Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
Leon fexers


__ADS_3

pagi hari, matahari bersinar merah malu-malu bersemu


,di balkon kamarnya Dewi diam berdiri menyapa sang Surya, menyambut kehangatannya dengan hati yang tak karuan,


wanita ini mencoba tersenyum manis menghirup udara pagi yang lembut dan sejuk, meskipun di lerung hatinya yang paling dalam terselip luka dan kecewa,


karena sebuah kebohongan orang yang telah sepenuhnya ia percayai,


"sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dariku vit, sehingga kamu menghancurkan kepercayaan yang sudah teramat sangat besar padamu"Dewi bicara sendiri berharap sang Surya bisa mendengar keluh kesahnya,


Dewi memejamkan matanya, menata hatinya yang penuh luka itu agar tidak terasa perih di dada,


setelah merasa puas dengan aktivitas paginya,Dewi turun ke bawah ingin sarapan bersama keluarga,


"pagi,yah,bun"ucapnya sembari duduk di antara orang tuanya,


"pagi sayang,wik kamu sudah bicara sama Vito mengenai masalah kita atau belum"tanya Herwan,


"sudah ya,Vito bersedia membantu ayah,ayah tak usah kuatir"balas Dewi dengan sebuah senyuman yang menawan,


"Oya sayang hari ini kamu kemana,"Desi bertanya pada putrinya, karena biasanya Dewi mengisi hari liburnya dengan mengajak teman-temannya belajar memasak di rumah, dikalah ia tidak ada acara bersama Vito,


"Dewi ingin kerumah Leon bun"celetuknya sembari mengoles selai strawberry untuk sarapannya pagi ini,


"apa"sontak ayahnya keget,


"ayah apaan Dewi kaget tau"Dewi mengeluarkan suara cempreng karena ayahnya mengeluarkan suara yang sedikit lebih keras,


"iya,maksud ayah Leon yang mana, jangan bilang Leon yang kamu maksud adalah Leon fexers, pengusaha yang kejam tak kenal ampun itu"ayahnya memastikan kembali,


Dewi menghentikan aktivitasnya, mendengar penuturan ayahnya barusan yang menyatakan Leon orang yang tidak kenal ampun,


"apa mungkin Leon seperti itu orangnya"cicitnya,


"jadi benar wik"ayahnya kembali memastikan,


"Dewi juga gak tau apa dia Leon yang ayah maksud, tapi yang Dewi tau dia adalah CEO dari perusahaan Alazca fekers gerup"tutur Dewi,


"astaga wik,ayah sarankan untuk tidak berurusan dengan orang itu, karena dia bisa kapan saja menghancurkan semut-semut seperti kita"jelas Herwan,

__ADS_1


Dewi menelan ludahnya dengan sulit secara ia pernah mengerjai orang yang ayahnya maksud itu,


"wik kenapa kamu diam"tanya Desi melihat putrinya diam seperti tertangkap basa sudah melakukan kejahatan,


"heh tidak bunda,Dewi hanya berpikir,emang ada orang yang seperti ayah maksud"sembari cengar-cengir tak menentu,


"ya seperti itulah,terus apa kamu melakukan sesuatu hingga harus pergi ke rumahnya"tanya ayahnya kembali,


"tidak ayah,Dewi hanya ingin mengambil ponsel Dewi yang tidak sengaja terjatuh kemarin"balas Dewi,


"ya uda kamu ingat pesan ayah,jangan sampai berurusan dengannya"Herwan menginginkan dewi


"ya,ayah tenang saja"Dewi tersenyum kaku,


di sebuah rumah megah bak istana di negeri dongeng itu, Leon seperti biasanya melakukan olahraga dikalah pagi hari,laki-laki tampan itu sudah mengeluarkan keringat di mana-mana,wajah yang tampan sudah terlihat sangat segar dan bugar,


"tuan,ada yang ingin bertemu dengan tuan"ucap pelayan di rumah Leon,


"siapa bi"tanya Leon yang tidak sama sekali menghentikan aktivitasnya,


"bibi tidak tau,dia seorang wanita"balas bibinya


"baiklah suruh tunggu sebentar"ucap Leon penasaran,


Dewi celingak-celinguk melihat kemewahan rumah istana itu, namun ia aneh sedari ia datang yang terlihat hanyalah semua pelayan, karena mereka mengunakan pakaian yang sama,


"non, tunggulah sebentar lagi,emm nona ingin minum apa,"tanya pelayan itu,


"tak usah repot-repot bi,aku hanya sebentar"balas Dewi dengan senyum yang luas,


sungguh wanita yang baik dan cantik, biasanya jika pacarnya tuan Leon yang datang, ia ingin semena-mena di rumah ini,batin pelayan itu,


"itu sudah menjadi tugas saya nona"ucap pelayan itu lagi,


Dewi hanya membalasnya dengan senyuman,


dari kejauhan tampak terlihat Leon sudah menuruni anak tangga,


membuat pelayan rumahnya menunduk hormat,

__ADS_1


"pagi tuan"sapa mereka,


pria tampan itu hanya melewati mereka dengan begitu saja tanpa membalas tutur sapa pelayannya,


Leon mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah ukiran senyum yang teramat tipis, setelah melihat Dewi lah yang datang,


benak Dewi bergiang dengan ucapan ayahnya sebelum ia berangkat,


jangan berurusan dengan mereka,


ia tampak terlihat kaku dan tidak berani melihat sosok tampan pencuci mata itu,


sedangkan Leon kembali mengingat Dewi pernah mengerjai kekasihnya defi dengan aktingnya yang luar biasa,


"pagi sayang,ada angin apa yang membawa mu kemari,apa kamu sudah merindukan kekasih tampan mu ini"tanya Leon sembari duduk di samping Dewi dengan jarak yang begitu dekat,ia sengaja ingin menyudutkan Dewi pagi ini,


Dewi merinding ngeri ketika Leon duduk di sampingnya,bulu kuduknya berdiri rasa kakunya menjalar ke setiap nadinya,


"emm maaf mengganggu saya kemari ingin mengambil ponsel saya yang kemarin"balas Dewi gelagapan,


"ohh.... kirain sudah merindukan kekasih mu ini"ucap Leon enteng,


Dewi melempar tatapnya pada Leon yang membuat bola mata mereka beradu menyapa satu sama lain,


tatapan yang terlihat penuh makna seolah mengungkapkan kerinduan masing-masing,jantung Dewi berdegup kencang,


deruan nafasnya yang tercekal akibat menahan jantungnya yang tak karuan,


ada sesuatu yang ia rasakan tapi entah rasa apa itu,ia tak memahami sama sekali,


apa rasa kagum atau rasa apalah ia tak tahu,,


***bersambung,,,


next yahhh,,,


terimakasih sudah mampir di karya ku,,,


jangan lupa tinggalkan like,vote,dan komentarnya di sini,,

__ADS_1


aku tunggu,,,,,☺️☺️☺️***


__ADS_2