Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
bukan bualan cinta.


__ADS_3

Dewi baru pulang dari rumah pak lurah yang sedikit kemalaman,ia masuk tanpa sedikit curiga,


namun ketika ia masuk ke dalam kamarnya ia melihat sosok seorang pria yang tengah tidur terlungkup di ranjang miliknya,


seketika Dewi langsung mengambil sapu, ketika ia mengangkat sapu itu ke udara, ucapannya menghentikan pergerakan Dewi,


"aku gak bisa tidur di villa,terlalu banyak gadis desa yang menggangguku"ucap Leon dengan suara parau ciri khasnya saat bangun tidur,


"tapi kan banyak tempat lain, kenapa harus di tempat ku,apa kata orang nanti,,"tuturnya


Leon beranjak dari tidurnya, laki-laki itu menampakkan dada bidangnya karena sedari tadi ia tidur tanpa pakaian, hanya mengunakan celana pendek,


Leon menarik Dewi kedalam pelukannya,


"kamu mengapa pergi dariku,,?"tanyanya pilu


Dewi tersikap,ia tak mampu berucap apapun lantaran teramat merindukan tubuh kekar suaminya,meskipun hanya dengan memandanginya selama ini,


"seharusnya kamu pastikan kenyataannya terlebih dahulu sebelu memutuskan sesuatu, sungguh tindakan mu itu tindakan yang bodoh"ucap Leon dengan mengelus puncak kepala istri mungilnya,


Dewi melepaskan pelukannya,ia sedikit mundur beberapa langkah,


"ia aku akui semua ucapan mu itu semua benar,aku memang bodoh, bodoh sudah memberikan hatiku untuk naungan namamu,aku memang bodoh, mencintai orang yang mencintai wanita lain,aku memang bodoh, sudah menghawatirkan mu ketika kamu jauh dengan ku,aku bodoh Leon"teriaknya dengan sebuah isakkan,


"sekarang pergilah,aku sudah merelakan semuanya, cintailah wanita yang mesti kau cintai,kami perlu bahagia dengan wanita pilihan mu tanpa embel-embel pernikahan dengan ku"usirnya.


"kamu mengusir ku,kamu tau berapa bulan aku mencari mu,hanya untuk mengatakan kebenarannya,


kamu tau aku susah makan susah tidur karena memikirkan keberadaan mu,apa tidak ada di benakmu untuk memikirkan itu Dewi,


tidak seharusnya kamu lari dari masalah, setidaknya kamu pastikan terlebih dahulu sebelum memutuskan hal konyol ini,kamu bilang cinta,belum Dewi,kamu belum begitu mencintaiku, cinta tidak akan percaya dengan yang ia lihat dengan mata, karena bisa saja mata itu membohonginya,tapi cinta hanya meyakini apa kata hatinya, karena di situ terletak sebuah ketulusan bukan bualan cinta yang tak berarti"marahnya Leon dengan suara yang mulai meninggi.


Dewi yang mendengar penuturan Leon hanya diam dengan deraiyan air mata,ia baru sadar kalau tidaknya selama ini salah,kalau tindakannya selama ini menyiksa laki-laki yang bernaung di dalam hatinya,


Leon memakai kembali pakaiannya yang ia lepas, saat ia tangga mengancing kemejanya,Dewi memeluknya erat dari belakang,


"maaf, maafkan aku"ia terisak-isak

__ADS_1


Leon menghentikan aktivitasnya,membalikan tubuh menghadap ke arah Dewi yang memeluknya,


"jangan lakukan lagi"ucap Leon yang membalas pelukan sang istri.


terlihat wanita itu mengangguk dalam pelukannya,


rasa bersalah bercampur aduk dengan rasa rindunya,


saat Leon merasa Dewi sudah sedikit lebih tenang ia membisikkan sesuatu,


"aku lapar,,"ucap Leon,yang membuat Dewi tersenyum mendengar ucapan suaminya.


"tapi,aku tak punya bahan untuk memasak, hanya ada beberapa sayuran"ucapnya ragu, karena takut Leon tak menyukainya.


"tak apa, masaklah apa yang ada,,"tuturnya


Dewi mengangguk,


ini adalah kalah pertama ia memasak di temani suaminya,


terlihat sesekali Dewi memandangi wajah tampan suaminya,dan melihat kalau lelaki itu tengah tak nyaman karena duduk di kursi kayu tanpa alas.


"selesai,,"ucap Dewi melihat masakannya yang sudah terhidang rapi di meja.


"Leon, sudah selesai, makanlah selagi hangat,,"ucap Dewi dengan menghampiri Leon,


"kamu gak makan,,"tanyanya.


"aku sudah. makan di tempat pak lurah"jawabannya.


"oh,ya uda kamu temani aku makan"


Dewi mengangguk, langsung membuntuti tubuh tegap suaminya,


terlihat laki-laki itu menyantap makanannya dengan lahap,Dewi hanya bisa menatap dalam laki-laki yang tengah ada di depannya,


setelah selesai Dewi memberikan semu sisa makannya,

__ADS_1


"Leon sebaiknya kamu kembali ke villa,tak baik jika warga melihat mu di rumah ku"ucap Dewi tak enak.


"emang mengapa,,?"tanyanya heran.


"mereka kan gak tau soal kita"jawab Dewi.


"ya,Uda kita kasih tau saja,Kenap repot-repot,,!"ucapnya enteng.


"Leon,aku tak ingin memandangku buruk lagi"balas Dewi manyun.


"buruk,jadi selama ini mereka menganggap mu buruk,,"tanyanya yang mendengar penuturan Dewi barusan.


"bukan begitu merek salah paham"balas Dewi.


"salah paham apanya,,! warganya saja pada bodoh"celetuk Leon.


"udahlah,kamu tinggal saja di villa, ini tempat ku juga gak begitu nyaman,aku takut kamu kenapa-kenapa"keluh Dewi


"kenapa-kenapa bagaimana, orang dirimu tak apa-apa selam tinggal di sini"kekehnya.


"kamu orang maksa banget ya,kamu pergi gak"ancam Dewi dengan memukul bahu Leon.


"oke,oke,aku kembali,kamu hati-hati,besok aku mau ngomong"ucapnya sembari melenggang ke luar.


itulah Leon orangnya rada-rada cuek meskipun butuh, orangnya tak begitu suka membual ucapan romantis yang biasa di lakukan para suami bucin yang ada,


ia hanya melihat cinta dengan segi pengorbanan bukan bualan,,


***bersambung,,,,


thanks yang sudah mampir,


jangan lupa dukung karya ku ya kak,,,


tinggalkan like, komentar,dan vote kalian di sini,biar tambah semangat up-nya.


terimakasih,,☺️☺️☺️***

__ADS_1


__ADS_2