Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
sehebat apa,,?


__ADS_3

"aku dimana,,"


Dewi membuka matanya perlahan,ia tak mengenal sama sekali tempatnya sekarang,


"aisss, merepotkan,,"celetuk Leon setelah menghampiri Dewi dengan dekat, wanita itu terdiam sejenak,ia mengingat ingat kembali yang terjadi dengannya barusan, tiba-tiba pipinya merona merah padam, bagaimana tidak ia menangis di dalam dekapan seorang Leon,


"maaf"Dewi tak bisa berkata apa-apa,selain perasaan malu yang ia tanggung,


"makanlah dahulu"Leon menyodorkan makanan pengganjal perut untuk Dewi,


Dewi meraih kantong plastik itu dengan menundukkan kepalanya,tidak berani menatap mata Leon sama sekali,


suasana hening ,tak ada percakapan antara mereka berdua, Leon yang terlihat tidak peduli dengan wanita yang ada bersamanya saat ini padahal hatinya cukup kuatir,ia hanya mengutak-atik mesin pintar miliknya,


lelaki tampan ini,semakin tampan dan cool dalam keadaan ia fokus bekerja,


"tak usah menatapku seperti itu,aku memang tampan dari lahirnya,,!"dengan bibir yang tersungging tersenyum bak telaga madu,


Dewi yang merasa kepergok sedang mencuri pandang dengan pria itu,mengalihkan pandangannya ke segala arah,tak bisa di pungkiri bahwa ucapan Leon semuanya benar adanya,ingin sekali rasanya ia berenang di telaga madu tersebut,


"aku ingin pulang"ucap Dewi tiba-tiba,yang membuat Leon menoleh


pria tampan itu hanya diam tanpa ekspresi sama sekali,


"terimakasih untuk semua ini"ucap Dewi ia segera beranjak ingin keluar ruangan Leon


"aku antar,,"ucap Leon yang sudah beranjak meraih jas mahalnya,


"tidak terimakasih,,aku sudah cukup merepotkan Anda,,"Dewi menolak halus bantuan Leon padanya,


namun pria tampan itu nyelonong begitu saja tanpa memperdulikan ucapan Dewi,


kaki jenjangnya melangkah keluar dengan gagah dan menawan,Dewi yang berada di belakang membuntuti Leon merasa kecil,


pandangan semua karyawan teralihkan oleh bos besar mereka,ada yang merasa tak suka melihat Dewi bersamanya,ada juga yang merasa kagum dan bangga,ada pujian dan juga makian untuk Dewi,

__ADS_1


begitu penilaian semua orang yang melihat mereka,


Leon membuka pintu mobil untuk Dewi, dengan perlakuan Leon padanya ia merasa menjadi bidadari untuk sesaat,


ia tak tau perasaannya sekarang semuanya bercampur menjadi satu,susah,sedih,luka, kecewa, juga bahagia,


saat hanya berdua ada perasaan canggung di benak Dewi,


"dimana rumah mu,?"tanya Leon memecahkan keheningan,


"aku mau ke rumah sakit harapan,,"balas Dewi


Leon terdiam sejenak mencerna perkataan Dewi barusan,


"apa masih ada yang sakit"tanya Leon sembari menatap Dewi lekat,


Dewi dengan cepat menggeleng,


"bukan,,ayah ku yang dirawat di sana"balas Dewi


Leon mengangguk, memotong jalanan menuju arah rumah sakit,


rumah sakit itu menjadi riuh karena kedatangan Leon,yang membuat Dewi bertanya sebesar apa orang yang ada bersamanya saat ini,


"ada apa,,?"tanya Leon yang melihat Dewi melamun,


"tidak ada"Dewi cengar-cengir tak karuan,


kedatangan Leon di rumah sakit itu tentu mengundang perhatian, hingga sampai ke telinga Sony yang memang bekerja di sana,


"dasar biang masalah"keluh Sony


di sebuah ruangan dimana Herwan di rawat Dewi menghampiri Desi,


"bun, bagaimana keadaan ayah,,?"tanyanya

__ADS_1


"ayah sudah membaik,,wik mukanya kenapa sayang"Desi melihat muka Dewi yang lebam,


sontak Desi menatap lelaki tampan yang sedari tadi diam berdiri di belakang Dewi,


mata Desi melotot,bukan pengusaha jika tidak mengenal Leon fexers,,


tangannya menggigil,Desi membungkuk hormat kepada Leon,


"bunda ada apa"tanya Dewi melihat bundanya dengan perasaan cemas,


"tidak usah sungkan Tante,aku hanya mengantar Dewi"dengan senyum yang mengembang,


Desi serasa bermimpi bisa bertemu dengan pengusaha sukses seperti Leon,


"wik bunda bukan mimpi kan sayang,,"tanya Desi dengan pandangan berbinar


Dewi menggeleng,Desi beralih menatap suaminya dari kaca besar membatasi mereka,


"ayah,,ayah bangunlah,,!bukankah ayah memimpikan untuk bertemu dengan pengusaha yang ayah sanjung sanjung itu,dia pria hebat dan juga sangat tampan"ucapnya sambil memandangi suaminya dari kejauhan,


Dewi tak sengaja menatap Leon dengan rasa penasaran yang berkecamuk di dada setelah mendengar penuturan bundanya barusan,ia memang tahu pria pengusaha itu namun tidak tahu sehebat apa orang tersebut,


seketika ia mengalihkan pandangannya ketika pandangan mereka akan bertemu,


Leon melihat jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kokohnya,


"aku akan kembali"pamit Leon


"nak Leon terimakasih sudah mengantar Dewi"tutur Desi,


"tidak masalah"Leon melenggang pergi begitu saja,


itulah Leon suka tidak sukanya dengan seseorang hanya dialah yang tau, wajahnya yang dingin dan dataran yang sangat sulit untuk di artikan,


hatinya masih terkunci rapat di sana, belum ada yang mampu menghancurkan pertahanan dinding es yang sudah membatu itu, entah sampai kapan akan bertahan,

__ADS_1


dari sekian banyak wanita ia hanya menjadikan tempat penghibur diri,bukan untuk memberi hati,,


bersambung,,,,,


__ADS_2