
geby memaksa untuk berkenalan dengan tiga pria yang tampan bak malaikat menurutnya,
"wik filing gue mengatakan kalau salah satu dari mereka adalah calon imam gue,gue hampiri ah,,"seru geby.
"hey tetap duduk,,!luh cari tahu dulu itu orang siapa,punya ponsel canggih kan,,"sindir Dewi
"iya juga ya,,kok gue gak kepikiran sampai situ,,"timpal geby cengengesan.
"otak loh aja yang bego pakai kebangetan,,"timpal Riska.
"gak gitu juga kali Riz,,entar gue bego benar gimana,,"keluh geby.
"hey gak nyadar nih anak,luh itu Uda bego dari sananya,,"Rizka tersenyum mengejek,
"hala,, terserah luh,,yang penting gue mau cari tahu dulu tuh babang tampan calon imam gue,calon bapak dari anak-anak gue,,"celoteh geby tidak memperdulikan Rizka.
"tapi wik siapa namanya,,? gimana gue carinya kalau namanya saja tidak tahu,,?"geby memperlihatkan kebodohannya kembali.
"aiss,,Luh lihat mukanya baik-baik, mukanya pasti muncul di berbagai media entertainment apalagi menyangkut dengan kalangan perusahaan bisnis,,"jelas Dewi.
"iya juga ya,,"geby mengutak-atik ponsel miliknya, tiba-tiba matanya melotot hampir meloncat dari persemayamannya.
"sumpah ini keren banget,,"geby kembali ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang mereka, seperti hal pribadi mereka,namun sayangnya mesin pintarnya menutupi semua yang ingin ia ketahui.
"Leon fexers, Sony Akasha Wira, Arya dalmeno,,"ucap geby.
Rizka yang mendengar Arya dalmeno, serasa pernah mendengarnya,
"apa itu dia,,!"seketika Rizka menatap pemilik nama itu,
"Riz,kok bengong,,ngaku luh dah ngahlu yoh,,"geby menertawakan Rizka,
"isstt, amit-amit yah gue gak pernah kaya gitu,,"Rizka tersenyum,,
kala ia tersenyum ada yang menatapnya dengan ekor matanya,,
mengapa bisa begitu sama,, senyumnya, tawanya,juga bola matanya yang dimilikinya,
__ADS_1
kenapa aku tak bisa melupakannya,,?
Arya membatin,
"wuy broo,,"panggil Sony membuat Arya tersadar dari lamunannya,
"bos,,apa sudah selesai,,?"tanya Arya,ia ingin segera pergi,ada hati yang tak nyaman, jantungnya seakan berdegup kencang ketika melihat wanita yang bisa kebetulan begitu mirip dengan kekasihnya,
Leon mengangguk,,
"yuk,,"mereka bertiga beranjak melangkah dengan gagah,Leon kembali memakai kacamata hitamnya ketika berada tepat di depan Dewi dan teman-teman,
tak ada senyuman ataupun apalah, hanya terlihat muka angkuh dan datarnya,
membuat Rizka,geby dan gadis lainya yang berada di sana meleleh, kecuali Dewi ia hanya tak habis pikir dengan pesona suaminya ketika di luaran, begitu memukau membuat jantung berdegup kencang,
rasanya tak ingin berbagi dengan yang lain walaupun sekedar memandangi wajah tampannya,
"kali ini kala banyak gue,,"celetuk Dewi.
"kala apanya wik,?hah gue tau,pasti suami luh gak kayak mereka kan,kenalin dung wik,atau Luh takut ngenalin sebab suami luh kayak pak dekan,,perut buncit,kumisa, rambut sudah setengah rontok, hihihi merinding gue ngebayangin,,"hendrik Rizka,
"gak mungkin juga kali wik, apalagi kalau kayak pak dekan,buat Luh aja,,"timpal Rizka cengengesan.
"kapan-kapan gue undang ke rumah gue,,gue harus minta izin dulu sama laki gue,gue takut ia ketakutan melihat luh pada yang matanya jelalatan minta ampun,,"seru Dewi.
"Oya wik, bagaimana soal kuliah luh,,"tanya geby.
"entahlah geb,,gue sudah banyak ketinggalan dengan kalian,,"keluh Dewi.
"gak gitu juga kali wik,, secara luh kan cerdas,Luh pasti bisa nyusulin kita, ingat kita masih punya cita-cita,masa Luh tega cita-cita luh harus kandas di tengah jalan,,"timpal Rizka.
"gue pikir-pikir dulu deh,,!"
"nah gitu dong,,ini baru mah Dewi kampus kita yang cantiknya tidak ketulungan,,"ucap geby bersemangat.
setelah banyak bercerita, mereka bertiga pergi ke pusat perbelanjaan,
__ADS_1
membeli segala sesuatu yang mereka butuhkan,
namun siap sangka di sana mereka harus bertemu Kalis,
"hey girls,,kalian lihat anak buangan kampus kita,, sekarang ia membeli barang mahal, memakai pakaian yang mahal, jangan-jangan selama ini dia gadis simpanan om-om,"ucap Kalis yang tak sengaja melihat Dewi dan teman-temannya,
"hey,,luh jaga ya omongan luh,,gak nyadar nih anak,, ngiri aja luh,,bilang saja kalau Luh gak mampu kan,,"balas Rizka.
"heh,,gak mampu Luh bilang,, sekalian tokoh ini mampu saya beli, secara orang tua gue punya segalanya,bahkan sekarang perusahaan kami sudah menjalani kerjasama dengan perusahaan nomor satu di sini,'jelas Kalis dengan segala kesombongannya.
"baru kerjasama juga,,belum jadi apa-apa,,"timpal geby.
"ini juga anak nyolot banget,,gue sumpel tuh mulut biar diam,,"sengit Kalis.
"ayo coba kalau berani lu,gue Jambak nih biar tau rasa,,"geby mulai pergulatan dengan Kalis.
"stop,,kalian apa-apaan, tidak tahu malu di lihat banyak orang,,"teriak Dewi menghentikan.
"ini anak cari gara-gara terus sama kita wik dari kemarin-kemarin,,"geby merapikan rambutnya yang sudah acak-acakan,
"maaf nona, jangan bikin keributan di sini,"ucap pak satpam yang baru saja datang mendengar keributan,
"dia yang cari-cari gara-gara sama kita pak,,"bela Kalis,
"tuh kan gak ada muka nih anak, jelas-jelas luh yang mulai,,"timpal Rizka,tak ingin di salahkan,
"Uda yuk pergi,,gak ada untungnya lho ngeladenni orang yang tidak tahu etika,,"Dewi membawa teman-teman keluar dari tokoh tersebut,,
"awas Luh Dewi,"Kalis memancarkan api kebencian terhadap Dewi...
***bersambung,,
terimakasih yang sudah mampir,,🙏🙏
kasih semangat author dong,,
Dengan meninggalkan like, vote,dan komentar kalian sebanyak-banyaknya di sini,,
__ADS_1
dan terimakasih yang sebanyak-banyaknya yang sudah selalu setia di karya author.
next***...