
Leon yang sudah mendapatkan izin dari sang istri tersenyum lebar berbunga-bunga,
Dengan senang hati ia mencumbui sang istri dengan ciuman dimana mana,Leon menekan tengkuk Dewi memperdalam ciumannya,yang membuat Dewi terengah-engah sulit untuk bernafas,
Leon membimbing istri kecilnya menuju tempat tidur,
mencumbunya dengan selembut mungkin,
dan melucuti apa yang menjadi penghalangnya untuk melihat setiap lekuk tubuh sang istri,
Dewi merasa malu, karena ini untuk pertama kalinya ia memperlihatkan tubuhnya tanpa penghalang sehelai benangpun,
ingin sekali rasanya menenggelamkan diri karena pipinya yang sudah panas karena malu,
saat ia ingin menarik selimut,tangan kekar Leon mencegahnya, Leon malah mematikan lampu kamar hanya menyisakan cahaya remang lampu tidur, sebisanya ia membuat sang istri senyaman mungkin karena ia memahami kalau Dewi merasa malu saat ini,
Leon mencicipi dua benda kenyal dan padat yang tersuguh cantik untuknya,
mencium dan menghisap puncaknya dengan rakus dan hasrat yang sudah di ujung tanduk,
terdengar suara ******* sang istri ketika pria yang memang sudah memiliki pengalaman yang jago itu bermain di bawah sana, hanya saja kali ini ia memainkan permainan yang lembut bukan seperti biasanya yang sedikit kasar.
dari melihat milik beberapa wanitanya,namun Leon bisa melihat dari sudut pandangnya, memang ini kali pertamanya untuk sang istri,bukan seperti parah wanitanya yang memang sudah longgar dimana-mana,
saat pria nan tampan itu, membuka celananya,Dewi menegang dan menelan ludahnya, otaknya berpikir akan seperti apa jadinya, jika miliknya akan di cetak gol oleh benda pusaka milik suaminya yang lebih besar dari yang Dewi bayangkan sebelumnya,
Leon menyunggingkan senyumnya ketika melihat sang istri menegang,
"aku akan bermain pelan,,"bisikan sembari kembali mencumbui sang istri agar tidak gugup ketika sang pusaka menerobos gawang sempit milik istrinya,
setelah benar-benar siap Leon mencoba memasukkan benda pusakanya,
__ADS_1
Dewi sekuat tenaga menahan sakit ketika benda milik suaminya memaksa menerobos masuk memutuskan ribuan urat penghalang,air matanya mengalir begitu saja karena merasakan sakitnya juga bahagia ia bisa menjaganya dan memberikannya untuk orang yang sudah mengucapkan ijab qobul untuknya,
tidak butuh waktu lama laki-laki tampan nan gagah itu mencapai puncak pelepasan,
baru pertama kali laki-laki ini mencapai puncaknya hanya butuh beberapa menit,
"terimakasih,,"ucap Leon yang mengelus pipi sang istri yang sudah sedikit memucat karena permainan gilanya, Dewi yang memang sejak tadi ambruk hanya membalas ucapan Leon dengan sebuah senyuman,
"apa begitu sakit,,,?maaf,,"Leon merasa bersalah karena melihat Dewi yang sudah tak berdaya.
"bukan begitu,aku hanya lelah, hanya butuh beberapa menit tenagaku akan pulih kembali,,"ucapnya sambil tersenyum manis,
"benarkah,,,"
Dewi mengangguk,,
"baiklah aku mandi duluan,kamu istirahatlah sejenak aku siapkan air hangat untuk kamu berendam,,"Leon melenggang pergi ke kamar mandi,
setelah Leon selesai Dewi berniat pergi ke kamar mandi sendiri, namun langkahnya terhenti ketika rasa perih dan nyilu di bawah sana,,
"panggil aku,,kalau sudah selesai"ucap Leon meninggalkan Dewi.
Leon membereskan seprei beserta selimutnya, aktivitasnya terhenti ketika melihat noda darah yang ada di sana,
ia merasa bahagia dan bersyukur mendapatkan istri yang bisa menjaga mahkotanya di kalangan remaja sekarang,namun ada rasa bersalah pada dirinya sendiri karena ini yang pertama untuk Dewi tapi tidak untuknya.
Leon mendengar suara ketokkan pintu kamarnya,
dan membukanya,
"tuan makanannya sudah siap,,"ucap bik arsiy, yang melihat Leon yang membuka pintunya.
__ADS_1
"ya Bu tunggu sebentar,"ucap Leon.
Leon meninggalkan Dewi untuk mengambil makanan, karena ia yakin Dewi tidak akan bisa menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah,memaksa untuk menggendongnya pasti ia akan menolaknya,jadi Leon memutuskan membawa makanannya ke kamar,
"tuan apa nyonya sakit,,?"tanya bik arsiy yang melihat Leon akan membawa makanannya ke dalam kamar setelah ia selesai makan,
"tidak, namun Dewi lagi gak bisa turun tangga,,"ucap Leon, tentu ucapannya membuat bik arsiy bingung,,
"tak bisa turun,,,? perasaan tadi sebelu ke atas nyonya baik-baik saja,,apa nyonya terkilir,,?ah sudahlah,"arsiy menepis semua perasaannya.
ketika Leon masuk Dewi sudah selesai mandi dan duduk di depan meja rias,
"apa sudah mendingan,,?"tanya Leon yang melihat Dewi sudah sangat cantik dan segar.
Dewi mengangguk,
"apa aku boleh mengulanginya lagi,,"tanya jail Leon menggoda Dewi.
Dewi menatap Leon,ia melihat Leon tersenyum jail padanya.
"makan dulu,,,habis itu kita istirahat,,"tutur Leon.
Dewi makan dengan lahap, karena memang perutnya yang sedikit lapar, setelah selesai,dua insan itu terlelap di sebuah perpaduan malam yang dingin, membiarkan tubuh dan otak istirahat dari lelahnya aktivitas dan pikiran,
malam yang cerah penuh bintang yang bertaburan, kesunyian malam yang membuat para insan berkecimpung dalam dunia mimpinya, mengembara jauh entah kemana.
***bersambung..,
untuk malam pertamanya kalian bayangkan sendiri ya,, author cuma sebisanya begitu,,,βΊοΈ
dan.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote kalian di sini,
terimakasih,,ππ***