
Angga berusaha mati-matian untuk menyelesaikan proyek yang ia ambil,
sekarang semuanya hampir terkuras habis,namun ia harus tetap menyelesaikan proyek itu untuk kerjasama yang di janjikan oleh Arya tempo hari.
"sekarang kita harus bagaimana,? kita kekurangan dana untuk menyelesaikan tahap akhir proyek yang tengah kita jalani,,"ucap asisten Angga.
"saya akan berusaha untuk mencari donatur yang mau menginvestasikan sahamnya,tidak mungkin kalau kita menghentikan pembangunan yang sudah membuat perusahaan kita di ambang kehancuran, padahal kesuksesan sudah di depan mata,,"timpal Angga.
"apa bisa tuan meyakinkan orang yang sudah menjadi target tuan secepat mungkin,sebab jika pembangunannya terlalu lama terbengkalai akan ada perusahaan lainnya yang akan melanjutkan tender proyek itu,,"balas Ronald
"tak ada jalan lain kecuali jalan licik,,"Angga menyaringan.
sedangkan di sebuah gedung mencakar langit,Leon tengah tersenyum senang sembari memainkan laptop di meja kebesarannya,
"tinggal menunggu beberapa detik lagi bos, sebentar lagi Angga akan merasakan bagaimana rasanya jatuh dari ketinggian,"tutur Arya, yang baru saja masuk.
"emm,,tutup semua perusahaan yang kemungkinan besar mau membantu Angga,,aku tidak ingin sama sekali mereka berhasil,,"balas Leon tanpa mengalihkan pandangan.
"sesuai perintah bos,, semua sudah saya jalankan sebagaimana mestinya,,"
Leon tersenyum menang,ia tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah berani mengusik kehidupannya,
"Oya bos, bagaimana dengan defy,aku takut dia akan melakukan segala cara untuk membalas dendam kepada bos, kemungkinan besar itu akan melalui nyonya Dewi"tukas Arya.
"kamu benar yak,, untuk itu kamu tugaskan beberapa orang untuk memantau defy dan Vito,,"tita Leon.
"oke bos,, untuk sementara kita lihat dulu pergerakan mereka,,"balas Arya.
__ADS_1
Leon mengangguk setuju, Arya memang bisa di andalkan dalam segala bidang, untuk itu ia menempatkan dirinya di posisi sekertaris perusahaan sekaligus tangan kanan Leon.
"brengsek,,,,bisa-bisa kita gagal Ronald,,,"Angga membanting semua yang ada di atas mejanya.
sedangkan Ronald hanya menunduk tak berani menghadapi Angga yang sedang marah,
"Sekarang kita harus apa Ronald,,"sambungnya dengan mengacak rambut frustasi.
"entah tua saya sudah tidak mampu berpikir dengan baik,, setelah menghadapi sekian banyak perusahaan untuk berusaha meminta mereka bersedia mendonorkan sahamnya,namun hasilnya nihil tidak ada satupun dari mereka yang bersedia,,"timpal Ronald dengan menundukkan wajahnya,
"apa kita meminta bantuan kepada Arya,,mungkin beliau bersedia untuk membantu permasalahan kita,,"ide Angga.
"ide yang cemerlang tuan,, sekarang kita undang mereka makan malam secara pribadi,, Oya, coba tuan meminta bantuan kepada putri tuan, dengan rumor yang beredar Leon fexers sering bersenang senang dengan beberapa wanita,,"usul Ronald.
"baiklah itu sangat bagus,,aku bisa memanfaatkan Kalis untuk menuju kesuksesan,,"Angga menyaringan.
mendengar hal tersebut membuat Leon semakin ingin mengunjungi mereka,ia ingin tau apa rencana mereka selanjutnya setelah gagal dalam menjalankan proyek,
"Dy, tumben Deddy antusias sekali ingin mendatangi undangan makan malam,,itu bukan Deddy yang sebenarnya loh,atau jangan-jangan Deddy bermain api di belakang Dewi,,"ucap Dewi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Leon menatap Dewi tak percaya,,ya mungkin benar yang ia bilang, ia paling membenci mendatangi sebuah undangan makan malam,apa lagi itu adalah makan malam keluarga bukan dari kalangan kerabat atau kalangan pengusaha yang bekerja sama dengannya,namu yang menurutnya lebih aneh itu adalah istrinya, akhir-akhir ini ia begitu posesif terhadapnya, begitu cengeng dan sangat mudah merajuk.
"sayang percaya deh sama Deddy,,"ucap Leon meyakinkan.
"maaf,,"hanya itu yang mampu Dewi ucapkan,sembari menunduk.
"Deddy jalan dulu ya,,"Leon mengecup sekilas kening istrinya.
__ADS_1
"hati-hati,,,"Dewi masuk kedalam setelah sepeninggalan Leon.
"sebenarnya Deddy pergi sama siapa, jangan-jangan dia makan malam romantis dengan kekasihnya,,"cicit Dewi menaiki anak tangga.
rasa penasaran dan curiga terus mengebut dan berkeliaran di otaknya,
sebagai seorang istri rasa takut itu mulai ada di dalam benaknya,
"apa Deddy mulai bosan dengan Dewi,,"cicitnya cemberut,
"ahah,Leon jahat,,gak punya perasaan,,,"isaknya tak karuan.
sedangkan Leon dan Arya yang baru tiba di kediaman Angga, langsung di sambut hangat oleh Angga dan keluarga,
"selamat datang pak Leon pak Arya, silakan masuk di gubuk keluarga ku,,"tutur Angga.
Arya tersenyum menanggapi ucapan Angga sedangkan Leon sedikit pun tidak mengubis Angga sama sekali.
mereka mengobrol banyak sementara menunggu hidangan siap,
terlihat Angga sangat berharap bisa bekerjasama dengan Alazca group,
tiba-tiba suara hentakan kaki memenuhi ruangan peraduan antara lantai dan sepatu high heels miliki Kalis,
wanita cantik dan seksi, menuju menghampiri mereka dengan sebuah senyuman yang menggoda,
yang membuat kamu adam deng- dengan melihatnya.
__ADS_1
***bersambung...
ini otak kapan encernya ya,,??🙄***