa orang tersebut dari pak Angga,atau ada yang lain,?,"tanya Arya sekaligus menebak perkiraannya.


"kita belum dapat memastikan,,,terus cari tahu target mereka sebenarnya,,aku tidak masalah jika mereka langsung berhadapan dengan ku,akan tetapi mereka sedikit cukup cerdik mengunakan istriku untuk melumpuhkan ku,,"jelas Leon.


"iya, mereka memang bukan orang biasa,,bisa jadi kali ini bos mendapatkan lawan yang sebanding,,"ejek Arya.


"hemm, mungkin mereka hanya ingin berkenalan dengan ku,,"timpal Leon dengan percaya dirinya.


"jangan terlalu sombong dulu bos,di atas langit masih ada langit,"Arya menyudutkan Leon.


"aku tahu cara mengatasinya orang semacam ini Arya,


dan aku tak akan segan jika mereka berni menyentuh istriku walau secuil pun,,"Leon melemparkan tatapan mata elangnya.


"oke,aku akan mengirimkan orang handal untuk mencari tahu tentang orang-orang tersebut,,"Arya langsung keluar,


saat ia hendak menuju lobby,ia berpapasan dengan Rizka, wanita ini selalu membuat jantungnya bergemuruh, mengingatkan dirinya akan masa lalunya yang tidak pernah bisa ia lupakan.


Rizka membuang mukanya,ingin berlalu begitu saja melewati Arya ia berhenti mendengar ucapan lantang dari Arya.


"apa kamu sudah menjenguk Dewi,Dewi tetaplah Dewi yang dulu,jangan sampai kau menyesalinya nanti,"ucap lantang Arya.


"hah,,kamu sangat mahir menilai seseorang,, menasehati seseorang seolah kamu itu selalu benar,"balas Rizka.


Arya menatap sendu wajah Rizka,


wanita ini selalu ingin membuatnya dalam kemarahan,


"aku mengatakan yang sejujurnya,,"timpal Arya.


"iya, karena kejujuran mu, hingga sekarang kau tak bisa melihat orang lain,,tak bisa menata hati kembali untuk memulai sesuatu yang baru,


hatimu hanya terpaut dengan satu nama yang tak mungkin kembali,,"Rizka menyampaikan semua unek-unek yang bersarang di kepalanya,dan ia langsung melangkah pergi meninggalkan Arya yang sedari tadi mematung,

__ADS_1


Arya tercengang mendengarnya, bagaimana bisa Rizka mengetahui segala tentang masa lalunya,


hal itu cukup membuatnya bungkam tak bisa berkutik.


Dengan rasa percaya diri yang tersisa Arya melanjutkan langkahnya,


menepis semua rasa kecurigaannya,


sedangkan Rizka, pergi ke toilet untuk mengatur napasnya yang terasa sesak,


"kak, kenapa begitu cepat, rasanya begitu sakit,dia pria yang dingin, bagaimana mungkin aku bisa memberikan kehangatan untuknya,,"Isak Rizka dengan tangan berangsur menghapus buliran bening yang mengalir di pipinya.


seketika ia teringat akan ucapan Arya tentang Dewi,


"sebenarnya apa yang terjadi,,"gumam Rizka.


Rizka mengatur nafasnya agar terlihat baik-baik saja,ia menata kembali riasannya agar tidak terlihat sudah menangis.


ketika ia kembali ke meja kerjanya,Rizka lebih banyak diam,


"Riz kamu kenapa,,,?"tanya geby curiga.


"emang gue kenapa,,?"Rizka balik nanya.


Rizka buru-buru mengelak,


"gu-gue kelilipan,,"elaknya.


"luh ngarang deh,,"ujar geby.


"terus maksud Luh mau gimana,,"cibir Rizka.


"tapi benar luh gak apa-apa,,?"tanya geby memastikan.


"emm,,"Rizka mengangguk.


semuanya berlalu dengan begitu cepat tak terasa kehamilan Dewi sudah menginjak dua bulan,


"Dy cepat dong,,"Dewi menyiapkan berbagai keperluan suaminya.


"sayang jangan mondar-mandir seperti itu, kasihan bayi kita,,"Leon mengingatkan istrinya.

__ADS_1


"sitt,Dewi tahu itu,, lagian bayi kita itu kuat seperti Daddy-nya,,"balas Dewi.


"benarkah,"Leon meraih pinggang ramping istrinya.


meskipun kehamilannya sudah memasuki dua bulan,


perut Dewi masih rata hanya sedikit lebih berisi dari sebelumnya,


"emm,,"Dewi mengangguk menangapi suaminya yang over posesif.


"tapi tetap saja kamu gak bole seperti tadi,,kamu ingat kan ucapan Deddy, setelah di perusahaan kamu jangan berurusan sama Kalis,,dia itu wanita licik, melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya,"ujar Leon.


"iya sayang,,kamu tentang saja,ya,, meskipun sekarang Rizka dan geby belum bisa mempercayaiku,tapi kamu tenang saja Dewi dan bayi kita orang yang kuat kami pasti bisa,,"timpal Dewi.


"ya udah,, kita turun yuk,,"Leon mengandeng tangan istrinya turun kebawah untuk sarapan bersama.


"bibi masak apa,,?"tanya Dewi setelah sampai di meja makan.


"bibi masak makanan kesukaan nyonya,,"jawab arsiy.


"benarkah,,,!"timpal Dewi berbinar.


ia langsung duduk dengan bersemangat,


"Dy, lihatlah,,!bibi memang jenius membuat masakan kesukaan Dewi,,"ia menarik tangan suaminya yang sedari tadi mematung.


leon duduk seperti keinginan istrinya,namun ia mematung melihat Dewi makan dengan rakusnya,,


namun sebelum menyelesaikan sarapannya, perutnya sudah memberontak ingin mengeluarkan semua yang sudah ia makan.


"sayang,,kamu kenapa,,,?"Leon melihat istrinya yang terburu-buru pergi ke kamar mandi,


Leon segera menyusul ia melihat Dewi yang memuntahkan seluruh isi perutnya,


"sayang kamu tidak apa-apa,,? kita ke rumah sakit sekarang,,"ucap Leon yang memijat tengkuk istrinya,


"Dewi tidak apa-apa Dy,ini sudah biasa, sepertinya anak kamu tidak menyukai apa yang aku sukai,,"timpal Dewi dengan wajah yang pucat.


seorang wanita yang sedang hamil, lambat laun ia akan terbiasa dengan keadaannya,


menikmati perubahan dirinya adalah cara yang terbaik untuk menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2