Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
siapa dia


__ADS_3

di sebuah gedung tinggi menjulang langit, terlihat di setiap bagian sisinya terjaga dengan ketat, tempat yang begitu bersih dan rapi,Dewi yang baru sampai memarkirkan mobilnya sembarangan,


tiba-tiba seorang satpam menghampiri,


"mohon maaf nona, agar tidak memarkirkan mobilnya dengan sembarang, yang bisa membuat bos besar sakit mata memandangnya karena itu bisa membuat mobil nona menjadi rongsokan hari ini juga"tutur pak satpam,


sontak Dewi kaget dengan penuturan satpam barusan, masa iya mobilnya mau di jadikan rongsokan,


"ehh,iya baik pak"Dewi kembali memarkirkan mobilnya dengan benar,


yang benar saja masa iya hanya melihat mobil sembarangan parkir bisa membuat bos mereka sakit mata,!aku jadi penasaran seperti apa pula rupanya bos besar mereka,! batinnya


setelah memarkirkan mobilnya dengan benar,dewi nyelonong masuk begitu saja,


tiba-tiba salah satu satpam menghentikan langkahnya


"maaf nona, sebelum masuk saya harus memeriksa nona terlebih dahulu, untuk menjaga keamanan perusahaan"ucap satpam penjaga pintu,


Dewi ternganga,masa iya hanya sekedar masuk saja ada hal yang begitu merepotkan baginya,


"nona"panggil satpam itu lagi,heran melihat Dewi melamun,


"eh iya pak silakan"Dewi memberikan tas jinjingnya,


setelah selesai melakukan tahap pemeriksaan Dewi masuk di lobby utama perusahaan,


ia kembali terpukau melihat ruangan yang begitu besar,Inda dan rapi,tak ada sebutir debu yang terlihat, dinding kaca raksasa menjulang tinggi yang begitu bening transparan,


"selamat datang nona ada yang bisa kami bantu"sapa resepsionis yang melihat Dewi celingak-celinguk seperti anak ayam mencari induknya,


Dewi kaget,ia tersenyum cengengesan tak karuan,

__ADS_1


"emm, saya ingin bertemu dengan sekertaris perusahaan,apa beliau ada,?"tanya Dewi


"mohon maaf !,apa nona sudah membuat janji,?"balas resepsionis itu dengan senyum ramah,


"belum, namun saya ada hal penting dengan beliau"sambung Dewi,


"emm, baiklah nona silahkan tunggu sebentar saya akan menghubungi beliau"tuturnya


resepsionis itu melakukan panggilan,


☎️"selamat pagi pak,ada yang Ingin bertemu dengan bapak,"ucap resepsionis itu dengan telponnya,


sedangkan Arya penasaran dengan sosok yang ingin bertemu dengannya tanpa ada janji terlebih dahulu,


☎️"baiklah suruh tunggu sebentar saya akan turun"ucap Arya sembari memutuskan panggilannya,


Arya dengan gagah turun ke lobby,


semua karyawan menunduk hormat ketika di lewati Arya,Dewi yang melihatnya begitu penasaran,


baru sekretarisnya sudah begini?, bagaimana kalau CEO dari perusahaannya?,hah bisa-bisa mati kutu kalau bekerja di perusahaan besar ini,tapi mungkin juga gaji karyawan yang fantastis sehingga banyak orang yang berlomba ingin bekerja di perusahaan ini, batin Dewi lagi,


Dewi adalah seorang mahasiswa yang cerdas,


ia tau akan sopan santun yang ada,


Dewi berdiri hormat ketika Arya sudah dekat menghampirinya,


"maaf, mengganggu waktu anda tuan"ucapnya sambil tersenyum,


"tak apa nona,silakan duduk kembali"balas Arya.

__ADS_1


"saya kemarin hanya ingin mengambil ponsel saya yang tak sengaja terjatuh kemarin, resepsionis hotel bilang bawah tuan yang memegang ponsel saya"tutur Dewi pelan tak ingin ada kesalahan yang fatal,


Arya yang sudah menduganya, ketika ia melihat bahwa seseorang itu adalah Dewi dia hanya mencoba mendengarkan maksud dan tujuan Dewi terlebih dahulu,


"oh itu, sorry nona, tapi kemarin ponsel nona pemilik perusahaan ini yang pegang, tunggulah sebentar beliau memang agak sedikit terlambat hari ini"jelas Arya,


Dewi hanya mengangguk pasrah,


setelah itu Arya beranjak kembali ke ruangannya,


tiba-tiba semua karyawan di sibukkan ketika melihat sebuah mobil sport memasuki halaman perusahaan,


ribuan karyawan berbaris rapi dan membenahi pakaiannya masing-masing,


Dewi yang tak tau apa-apa hanya diam terpaku melihatnya,


"mengapa semuanya berbaris begini,?memang siapa yang akan mereka sambut,?"celotehnya,


berbagai pertanyaan yang ada di benaknya,


semua menunduk hormat ketika seseorang masuk,


seorang pria gagah dan tampan,kaki jenjangnya melangkah begitu gagahnya matanya yang di tutupi dengan kacamata hitam yang melekat sempurna di batang hidungnya yang mancung,


Dewi hanya menyaksikan dari kejauhan,ia tak bisa berkata apa-apa hanya bisa mengagumi sosok orang besar itu,


seorang pemimpin perusahaan yang di segani dari kalangan dunia bisnis itu,


***bersambung,,,


next ya,, jangan lupa tinggalkan like

__ADS_1


vote dan komentarnya,,, terimakasih ☺️☺️☺️***


__ADS_2